6 Mitos Ritel Online Keliru CEO GOJEK

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Jan 21, 2016.

Discuss 6 Mitos Ritel Online Keliru CEO GOJEK in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,759
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia masih memilih untuk berbelanja offline, namun tidak sedikit memprediksi bila online akan mendominasi pasar lokal. Benarkah online sebegitu menjanjikannya? CEO GO-JEK Nadiem Makarim dalam sesi The Future of Mobile Retailing in Indonesia di helatan Internet Retail Expo 2016 di Jakarta, Rabu (20/1), mencoba memberikan tanggapan atas hal itu.

    Menurutnya, ada beberapa mitos yg sudah lama menghinggapi masyarakat & para pelaku bisnis di tanah air. Apa saja?
    1. Ritel online akan menenggelamkan pasar offline
    Dengan makin banyaknya layanan yg bergerak di ranah online, banyak orang beranggapan bila tren online dianggap sebagai biang keladi dari lesunya pasar offline. Namun dalam kenyataannya hal itu keliru.

    Proporsinya masih sangat kecil, kondisi yg terjadi pada saat ini adalah imbas dari kondisi perekonomian global, tutur Nadiem.

    Ia menambahkan bahkan sampai satu dekade ke depan, proporsi dari online masih akan kecil & belum bisa menyaingi sektor ritel offline.
    2. Penjualan online adalah tolok ukur utama
    Ketika online didewakan, maka kebanyakan orang akan mengupayakan menjual produk sebanyak-banyaknya melalui platform online. Ketika hasilnya tidak sesuai harapan, apa yg salah?

    Setelah berkorban waktu & investasi, & ternyata hasil yg didapat dari segi penjualan tidak memenuhi ekspektasi, bukan berarti apa yg kamu lakukan keliru, lanjut Nadiem.

    Strategi digital jelas sesuatu yg diperlukan untuk berkembang di ranah online. Namun tidak berarti harus menjual produk. Data juga akan menjadi aset kamu, ujarnya. Selain itu, Nadiem menilai pemain online yg berhasil besar masih sebatas di pasar / pemain yg spesifik saja.
    3. Menjadi pemimpin pasar, berarti siap membesar di online
    Berkaca dari kondisi yg terjadi di Cina, ada alasan bila pemain besar didominasi oleh marketplace. Seperti di Indonesia, misalnya, nama-nama besar seperti MatahariMall / Lazada bermainnya di ranah marketplace.

    Sebesar apa pun brand kamu, masih sulit rasanya untuk bisa mendapatkan pembeli dalam jumlah besar bila kamu sendirian, ujar Nadiem.

    Akan sulit jika sebuah brand sendirian mencapai 10.000 pembeli dalam satu hari. Marketplace adalah salah satu strategi yg bisa diterapkan.
    4. Platform desktop & mobile masih relevan dalam lima tahun ke depan
    Semakin banyaknya transaksi online dinilai akan memperpanjang umur platform desktop & mobile. Namun dalam kenyataannya, mayoritas transaksi hari ini dilakukan melalui situs mobile.

    Saran saya, kalau kamu tengah menjalankan bisnis, maka ini saatnya memiliki aplikasi mobile / aplikasi, ujar Nadiem.

    Lebih lanjut ia menuturkan bila adalah penting untuk membuat bisnis kamu ada di etalase. Tentu saja bukan pajangan di pertokoan besar.

    Saat aplikasi kamu ada di dua halaman pertama home screen smartphone konsumen kamu, maka aplikasimu relevan buat mereka, sambungnya. Karena itu, ia juga menekankan pentingnya UI/UX bagi sebuah aplikasi mobile.
    5. Pemain lokal akan mendominasi pasar
    Mungkin kamu pernah berpikiran, dengan menjadi pemain lokal kamu bisa meraih pasar. Namun Nadiem berpesan untuk tidak terlalu pede dengan hal itu.

    Pemain asing dengan modal yg lebih kuat bisa saja menginvasi & mendapatkan karakter pasar lokal melalui big data.
    6. Harga yg lebih murah akan mudah menarik pasar
    Pernahkah kamu tergoda dengan harga yg lebih murah dari satu toko online & toko online lainnya? Namun ternyata hal itu bukan satu-satunya penentu.

    Harga memang penting, namun juga perhatikan faktor-faktor lain. Seberapa cepat produk kamu sampai ke tangan pelanggan, kepuasan dalam menggunakan layanan kamu adalah kunci yg tidak kalah penting, tandas Nadiem.
    Baca juga:Mampukah E-commerce Item Game Virtual Menjadi Besar di Indonesia?

    (Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page