5 Kisah Kenaikan Pangkat Polisi yg Luar Biasa di Indonesia

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Jul 3, 2013.

Discuss 5 Kisah Kenaikan Pangkat Polisi yg Luar Biasa di Indonesia in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    <div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;">Berikut lima kisah kenaikan pangkat luar biasa itu yna gdikutip dari Merdeka:</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;">
    </span></b></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;"><span>1. Tito Karnavian, penangkap Tommy Soeharto & pembongkar teroris</span></span></b></div><div class="separator" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a class="noBottomLine" href="http://3.bp.blogspot.com/-xMGqYv7zp3Q/UdGKGrmrAXI/AAAAAAACLL0/0Vg9lTEo_Vc/s650/Tito-Karnavian,-penangkap-Tommy-Soeharto-&-pembongkar-teroris.jpg" target="_blank"><img alt="Tito Karnavian, penangkap Tommy Soeharto & pembongkar teroris" border="0" height="188" src="http://3.bp.blogspot.com/-xMGqYv7zp3Q/UdGKGrmrAXI/AAAAAAACLL0/0Vg9lTEo_Vc/s400/Tito-Karnavian,-penangkap-Tommy-Soeharto-&-pembongkar-teroris.jpg" title="Tito Karnavian, penangkap Tommy Soeharto & pembongkar teroris" width="400" /></a></span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;">Nama Tito Karnavian mencuat saat Polri sedang menangani kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiudin Kartasasmita yang dilakukan oleh putra Mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy) di tahun 2001. Kala itu, Tito yang berpangkat Komisaris memimpin tim Kobra dan berhasil menangkap Tommy. Atas keberhasilan itu, Tito mendapat hadiah kenaikan pangkat luar biasa berupa Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

    Tahun 2004, terorisme mulai marak di Indonesia sehingga perlu dibentuk tim khusus yang diberi nama Detasemen Khusus Anti-Teror 88 (Densus 88). Tito kemudian diberi amanah memimpin satuan khusus ini yang dibentuk Irjen Pol Firman Gani itu.

    Sepak terjang Tito yang menjadi kepala satuan yang awalnya beranggotakan 75 personel ini terbilang cemerlang. Dia mampu mengungkap jaringan teroris Dr Azhari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Di bawah pimpinannya, Densus 88 Antiteror juga berhasil menangkap 19 dari 29 warga Poso yang masuk dalam DPO di Kecamatan Poso Kota, 2 Januari 2007.

    Selain itu, Tito juga berhasil menembak mati gembong teroris Noordin Moch Top. Prestasi itu dia ukir dalam sebuah penyergapan di Solo pada 17 September 2009.

    Saat ini, Tito tengah memegang amanah menjadi Kapolda Papua dengan pangkat Irjen. Sebuah wilayah dengan tingkat kerawanan ekstra.</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;">
    </span></b></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;"><span>2. M Syafii, tiga kali naik pangkat luar biasa</span></span></b></div><div class="separator" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a class="noBottomLine" href="http://4.bp.blogspot.com/-mI7pI90BXKw/UdGKUTlx7vI/AAAAAAACLL8/wCh5XzK5Jqw/s649/M-Syafii-tiga-kali-naik-pangkat-luar-biasa.jpg" target="_blank"><img alt="M Syafii, tiga kali naik pangkat luar biasa" border="0" height="187" src="http://4.bp.blogspot.com/-mI7pI90BXKw/UdGKUTlx7vI/AAAAAAACLL8/wCh5XzK5Jqw/s400/M-Syafii-tiga-kali-naik-pangkat-luar-biasa.jpg" title="M Syafii, tiga kali naik pangkat luar biasa" width="400" /></a></span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a href="http://www.lihat.co.id/" target="_blank"></a>Awal mula karir M Syafii melesat saat bertugas di bawah komando Tito Karnavian. Prestasi yang berhasil ditorehkan Syafii adalah melacak jejak Tommy Soeharto, dan kemudian menangkap pelaku pembunuhan Hakim Agung Syafiudin Kartasasmita.

    Atas hal itu, dia bersama Tito dan beberapa personel tim kobra yang lain mendapat hadiah kenaikan pangkat luar biasa.

    Prestasi Syafii tidak hanya berhenti di situ. Dia bersama tim Ditserse Polda Metro Jaya berhasil menangkap gembong teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten. Dia pun diganjar kenaikan pangkat luar biasa.

    Tak hanya itu, Syafii ternyata juga salah satu polisi yang berhasil melumpuhkan teroris Dr Azhari dalam penyergapan di Batu, Malang.</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;">
    </span></b></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;"><span>3. Maryono, sendirian gagalkan perampokan</span></span></b></div><div class="separator" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a class="noBottomLine" href="http://4.bp.blogspot.com/-tX_2zZf54ac/UdGKjp9mNGI/AAAAAAACLME/6yS6PmxmEbg/s650/Maryono-sendirian-gagalkan-perampokan.jpg" target="_blank"><img alt="Maryono, sendirian gagalkan perampokan" border="0" height="190" src="http://4.bp.blogspot.com/-tX_2zZf54ac/UdGKjp9mNGI/AAAAAAACLME/6yS6PmxmEbg/s400/Maryono-sendirian-gagalkan-perampokan.jpg" title="Maryono, sendirian gagalkan perampokan" width="400" /></a></span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;">Anggota Polres Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Aiptu Maryono mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Hal ini lantaran Aiptu Maryono seorang diri berhasil menggagalkan upaya perampokan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantar Cabang Pantai Cermin, Kabupaten Kampar, yang dilakukan rekannya sesama anggota kepolisian, Briptu S.

    Briptu S mendatangi kantor BRI dan menodongkan senjata api ke Briptu Dedi yang sedang bertugas menjaga keamanan perbankan. Upaya itu gagal setelah Aiptu Maryono nekat menghadang Briptu S dengan menyamar sebagai nasabah. Keduanya sempat terlibat baku tembak.

    Akhirnya Briptu S berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan di dua kakinya. Sementara Aiptu Maryono sendiri mengalami pecah tempurung tengkorak lantaran terkena hantaman popor senjata milik pelaku.</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;">
    </span></b></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;"><span>4. Heri Prastowo, ungkap sabu hampir satu ton</span></span></b></div><div class="separator" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a class="noBottomLine" href="http://4.bp.blogspot.com/-nUGu9Qj3ebU/UdGKwjIh4VI/AAAAAAACLMM/yCniYCBkAdo/s650/Heri-Prastowo-ungkap-sabu-hampir-satu-ton.jpg" target="_blank"><img alt="Heri Prastowo, ungkap sabu hampir satu ton" border="0" height="192" src="http://4.bp.blogspot.com/-nUGu9Qj3ebU/UdGKwjIh4VI/AAAAAAACLMM/yCniYCBkAdo/s400/Heri-Prastowo-ungkap-sabu-hampir-satu-ton.jpg" title="Heri Prastowo, ungkap sabu hampir satu ton" width="400" /></a></span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a href="http://www.lihat.co.id/" target="_blank"></a>Heri Prastowo merupakan salah satu anggota kepolisian yang memiliki prestasi gemilang. Dia berhasil mengungkap distribusi sabu seberat 950 kilogram sendirian.

    Kejadian tersebut bermula ketika Heri Prastowo yang sedang dinas menerima informasi dari masyarakat bahwa ada dua mobil boks jenis Panther yang sedang memindahkan barang di tempat gelap di Jl Raya Kali Baru Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Selasa, sekitar pukul 03.00 WIB.

    Heri kemudian mendatangi dua mobil itu menggunakan sepeda motor dinas Polri berpelat nomor 76014 VII warna abu-abu. Tetapi, saat Heri mendekat, sopir mobil itu langsung menyalakan mesin dan menabraknya hingga terjatuh.

    Usai menabrak, kedua mobil itu kemudian kabur. Tetapi, polisi mendapat informasi mobil Panther boks itu berada di belakang kantor Kecamatan Teluk Naga. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan menjumpai mobil diparkir dalam keadaan tanpa terkunci baik pintu kemudi maupun bagasinya. Di dalam mobil itu, petugas menemukan sabu seberat 950 kg.</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;">
    </span></b></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><b><span style="font-size: small;"><span>5. Jakaria, tertembak 8 kali karena cegah perampokan</span></span></b></div><div class="separator" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a class="noBottomLine" href="http://1.bp.blogspot.com/-ScYCuaNFN5A/UdGK97b9cYI/AAAAAAACLMU/UDDGc5NK5Vc/s650/Jakaria-tertembak-8-kali-karena-cegah-perampokan.jpg" target="_blank"><img alt="Jakaria, tertembak 8 kali karena cegah perampokan" border="0" height="181" src="http://1.bp.blogspot.com/-ScYCuaNFN5A/UdGK97b9cYI/AAAAAAACLMU/UDDGc5NK5Vc/s400/Jakaria-tertembak-8-kali-karena-cegah-perampokan.jpg" title="Jakaria, tertembak 8 kali karena cegah perampokan" width="400" /></a></span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a href="http://www.lihat.co.id/" target="_blank"></a>Jakaria mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Brigadir menjadi Bripka. Ini lantaran dia berhasil menangkap pelaku perampokan mobil pengangkut uang milik PT Armorindo Arta.

    Peristiwa itu terjadi saat mobil pengangkut uang melintas di Fly Over Cawang pada 4 Oktober 2006. Seorang mantan TNI AD yang pernah bertugas di Yon Zenpur 14 Lenteng Agung, Sulistyo Erawadi bersama gerombolannya mencoba melakukan penghadangan mobil yang berisi uang sebanyak Rp 2,75 miliar.

    Brigadir Jakaria mencoba menghalau penghadangan itu. Upaya itu menimbulkan baku tembak antara Jakaria dengan gerombolan Sulistyadi.

    Akhirnya, Sulistyadi dapat dilumpuhkan. Namun demikian, Bripka Jakaria terpaksa mengalami luka tembak sebanyak 8 lubang, 3 lubang di dada, 2 lubang di lengan kanan, 2 lubang di lengan kiri, dan 1 lubang di paha kiri.</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></div><div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"><span style="font-size: small;"><a href="http://www.lihat.co.id/2013/07/5KisahKenaikanPangkatPolisiygLuarBiasadiIndonesia.html">sumber </a></span></div>
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini
  2. danagokilz Pra TK Level 1

    Messages:
    36
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    31
    wah Bripka Jakaria sekarat tuh ? 8 lubang :surprise:
     

Share This Page