1 dari 4 Orang di Dunia Menjadi Korban Penipuan Kartu Keuangan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jun 25, 2014.

Discuss 1 dari 4 Orang di Dunia Menjadi Korban Penipuan Kartu Keuangan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,095
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    <p></p><p>Sebuah studi mengenai penipuan global menemukan fakta dari 6.100 konsumen di 20 negara, 1 dari 4 orang tersebut merupakan korban penipuan kartu pada lima tahun terakhir ini. Studi yang dilakukan oleh ACI Worldwide dan Aite Group ini juga menemukan fakta bahwa 23 % persen mengganti lembaga keuangannya karena ketidakpuasan setelah mengalami penipuan. </p><p>Penipuan kartu sendiri adalah kejahatan pada tiga jenis pembayaran kartu debit-kredit dan prabayar. Penipuan kartu memiliki jumlah kerugian yang berbeda-beda dan masing-masing jenis kartu memiliki bentuk yang berbeda-beda. Uni Emirat Arab adalah negara yang memiliki tingkat penipuan tertinggi di dunia yaitu sekitar 44 persen, menyusul Tiongkok dengan 42 persen, di peringkat ketiga adalah India dan Amerika Serikat dengan 41 persen. </p><p>Berdasarkan survei tersebut, 63 persen dari pengguna kartu pernah menjadi korban penipuan adalah orang yang menggunakan kartunya. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 50% dari pengguna kartu yang sering menunjukan kartunya atau setidaknya pernah melakukan sekali perbuatan yang beresiko, menjadi orang yang paling berpotensi menjadi korban penipuan. </p><p>Terdapat fakta yang terungkap dari survei ini bahwa 55% pengguna akan langsung memperbaharui identitas kartunya jika menjadi korban pencurian identitas. Dan menurut studi tersebut terdapat lebih dari 1 dari 10 orang yang memiliki penipuan secara berulang selama lima tahun belakangan. </p><p>Menurut analis senior Aite Group, Shirley Inscoe, survei ini sangat signifikan karena survei ini memiliki data terbaru. Survei ini dapat dijadikan acuan bagi lembaga keuangan atau lembaga pemberi layanan kartu. </p><p>&#8220;Mengingat ini data terbaru, lembaga keuangan memiliki kecocokan untuk mencegah penipuan ini, baik dari segi pendidikan dan langkah-langkah pencegahan,&#8221; ungkap Shirley kepada Net Security. </p><p>Berdasarkan survei ini juga menunjukan kekurangan kepercayaan pengguna kartu terdapat kemampuan bank untuk mengamankan pengguna dari penipuan. </p><p>Konsumen kurang percaya terhadap kemampuan bank mereka untuk memproteksi mereka dari penipuan, sehingga bank harus tetap waspada dalam upaya penipuan terhadap pengguna atau akan menghadapi pengurangan pelanggan, lanjut Shirley. </p><p>Semakin sadarnya pengguna terhadap penipuan, membuat lembaga keuangan atau bank harus memperhatikan jenis kejahatan ini. Hal ini dapat membuat pengguna kehilangan kepercayaan terhadap lembaga keuangan atau bank jika tidak segera ditangani. </p><p>Konsumen semakin memperhatikan tentang penipuan, dan telah kehilangan kepercayaan dalam berbagai level, Senior Vice President ACI Worldwide, Mike Braatz mengungkapkan. </p>
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page