Liga Indonesia ANALISIS: Lini Tengah, Problem Utama Alfred Riedl

Discussion in 'Bola' started by Bola, Nov 23, 2014.

Discuss ANALISIS: Lini Tengah, Problem Utama Alfred Riedl in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,281
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Ekspektasi yang tinggi menjelma jadi kekecewaan ketika Indonesia hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 melawan tuan rumah Vietnam pada laga perdana Grup A Piala AFF 2014 di Stadion My Dinh, Sabtu (22/11) petang.

    Pelatih Alfred Riedl terlihat berhati-hati dengan formasi yang dipilih. Duet jangkar Manahati Lestusen dan Raphael Maitimo diturunkan sejak awal, sedangkan Sergio van Dijk diharapkan sebagai pembuka jalan di lini depan untuk mengakomodasi kecepatan Muhammad Ridwan, Boaz Solossa, dan Zulham Zamrun. Riedl tampak tak ingin membiarkan Vietnam leluasa memanfaatkan kecepatan para pemainnya.

    Hanya ada satu perubahan susunan tim inti yang dilakukan Riedl dibandingkan tim yang diturunkannya ketika beruji coba melawan Suriah pekan lalu, yaitu menurunkan Maitimo dan menyimpan Imanuel Wanggai di bangku cadangan.

    Ringkasan Statistik
    Gelandang Indonesia
    MANAHATI LESTUSEN​
    Main: 75 menit
    Operan - 24
    Menang duel - 57,1%
    Tekel - 0
    Pelanggaran - 1
    Sapu bersih - 5​
    RAPHAEL MAITIMO​
    Main: 90 menit
    Sentuhan - 52
    Operan - 38
    Menang duel - 80%
    Tekel - 1
    Sapu bersih - 3​
    FIRMAN UTINA​
    Main: 15 menit
    Sentuhan - 15
    Operan - 7
    Umpan jauh - 43%
    Akurasi umpan - 71%
    Tekel - 2​

    Indonesia tampil tidak meyakinkan. Dua gol yang disarangkan praktis dipicu dari kesalahan lini belajang lawan. Gol Zulham tercipta akibat kelalaian para bek tengah Vietnam, sedangkan gol yang disarangkan pemain pengganti Samsul Arif disebabkan kecerobohan kiper 23 tahun, Nguyen Manh Tran.

    Di sisi lain, tidak perlu pula rasanya terburu-buru memburu poin penuh di laga perdana. Salah satu resep utama dalam mengikuti turnamen adalah meningkatkan penampilan dan memelihara konsistensi. Indonesia pernah begitu perkasa di Piala AFF 2004 dan 2010 dengan tampil prima di fase grup tetapi belakangan memudar di babak semi-final dan final.

    Paras dingin Riedl saat konferensi pers usai laga melawan Vietnam mengundang misteri. Pelatih asal Austria itu ogah menjawab media setempat yang bertanya tentang keputusan mengganti Boaz Solossa dengan Samsul. Cukup kami yang tahu, ujarnya pendek.

    Riedl juga tak menjawab gamblang ketika diminta pendapat tentang lini tengah timnya yang tidak hidup. Seperti yang terjadi pada 2010, Riedl tak mau terang-terangan membuka kritik kepada tim sendiri di depan media. Hasil imbang bagi Riedl sudah sesuai target meski diakui ada naungan keberuntungan yang membuat Indonesia dapat keluar lapangan dengan poin di tangan.

    Namun, masalah di lini tengah Indonesia terlalu sulit ditutupi. Tidak ada kreativitas, tidak ada kombinasi umpan, serta tidak ada pula pergerakan posisi supaya tim bisa melahirkan peluang. Jika hanya ditinjau dari aspek statistik, duet Manahati dan Maitimo sebenarnya sudah relatif baik dalam menjalankan tugas.

    Keduanya sukses menghindari pelanggaran di lini berbahaya di wilayah pertahanan sendiri. Rekor defensif mereka tidak bisa dibilang buruk. Manahati melakukan lima kali sapu bersih dan menang duel 57,1 persen. Sementara, Maitimo melakukan tiga kali intersepsi dan 80 persen menang duel. Menariknya, ini bisa dipandang sebagai sebuah kelemahan dari kacamata yang berbeda, secara akumulasi mereka hanya melakukan satu kali tekel.

    Baik Manahati dan Maitimo juga lebih fokus pada tugas bertahan, alih-alih membuka jalur serang. Jarang sekali mereka melewati garis tengah lapangan kecuali ketika tim memperoleh situasi bola mati. Secara umum, Indonesia bertahan terlalu dalam sehingga Vietnam dapat memforsir full-back mereka untuk menopang serangan. Belum lagi mencatat beberapa kesalahan operan yang dilakukan pemain Indonesia di pertahanan sendiri pada babak pertama.

    Titik berat persoalan di lini tengah Indonesia bukanlah problem individu, melainkan lebih condong ke taktik yang digunakan Riedl. Tipe bermain Manahati dan Maitimo terlalu mirip. Risiko akhirnya baru ditempuh sang pelatih pada menit 75, atau tujuh menit setelah Le Cong Vinh membawa Vietnam unggul, yaitu dengan mengunggah Firman Utina ke dalam formasinya. Manahati ditarik keluar.

    Apakah kreativitas Firman menjadi solusi? Selama 15 menit tampil, Firman tercatat melakukan 15 kali sentuhan dengan bola dan melepas tujuh umpan. Tiga di antara umpan tersebut merupakan umpan panjang. Penempatan posisi Firman tak beda jauh dengan Manahati, yaitu lebih banyak berada di depan lini pertahanan sendiri ketimbang merangsek ke depan.

    Satu-satunya taktik, atau mungkin perjudian, Riedl yang terbilang berhasil adalah Samsul Arif. Berbeda dengan Boaz yang kerap mengambil posisi di belakang Van Dijk, Samsul tak jarang berdiri sejajar atau bahkan masuk jauh ke pertahanan lawan guna memetik peluang. Hasilnya manis. Tembakan akurat pertama Samsul membuahkan gol penyelamat Indonesia.

    Lini tengah harus menjadi perhatian Riedl untuk pertandingan melawan Filipina, Selasa mendatang. Filipina tim yang agresif dan tahu memanfaatkan kemampuan fisik mereka untuk menuai hasil bagus. Azkals sempat tertinggal gol Laos, tapi sukses membalas kontan dengan empat gol hasil rancangan umpan silang yang apik.

    Manuel Ott menjadi jenderal lini tengah Filipina dengan melepas 63 kali operan dan menyumbangkan satu assist. Statistik menerangkan pemain 22 tahun kelahiran Munich, Jerman, ini sangat dominan di areanya ditemani Jerry Lucena. Ott menjadi pemain paling banyak yang melepas operan pada dua laga perdana Grup A, Lucena menempati peringkat ketiga dengan 60 operan.


    Melawan Laos, Filipina bermain sabar dengan tidak terburu-buru melepas umpan jauh. Operan-operan pendek dilakukan sambil mencari ruang di kedua sektor sayap lawan. Menarik pula antisipasi taktik yang akan diterapkan pelatih Thomas Dooley saat menghadapi Indonesia yang punya kekuatan di atas Laos.

    Sementara, dengan kemenangan yang dibutuhkan Indonesia untuk membuka langkah ke semi-final, Filipina harus dijinakkan. Riedl barangkali telah mengantungi kunci jawaban di sakunya guna membenahi lini tengah Indonesia. Firman Utina, Imanuel Wanggai, Hariono, ataukah Evan Dimas? Kita lihat saja.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, ANALISIS: Lini Tengah, Problem Utama Alfred Riedl
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page