Akun Pengguna British Airways Disusupi

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 30, 2015.

Discuss Akun Pengguna British Airways Disusupi in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,095
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Akun Pengguna British Airways Disusupi

    Pihak maskapai British Airways mengaku bahwa ribuan akunnya telah disusupi oleh pihak ketiga. Maskapai sendiri masih menyelidiki siapa yg melakukan intrusi terhadap sistem keamanan mereka. Hanya saja, British Airways memastikan bahwa tidak ada akun yg dicuri, hilang orpun diekspos ke publik. Juru bicara dari maskapai tersebut menyatakan bahwa ada pihak ketiga yg mengakses tanpa izin & detail penyusupan pun masih dalam penyelidikan. Selama akhir pekan, British Airways telah mengidentifikasi sejumlah penyusupan pada sepuluh ribu akun mereka. Ketika ada insiden tersebut, maskapai pun telah membekukan akun yg ada & memberikan kompensasi berupa diskon maupun poin untuk ditukarkan pada produk or merchandise.

    Juru bicara dari British Airways secara resmi menyatakan bahwa maskapai telah mengetahui hal ini & kini se&g menyelidiki siapa yg menyusup ke dalam sistem keamanan mereka. Dugaan sementara yg dipaparkan oleh juru bicara British Airways adalah a&ya pihak ketiga yg menyusup dengan mengumpulkan informasi dari Internet untuk mendapatkan akses ke sistem keamanan maskapai. British Airways menyatakan bahwa sepuluh ribu akun yg disusupi hanya sebagian kecil dari data konsumen mereka. Akun yg disusupi tersebut adalah data dari pengguna eksklusif British Airways. Walaupun pihak maskapai mengklaim tidak ada data yg dicuri, salah satu pengguna melalui Twitter mengaku bahwa poin reward-nya hilang.

    Sistem keamanan di industri aviasi masih menjadi pokok permasalahan. Government Accountability Office (GAO) mengatakan bahwa Federal Aviation Administration (FAA) masih mempunyai masalah dengan keamanan siber di sistem pengendalinya. Pihak pemerintah AS mengatakan bahwa FAA belum bisa memberikan tentang keamanan beserta kerentanan yg ada dalam sistem pengendalinya. Dalam dokumen tersebut khususnya halaman ke-42, FAA dinilai masih perlu membenahi sistem pengendali bandara di seluruh wilayah AS. Persoalan utama yg dialamatkan pada FAA adalah keamanan siber merupakan ancaman bagi sistem pengendali bandara di mana sistem tersebut harus beroperasi tanpa interupsi & tahan terhadap serangan siber.

    Industri penerbangan pun sejatinya menghadapi risiko yg sama seperti risiko reputasi akibat serangan siber ini. Gordon Song, mantan Head of Enterprise Risk Management and Internal Audit Tigerair Singapura mengatakan bahwa reputasi adalah salah satu di antara tiga aspek yg ada dalam risiko regulasi. Saya rasa, perlindungan data pribadi konsumen adalah aturan lainnya yg harus kami perhatikan, tukasnya. Gordon melanjutkan bahwa maskapai penerbangan selalu mengumpulkan data-data konsumennya untuk keperluan reservasi. Di dalamnya terdapat informasi sensitif seperti tanggal lahir, alamat & data kartu kredit. Pihak maskapai tentunya ingin pelanggan tetap percaya pada kami, kata Gordon. Maka, ini bukan cuma soal regulasi, tapi juga berkaitan dengan reputasi, ujar Gordon, sekaligus menjelaskan bahwa risiko reputasi adalah prioritas ketiga dalam risiko regulasi.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAkun Pengguna British Airways Disusupi diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page