Liga Italia ANALISIS Serie A Italia 2016/17: Juventus Masih Sulit Ditandingi

Discussion in 'Bola' started by Bola, Aug 20, 2016.

Discuss ANALISIS Serie A Italia 2016/17: Juventus Masih Sulit Ditandingi in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Serie A Italia musim 2016/17 segera dimulai dan Juventus bisa dikatakan menatapnya dengan optimisme tinggi. Wajar saja, karena I Bianconeri kini seakan menjadikan Scudetto sebagai tradisi seturut mereka yang meraihnya dalam lima musim terakhir.

    Selain itu skuat Juve musim ini juga terbilang luar biasa, yang sanggup memberi kesan adidaya di Serie A dan salah satu yang terbaik di Eropa. Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, hingga Dani Alves didatangkan, meski harus melepas Paul Pogba.

    SIMAK JUGA
    Higuain & Pjanic Belum Tentu Starter
    Pogba Hengkang Karena Allegri
    Allegri: Dybala Calon Bintang Dunia

    Namun bukan berarti Juve bakal dengan mudah mencomot Scudetto keenam beruntun musim ini. Para antagonis di kompetisi telah memperbaiki situasinya masing-masing, untuk makin kompetitif dengan Si Nyonya Tua.

    Napoli dan AS Roma yang menguntit musim lalu masih berada di level yang sama. Sementara duo Milan yang terpuruk dalam beberapa musim terakhir, siap mengusung kebangkitan bersama pemilik baru.

    Bagaimana kiprah Juve di Serie A musim depan? Goal Indonesia memaparkan analisisnya untuk Anda:

    AKTIVITAS TRANSFER​

    [​IMG]

    Geliat Juve di bursa transfer musim panas ini bisa dikatakan sebagai yang paling masif sepanjang sejarah klub. Bagaimana tidak, selain merealisasikan salah satu pembelian termahal di dunia, mereka juga melakukan penjualan termahal di dunia.

    Capocannoniere Serie A musim lalu, Gonzalo Higuain, diboyong -- secara kontroversial -- dari tim rival, Napoli, lewat banderol fantastis €90 juta. Nilai itu menjadikannya cuma kalah dari Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo sebagai pemain berbanderol termahal di dunia.

    Sementara itu bintang Juve dalam empat musim terakhir, Paul Pogba, dijual kembali ke Manchester United melalui angka spektakuler €105 juta! Kesepakatan itu membuatnya jadi pemain dengan banderol termahal di dunia, yang lantas mengalahkan rekor Bale, Ronaldo, juga Higuain.

    Kepergian Pogba memang jadi kehilangan besar, tapi kedatangan Higuain bisa mengangkat signifikan kualitas Juve. Selain itu manajemen transfer klub yang dikepalai Beppe Marotta, juga sukses menggaet nama mentereng lainnya seperti Miralem Pjanic, Dani Alves, Marko Pjaca, hingga Medhi Benatia.

    "Kepergian Pogba takkan berdampak besar. Mereka sudah sukses mendatangkan pemain berkualitas lain, apalagi ada Higuain. Juve kini bisa dibilang sebagai satu dari empat klub Eropa dengan komposisi skuat terbaik," sanjung Capello, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

    Secara ekonomi, dana yang dikeluarkan La Vecchia Signora di bursa transfer sejauh ini juga amat efisien. Mereka memang telah menghabiskan €154,6 juta, tapi mendapat pemasukan €158,02 atau surplus €3,42 juta.

    Dengan aktivitasnya ini Juve membuktikan bahwa mereka tak hanya berhasrat untuk makin adidaya di kancah domestik, tapi juga memburu Eropa.

    KUALITAS TIM​

    [​IMG]

    "Sekarang saya punya segala bahan yang dibutuhkan, untuk membuat tim ini tampil seperti yang saya inginkan," tutur pelatih Juve, Massimiliano Allegri, menanggapi apiknya aktivitas transfer Juve di bursa musim panas ini.

    Komentar Allegri ditambah sanjungan Capello atas komposisi skuat yang dimiliki Juve sekarang, cukup menggambarkan kualitas skuat yang dimiliki tim ini untuk hadapi musim depan.

    Lini belakang diperkuat oleh tembok yang disebut terbaik di dunia saat ini, yakni trio BBC plus Gianluigi Buffon. Lini tengah -- walau ditinggal Pogba -- bercokol nama-nama besar macam Pjanic, Sami Khedira, dan Claudio Marchisio. Lini depan? Apa yang bisa Anda ragukan dari ketajaman bomber sekelas Paulo Dybala, Mario Mandzukic, hingga tentunya Higuain?

    Juve pun memiliki pelapis dengan kualitas yang amat kompetitif. Hal tersebut sejatinya sudah dibuktikan dalam dua musim terakhir, dengan sanggup jadi kampiun Coppa Italia.

    Untuk musim depan, gambaran dalamnya skuat Juve bisa kita lihat lewat sederet hasil uji coba pramusim. Dari enam pertandingan yang dilakoni, Allegri yang rutin merotasi timnya memetik empat kemenangan, satu hasil imbang dan sekali kalah yang terjadi karena adu penalti.

    Faktor tersebut membuat Juve bisa membagi fokusnya dengan baik di tiga kompetisi yang diikutinya musim depan, yaitu Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

    PRAKIRAAN FORMASI​

    [​IMG]

    Formasi 3-5-2 masih akan diandalkan Juve musim depan. Sistem inilah yang membawa mereka jadi kampiun Serie A lima musim beruntun, menjuarai dua Coppa Italia, tiga Piala Super Italia, hingga sampai ke final Liga Champions.

    Buffon dan trio BBC dipastikan jadi Gladiator di lini belakang. Maju ke lini tengah, akan bercokol dua nama baru, yakni Dani Alves sebagai sayap kanan dan Miralem Pjanic yang mengisi peran Pogba. Sementara di lini depan duo Argentina, Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain, mudah diprediksi jadi pilihan utama.

    Namun menilik komposisi skuat La Vecchia Omcidi saat ini, Allegri jadi lebih banyak memiliki alternatif formasi. Dirinya bisa dengan mudah merombak lini belakang dengan skema empat bek, juga lini depan dengan sistem satu penyerang tunggal yang diapit winger.

    Patrice Evra dan Stephan Lichtsteiner akan jadi pilihan alternatif terbaik untuk perubahan di lini belakang. Sementara Pjaca yang bisa berperan sebagai winger dan trequartista jadi senjata cadangan untuk variasi di lini depan.

    "Formasi 3-5-2 seperti biasa akan kami utamakan musim depan. Namun tentu saja, kini saya memiliki banyak alternatif untuk berkreasi," ujar Allegri, seperti dikutip Tuttosport.

    PELUANG TIM​

    [​IMG]

    Target objektif Juve musim ini adalah kembali jadi penguasa Serie A. Namun fokus mereka sejatinya terletak di Liga Champions, yang sudah dua dekade tak dimenangi.

    Ambisi besar Juve di Eropa, bisa mengganggu konsentrasi mereka di Serie A dan hal itu jadi keuntungan tersendiri bagi para pesaingnya, macam Napoli, Roma, dan Inter.

    Namun ingat, bagaimanapun Juve merupakan tim yang paling paham bagaimana caranya meraih Scudetto. Selain itu, komposisi skuat terkini yang bisa dibilang sangat mewah, membuat mereka sulit untuk ditandingi satu klub pun di Serie A.

    "Kami menginginkan semua gelar. Scudetto adalah target objektif kami dan bakal menyenangkan mengawinkannya dengan Coppa Italia. Kami juga ingin menciptakan sesuatu yang hebat di Liga Champions. Jangan lupakan pula Piala Super Italia," tegas Allegri, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

    Ya, tak bisa dibantah La Fidanza d'Italia tampak nyata masih akan memiliki Serie A musim depan.

    PREDIKSI POSISI KLASEMEN AKHIR SERIE A ITALIA 2016/17: JUARA

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, ANALISIS Serie A Italia 2016/17: Juventus Masih Sulit Ditandingi
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page