5 Game Mobile di TGS 2015 yang Tidak Berbahasa Inggris

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Sep 18, 2015.

Discuss 5 Game Mobile di TGS 2015 yang Tidak Berbahasa Inggris in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,759
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Gelaran Tokyo Game Show 2015 meningkatkan eksistensi game mobiledi tengah dominasi game console & PC yg menguasai pameran video game terbesar di Asia tersebut sejak lama. Hal ini terlihat dari disediakannya sebuah area khusus untuk game smartphone & tablet yg diisi oleh paradeveloper game mobile dari berbagai negara.

    Sebagian besar developer yg mengisi area ini terdiri dari developer dari Jepang, Taiwan, danKorea. Mereka memamerkan game karya masing-masing yg telah dilokalisasi ke dalam bahasa Jepang. Dari sekian banyak developer di sini, setidaknya ada lima game yg menarik perhatian saya & ingin saya mainkan dalam bahasa Inggris.

    Namun, ketika saya bertanya kapan versi berbahasa Inggris akan tersedia, mereka menjawab belum memiliki rencana pasti untuk merilis versi internasional tersebut.Harapan saya untuk memainkan kelima game di bawah inidengan intens punharus dikubur dalam-dalam, kecuali bila terjadi keajaiban suatu saat kelak.
    Mirrors Crossing


    Game karya developer bernama Magnolia Factory ini memadukan unsur action, strategi, & RPGmenjadi satu dalam kemasan grafis bergaya anime dengan animasi yg halus. Gameplay di sini juga terasa mengalir dengan cepat & seru dari satu pertarungan ke pertarungan lain.

    Tidak hanya berhenti sampai di situ, Mirrors Crossing juga merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak berpengalaman di dunia game. Produser, penulis naskah, hingga pengisi lagu latar di sini pernah mengerjakan berbagai proyek game lain seperti Shin Megami Tensei,Deemo,hingga dorama berjudul Time Skip Hunter.
    Showa Natsu Matsuri Monogatari – Ano Hi Mita Hanabi wo Wasurenai
    [​IMG]

    Natsu matsuri, / festival musim panas, merupakan suatu tradisi yg membangkitkan kesan nostalgia masa kecil bagi masyarakat Jepang. Bagaimana tidak, festival ini menghadirkan berbagai pedagang yg membuka booth permainan tradisional, jajanan khas, hingga pertunjukan kembang api memukau yg kesemuanya akan membekas di ingatan setiap anak kecil yg menghadirinya.

    Semua hal itulah yg ditangkap dalam game Showa Natsu Matsuri Monogatari. Saya diajak untuk mengelola sebuah perayaan musim panas, dari sepi pengunjung agar menjadi ramai. Arahan visual di sini juga terlihat sangat manis dengan efek-efek suara yg sangat mendukung antusiasme musim panas yg sering saya lihat di anime / serial televisi drama Jepang.
    Qubot


    Game karya developer Qubitent ini merupakan pemenang penghargaan di Tokyo Game Show tahun 2014 silam. Kini setelah setahun berlalu, Qubitent masih mengembangkan Qubot. Bedanya, Qubot yg dipamerkan di Tokyo Game Show 2015 terlihat lebih terpoles dengan gameplay yg sudah nyaman dimainkan.

    Qubot merupakan game yg mengingatkan saya pada permainan bilyar. Alih-alih menggunakan bola, saya dibekali dengan sekelompok pasukan robot untuk memantul, menyundul, & mengalahkan berbagai musuh. Grafis voxel yg dipakai di sini juga terlihat serasi dengan gameplay yg cenderung simpel.
    Last City Dome Defense Force
    [​IMG]

    Game yg diterbitkan oleh penerbit Forgame asal Cina ini memiliki grafis yg luar biasa memukau untuk dimainkan di perangkat mobile. Saya bisa melihat ambisi dari developer ini yg mencoba merilis sebuah game smartphone dengan kualitas grafis sekelas console.

    Lost City Dome Defense Force memiliki latar di dunia futuristis layaknya film Tron dari Disney. Kamu akan menjadi semacam penjaga kota mutakhir yg menghadapi invasi para alien. Aksimu di sini diwarnai dengan meluncur menggunakan alat mirip sepatu roda sambilmenghajarpara monster dengansudut pandang orang ketiga di atas bahu sang protagonis.
    Granblue Fantasy


    Saya pikir Cygames selaku developer Granblue Fantasy mengeluarkan uang paling banyak di antara developer game mobile lain di Tokyo Game Show 2015. Action RPG ini menyewa ruangan yg tidak kalah besar dibandingkan booth Capcom sekalipun, & mungkin lebih besar daripada booth Supercell di pintu masuk arena pameran.

    Granblue Fantasy sendiri adalah RPG mobileyang memadukan unsur action serta strategi dengan mekanisme turn based card battle. Game ini digawangi oleh berbagai pihak yg pernah terlibat dalam pembuatan Final Fantasy VI,Final Fantasy IX, serta melibatkan komposer legendaris Nobuo Uematsu.

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page