Apakah IoT Berbahaya?

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 23, 2015.

Discuss Apakah IoT Berbahaya? in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Apakah IoT Berbahaya?

    Terkoneksinya semua peralatan yg memudahkan kehidupan manusia dalam Internet of Things (IoT) menjadi sebuah fenomena baru yg kini semakin marak. Manusia akan dimanjakan dengan a&ya IoT. Konsep smart office & smart city adalah salah satu bentuk kemudahan & kegunaan IoT yg akan memanjakan manusia. Tetapi, di balik semua itu tersimpan sebuah pertanyaan. Apakah IoT bisa menjadi bumerang bagi manusia itu sendiri? Keberadaan IoT sendiri menjadi sebuah bukti bahwa teknologi suatu saat akan mampu bekerja tanpa a&ya campur tangan manusia. Itu semua tidak terlepas dari a&ya kepintaran buatan (artificial intelligence) yg menjadi tulang punggung IoT. Kepintaran buatan dalam teknologi IoT tersebut harus dipan&g dengan bijak & arif.

    Fisikawan ternama, Stephen Hawking dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa kepintaran buatan akan menggantikan peran manusia & berkembang dengan sendirinya. Hawking meman&g bahwa kepintaran buatan memiliki sisi buruk yg berdampak pada kelangsungan hidup manusia yaitu mengganti kedudukannya sebagai aktor kehidupan. Elon Musk, enterpreuner di balik kesuksesan PayPal, Tesla & Space-X mengatakan bahwa kepintaran buatan adalah ancaman terbesar dari kehidupan manusia. Musk dengan bercanda mengatakan bahwa kepintaran buatan ibarat membangkitkan setan. Bahkan orang sekaliber Bill Gates pun khawatir terhadap kepintaran buatan. Ia pernah menyatakan bahwa ketika mesin menjadi lebih pintar dari manusia, ia seperti masuk ke dalam sebuah kamp konsentrasi.

    Mengapa kepintara buatan ini di mata orang-orang hebat seperti sebuah ancaman? Kepintaran buatan sejatinya adalah sebuah kemampuan yg dimiliki oleh komputer untuk menyerupai gestur manusia, tingkah laku, persepsi visual, menerjemahkan bahasa & bahkan membuat keputusan. Contoh kepintaran buatan ini dapat terlihat dari muncul komputer super Watson yg mampu mengalahkan pemain Jeopardy. Atau komputer super yg dapat bermain catur di mana ia mampu mengalahkan jawara catur, Garry Kasparov beberapa waktu yg lalu.
    Kepintaran buatan ini menjadi tulang punggung dari Iot itu sendiri. Pada tahun 2020, sekitar 50 juta perangkat akan terkoneksi ke Internet. Dengan a&ya kepintaran di balik IoT, perangkat tersebut akan mampu menerima informasi tanpa perlu a&ya persetujuan dari manusia. Bahkan US Federal Trade Commission (FTC) sudah membuat sebuah aturan penting tentang penggunaan IoT. Secara tegas, FTC menyatakan bahwa IoT harus memenuhi standar keamanan data & perlindungan terhadap konsumennya. Bahkan FTC pun pernah mengatakan akan menindak tegas produsen IoT yg tidak patuh terhadap aturan yg diberlakukan pemerintah Federal.

    Tim OReilly, salah satu aktor di balik frase Web 2.0 meman&g sebaliknya terhadap kepintaran buatan yg dimiliki oleh IoT. Ia melihat bahwa dengan a&ya IoT, kemudahan yg dulu tidak dirasakan oleh manusia setidaknya bisa didapatkan manfaatnya sekarang ini. OReilly bahkan menegaskan bahwa manusia harus bergantung pada perangkatnya untuk mengantisipasi segala bentuk risiko yg akan datang. Ia pun mengakui bahwa Google Now adalah asisten pribadi yg bermanfaat dalam membantu tugas-tugasnya.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenApakah IoT Berbahaya? diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page