15 Kejadian Penting di Ranah Teknologi 2015

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 29, 2015.

Discuss 15 Kejadian Penting di Ranah Teknologi 2015 in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,761
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Tahun 2015 adalah tahun dengan berbagai pembaruan di ranah teknologi. Hampir semua nama besar menghiasi tajuk utama dari Januari hingga Desember, dengan persaingan, pencapaian, & teknologi baru.

    Berikut adalah 15 kejadian penting, ditampilkan secara tidak berurutan, yg mencerminkan bila teknologi selalu memberikan kejutan baru tak terkecuali di tahun ini, & tentunya tahun-tahun mendatang.
    1. Apple ikut berkompetisi di segmen wearable[​IMG]Sumber gambar Wikimedia

    Meski bukan menjadi yg pertama, Apple akhirnya merilis Apple Watch pada bulan April 2015. Jam tangan pintar ini sontak menjadi pusat perhatian, terutama varian Edition yg di Indonesia dijual Rp159 jutaan. Sayangnya Apple enggan membeberkan angka penjualannya. Ini membuat banyak pihak menduga penjualan Apple Watch jauh di bawah target Apple.

    Namun, jika melihat penjualan iPad yg baru mendapatkan traksi beberapa tahun setelah diluncurkan, tampaknya Apple Watch akan melalui siklus yg sama. Bahkan, menurut IDC, diprediksi terjadi peningkatan angka penjualan jam tangan pintar & fitness tracker, dari 80 juta unit pada tahun ini menjadi 111,1 juta unit pada 2016.
    2. Mobil dengan akses internet rentan diretas[​IMG]Charlie Miller & Chris Calasek meretas Jeep Cherokee koleganya dari jarak jauh. Sumber gambar Wired

    Logikanya, apa pun yg tersambung ke internet rentan terhadap “serangan” dari luar. Hal yg sama berlaku juga pada connected car, / mobil yg tersambung dengan internet. Tahun ini, mobil keluaran tiga produsen ternama, Fiat Chrysler, GM, & Tesla, dilaporkan berhasil diretas.

    Sebuah tim yg terdiri dari periset keamanan berhasil mengendalikan Jeep Cherokee dari jarak jauh. Ini memaksa Fiat Chrysler memanggil ulang 1,4 juta mobil tersebut. OnStar, sistem komunikasi dalam mobil yg dikembangkan GM, juga dilaporkan punya celah keamanan yg memungkinkan mobil diambil alih dari jarak jauh. Mobil produksi Tesla pun didera isu serupa, mungkin bisa dibilang paling parah dari yg lain. Karena ditemukan ada beberapa cara untuk meretas mobil tersebut.
    3. Stagefright gegerkan pengguna Android[​IMG]Sumber gambar Android Security

    Stagefright, exploit yg memungkinkan peretas mengendalikan sistem operasi smartphone Android apa saja tanpa sepengetahuan penggunanya, menjadi topik yg ramai dibahas pada bulan Juli 2015. Isu ini cukup serius, karena tercatat hampir satu miliar perangkat Android terinfeksi.

    Disebut-sebut sebagai isu keamanan pada smartphone terbesar yg pernah ada, masalahnya bukan dari sisi jumlah perangkat yg terserang saja. Namun karena belum semua pengguna mendapatkan patch untuk mengatasi Stagefright.

    Google memang telah merilis patch resmi, namun pengguna tidak bisa mengimplementasikannya langsung. Patch hanya bisa diimplementasikan oleh vendor / produsen perangkat keras, sehingga kemungkinan besar masih ada jutaan perangkat Android yg rentan terhadap exploit ini.
    4. Perusahaan-perusahaan teknologi kompak menolak pintu belakang[​IMG]Sumber gambar Mike Deerkoski

    Meski mendapatkan banyak tekanan dari pemerintah di berbagai negara untuk menyediakan “pintu belakang” untuk mengakses pesan terenkripsi, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple, Google, Facebook, & lainnya menyatakan bahwa mereka akan menjunjung tinggi privasi pelanggannya. Bahkan, pasca serangan teroris di Paris yg membuat tekanan semakin besar, mereka tetap bersatu menolak regulasi yg melemahkan teknologi enkripsi.

    Tim Cook, CEO Apple, adalah salah satu petinggi perusahaan teknologi yg paling vokal terhadap isu ini. Bulan Oktober 2015, ia menyatakan bahwa perusahaannya tidak akan menyediakan back door sampai kapan pun.
    5. Kecerdasan buatan semakin mainstream
    [​IMG]

    Tahun ini, kecerdasan buatan menjadi teknologi yg semakin umum, bukan lagi sesuatu yg hanya dapat disaksikan di film fiksi ilmiah. Ini karena semakin banyak perusahaan teknologi yg berinvestasi untuk mengembangkannya. Salah satunya Google, yg pada bulan November 2015 mengumumkan bahwa mereka sedang menggarap sistem kecerdasan buatan bernama TensorFlow.

    Google menggunakan TensorFlow pada berbagai produk mereka, termasuk Search, Photos, & Translate. Namun, mereka akhirnya menjadikan perangkat lunaknya open-source, sehingga publik dapat memanfaatkannya pada perangkat lunak apa pun.

    Google juga berinvestasi pada proyek kecerdasan buatan nirlaba yg bernama OpenAI. Selain Google, perusahaan seperti Facebook, Amazon, & Tesla juga ikut menggelontorkan dana. Dana sebanyak $1 miliar (sekitar Rp13,9 triliun) telah disiapkan untuk proyek jangka panjang ini.

    Baca juga: Lanskap Startup Teknologi di Indonesia Tahun 2015
    6. Instagram menyalip Twitter[​IMG]Sumbar gambar Matt McGee

    Tahun ini Instagram meledak. Pada bulan September 2015, aplikasi berbagi foto milik Facebook tersebut mencatat jumlah pengguna aktif bulanan sebanyak 400 juta orang, melampaui pengguna aktif Twitter.

    Di kubu seberang, Twitter sedang bersusah payah mendongkrak pertumbuhan penggunanya. Mereka menggeser Dick Costolo dari kursi CEO, menggantikannya dengan Jack Dorsey, salah satu pendirinya, dengan harapan agar tidak semakin kehilangan momentum.
    7. Skandal emisi Volkswagen[​IMG]Sumber gambar Wikimedia

    Vendor otomotif asal Jerman, Volkswagen, kedapatan memasang perangkat lunak yg dapat mengelabui standar emisi. Perangkat lunak tersebut hanya bekerja saat kendaraan sedang diuji emisinya. Sementara pada kenyataannya, emisi sejumlah model mobil Volkswagen jauh di atas ambang batas yg diizinkan.

    Awalnya, Volkswagen mengakui isu ini terdapat pada 500.000 mobil yg dijual di Amerika Serikat. Belakangan, mereka mengungkapkan perangkat lunak tersebut tertanam di sekitar 11 juta mobil yg dipasarkan di seluruh dunia. Karena masalah ini, Volkswagen menghadapi tuntutan hukum di Amerika Serikat & Eropa.
    8. Reformasi Google[​IMG]Sumber gambar Wikimedia

    Bulan Agustus, Google mengejutkan dunia dengan rencana mereka merombak struktur perusahaan. Menurut Larry Page, CEO Google, bisnis inti merekaseperti Search, YouTube, & Androidakan menjadi subsider dari induk perusahaan mereka yg bernama Alphabet.

    Bisnis lain, seperti divisi life science & pabrik “moonshot” Google X, dipecah menjadi perusahaan sendiri. Menurut Larry, alasan dibalik strukturisasi ini adalah agar tiap bisnis dapat bergerak dengan lebih cepat secara independen. Alfabet mulai aktif di bursa saham pada Oktober 2015.
    9. Balapan luar angkasa[​IMG]Sumber gambar Wikimedia

    Jika dulu “balapan” luar angkasa terjadi antar negara, tahun ini kita menyaksikan salip menyalip antar perusahaan swasta. Bulan November 2015, Blue Origin milik Jeff Bezos, CEO Amazon, sukses meluncurkan roket New Shepard 100 km dari permukaan bumi, sebelum mendarat kembali. Ini bisa terjadi berkat dikembangkannya roket yg dapat dikembangkan kembali, yg dapat memangkas biaya penerbangan luar angkasa secara dramatis.

    SpaceX milik Elon Musk, yg juga adalah CEO Tesla, juga mencatat pencapaian yg jauh lebih membanggakan. Berbeda dengan New Shepard, roket Falcon 9 yg diluncurkan SpaceX berhasil meluncur hingga ke orbit pada 22 Desember 2015, kemudian mendarat lagi ke Cape Canaveral secara vertikal. Dalam misi peluncuran tersebut, Falcon 9 sukses mengantarkan 11 satelit.
    10 Live streaming di platform mobile makin jaya[​IMG]Sumber gambar Jim Makos

    Media sosial tak lagi terbatas pada kata, gambar, / video saja. Tahun 2015, tren media sosial bergeser ke mobile live streaming. Meerkat adalah aplikasi pertama yg sukses menggaet pasar. Twitter menyusul kemudian dengan Periscope. Pertanyaannya, siapa yg akan memimpin?

    Apple menjawab pertanyaan tersebut pada bulan Desember dengan menasbihkan Persicope sebagai “App of the Year.” Hingga Agustus, empat bulan setelah diluncuran, jumlah pengguna terdaftar di Periscope telah mencapai 10 juta akun. Padahal, Twitter & Facebook sama-sama butuh dua tahun untuk mencapai jumlah yg sama.

    Baca juga: 5 Duel Startup Paling Sengit di Indonesia Sepanjang Tahun 2015
    11. Facebook masih tetap eksis[​IMG]Sumber gambar Krlis Dambrns

    Tiga tahun setelah mencapai 1 miliar pengguna aktif bulanan, raksasa media sosial, Facebook, mencatat rekor terbaru dengan 1 miliar login dalam satu hari & 1,5 miliar pengguna aktif bulanan.

    Artinya, satu dari tujuh orang di dunia sign in ke Facebook setiap hari, & ini belum termasuk jumlah pengguna aktif layanan milik Facebook lainnya, seperti Instagram & WhatsApp. Orang-orang boleh berpendapat kalau Facebook telah kehilangan pamor. Tetapi angka-angka di atas membuktikan sebaliknya.
    12. Bahasa pemrograman Swift dibuat open-source[​IMG]Sumber gambar Abert Madrugada

    Setelah eksklusif hanya tersedia untuk platform Apple saja, bahasa pemrograman Swift dibuat menjadi open source. Harapannya, bahasa pemrograman rancangan Apple yg digadang-gadang sebagai pengganti Objective-C ini akan semakin banyak digunakan oleh developer.

    Craig Federighi, Senior VP Software Engineering Apple, mengatakan bahwa Swift ditargetkan menjadi bahasa pemrograman utama untuk 20 tahun ke depan. Saat ini, selain untuk platform Apple, Swift juga sudah tersedia di Linux untuk digunakan pada server.
    13. Microsoft luncurkan Windows 10[​IMG]Sumber gambar Microsoft

    Pada bulan Juli 2015, Microsoft meluncurkan sistem operasi PC terbaru mereka, Windows 10, sebagai upgrade gratis. Berbeda dengan iterasi sebelumnya, sistem operasi ini untuk pertama kalinya menawarkan aplikasi universal. Artinya, aplikasi yg dibuat untuk PC dapat berjalan di Windows Phone, Xbox, & bahkan sistem Windows Holographic yg sedang dikembangkan.
    14. Situs torrent bertumbangan
    [​IMG]

    Selama beberapa tahun terakhir, Motion Picture Association of America (MPAA) memburu & menutup sejumlah situs torrent, tempat di mana pengguna internet bisa mendapat akses ke berbagai musik, film, program, & berbagai jenis karya cipta yg dibajak lainnya. YIFY & Popcorn Time adalah dua nama yg “dimatikan” tahun ini.

    Dikabarkan, beberapa situs torrent lainnya, seperti The Pirate Bay, Kickass Torrents, & Torrentz, juga akan mengalami nasib yg sama. Perang terhadap aksi pembajakan tampaknya mulai berpihak kepada pemegang hak cipta, meski bukan tanpa perjuangan yg keras.

    Berbagai cara dilakukan industri hiburan untuk mengalihkan pengguna internet dari “sisi gelap,” & mulai menikmati kontern berbayar. Layanan streaming musik adalah salah satunya. Sementara layanan streaming film & serial TV, Netflix, akan masuk di Singapura & menyebar ke negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia, tahun depan.
    15. Mantan peretas iPhone kembangkan self-driving car[​IMG]Sumber gambar Bloomberg Businessweek

    Mungkin bukan sesuatu yg “wah” jika produsen besar macam Tesla / Google mengembangkan mobil kendali otomatis / self driving car. Namun lain ceritanya jika ini dilakukan oleh individu. George Hotz, orang pertama yg berhasil meretas iPhone 1st Gen & Sony PlayStation 3, adalah orangnya.

    Di dalam garasi rumahnya, ia diam-diam mengembangkan sendiri sistem mobil kendali otomatis. Sebagai kelinci percobaan, ia menggunakan mobil Acura ILX yg bagian interiornya telah mengalami banyak perombakan. George sistem driver assistance berbasis kamera dari MobilEye, yg teknologinya juga digunakan oleh Tesla. Rencananya, George akan menjual sistem ini dengan harga yg relatif terjangkau, yaitu $1.000 (sekitar Rp13 juta).

    Baca juga: Ini Dia Smartphone Lokal Terbaik Tahun 2015 Versi Tech in Asia(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page