Anonymous Lumpuhkan Situs Pengadilan Thailand

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Oct 10, 2016.

Discuss Anonymous Lumpuhkan Situs Pengadilan Thailand in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,120
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Anonymous Lumpuhkan Situs Pengadilan Thailand

    [​IMG]

    Kelompok hacktivist, Anonymous, kini kembali melancarkan aksinya. Mereka menyasar situs pengadilan tinggi Thailand. Setidaknya Anonymous mempublikasikan hasil peretasannya di situs Pastebin yg mana mereka mengaku berhasil meretas sekitar 297 situs pemerintah Thailand. Hal ini adalah bentuk protes mereka terhadap keputusan pengadilan Thailand yg menjatuhi hukuman mati pada dua imigran Myanmar yg dituduh telah membunuh dua turis backpacker asal Inggris.

    Menurut keterangan yg dipaparkan oleh Anonymous, dua imigran Myanmar tersebut hanyalah kambing hitam dari kasus pembunuhan yg diberi nama kasus Koh Tao. Dua turis asal Inggris yg sedang berwisata di Pulau Koh Tao pada bulan September 2014 yg lalu ditemukan sudah tidak bernyawa. Korban yg bernama David Miller & Hannah Whiteridge menjadi korban pembunuhan. Bahkan kepolisian Thailand pun mengatakan bahwa Hannah tidak hanya dibunuh, melainkan juga menjadi korban pemerkosaan.

    Dalam laman media sosial Facebook, Anonymous meminta semua turis untuk memboikot pariwisata Thailand hingga ada kejelasan siapa pelaku sebenarnya dari pembunuhan ini. Menurut pihak kepolisian Thailand, grup Anonymous adalah simpatisan imigran Myanmar yg pada tanggal 5 Januari 2016 lalu berhasil melumpuhkan situs Internet milik kepolisian. Selain melumpuhkan situs pengadilan, Anonymous pun melakukan defacement dan mengganti lama situs dengan gambar yg mengolok-olok negara Thailand.

    Tidak hanya situs pengadilan saja yg diretas, kepolisian & bahkan situs Internet milik dinas pariwisata provinsi Chiang Mai pun harus mengalami nasib yg sama. Sejak malam Natal 2015 yg lalu, Blink Hacker Group yg disinyalir masih memiliki hubungan dengan grup Anonymous telah melakukan petisi untuk menuntut peradilan yg terbuka bagi pembunuh dua turis asal Inggris tersebut. Tidak hanya itu saja, mereka pun meminta pemerintah Thailand untuk tidak mengambing hitamkan imigran Myanmar.

    Selain itu, Anonymous mengkritisi pula sikap kepolisian Thailand yg menyiksa dua imigran Myanmar itu agar mengakui kejahatan yg tidak pernah mereka lakukan. Menanggapi kasus peretasan ini, kepolisian Thailand menyatakan bahwa Anonymous tidak begitu pandai meretas sistem keamanan informasi mereka. Mereka menyatakan bahwa situs hanya mengalami defacement tetapi tidak berhasil mencuri informasi rahasia. Walaupun begitu, kepolisian Thailand sama sekali tutup mulut menanggapi kasus pembunuhan tersebut.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAnonymous Lumpuhkan Situs Pengadilan Thailand diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page