Anti Virus Miliki Kerentanan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, May 5, 2015.

Discuss Anti Virus Miliki Kerentanan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Anti Virus Miliki Kerentanan

    Alfons Tanujaya, pakar malware dari Vaksin.com menyatakan bahwa anti virus pun memiliki kerentanan. Hal itu ia sampaikan di tengah presentasinya pada acara Indonesia Malware Summit 2015. Gelaran tersebut diselenggarakan di Ruang Infocomm, PT. Telkom Indonesia, (5/5/15). Dalam presentasinya itu, Alfons menjelaskan beberapa presentasi terkini tentang perkembangan malware di Indonesia.

    Anti virus pada prinsipnya bekerja by definition. Artinya adalah anti virus hanya menangkal malware yg ia kenal saja. Jika anti virus tidak mengenalinya, maka ia tidak akan mendeteksinya sebagai ancaman, terang Alfons dalam pemaparannya.

    Alfons sendiri memaparkan beberapa temuan unik yg telah ia temukan. Pada tanggal 30 April lalu, tiga ba& independen peneliti anti virus telah melakukan black list terhadap satu produk yg dinilai tidak memiliki kapabilitas sebagai anti virus, kata Alfons. Hal tersebut menurutnya menjadi satu indikator bahwa anti virus pun dapat dipalsukan.

    Menanggapi semakin berkembangnya malware, Alfons mengatakan bahwa terlalu mengandalkan anti virus saja tidak cukup. Ada dua malware yg Alfons utarakan sangat berbahaya bagi para pengguna Internet di Indonesia. Malware sinkronisasi token & ransomware adalah ancaman terbesar yg harus dihadapi oleh masyarakat Indonesia, kata Alfons.

    Masih dalam penuturannya, Alfons pun menjelaskan bahwa fenomena malware semacam ini diibaratkan puncak gunung es. Alfons beranggapan bahwa masih akan banyak lagi malware yg lebih canggih & berbahaya dibandingkan yg sudah ada sekarang.

    Selain itu, Alfons pun memaparkan beberapa penuturan yg tak kalah pentingnya yaitu kerentanan di perambah Internet. Menurut penelitian, ada dua perambah Internet yg memiliki kerentanan paling banyak. Yaitu Internet Explorer & Google Chrome, kata Alfons.

    Terkait menghadapi ancaman ransomware, Alfons pun berkenan memberikan sedikit tips untuk menjaganya. Jangan terlalu andalkan anti virus. Ransomware adalah malware yg mengenkripsi data, papar Alfons. Untuk user rumahan, melakukan back up data ke DVD-ROM orpun cloud storage semacam drop box dapat menjadi satu alternatif terbaik.

    Dari sisi korporasi, Alfon menuturkan bahwa mereka dapat melakukan back up data yg sesuai dengan standar recovery. Selain back up, organisasi dapat melakukan strategi multi layer protection agar sistem keamanan pun memiliki pertahanan berlapis, ujar Alfons.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAnti Virus Miliki Kerentanan diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page