Asia dan Afrika Tertinggi Dalam Penyebaran Mobile Malware

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 24, 2015.

Discuss Asia dan Afrika Tertinggi Dalam Penyebaran Mobile Malware in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Asia dan Afrika Tertinggi Dalam Penyebaran Mobile Malware

    Sebuah riset yg dilakukan oleh McAfee & Intel Security menyatakan bahwa Asia & Afrika adalah wilayah tertinggi penyebaran malware. Sekitar 14 persen dari penyebaran mobile malware terindikasi ada di Asia & Afrika. Mereka menyatakan bahwa banyak pengguna telepon pintar yg ada di benua tersebut terinfeksi oleh mobile malware. McAfee & Intel Security melakukan serangkaian uji coba pada 25 aplikasi telepon pintar yg dihimpun dari Carnegie-Mellon CERT. Berdasarkan laporan CERT tersebut, 25 aplikasi tersebut memiliki celah kerentanan yg bisa dimanfaatkan oleh penyerang untuk mencuri data-data penting milik pengguna. Setelah dilakukan serangkaian uji coba, sekitar 18 aplikasi telepon pintar memiliki risiko yg tinggi bagi pengguna telepon pintar.

    Charles Lim, Head of IT Labs dari Swiss-German University mengatakan bahwa mobile malware terus meningkat. Ia mengutip dari laporan Symantec bahwa malware yg beredar pada telepon pintar hampir sepertiganya mempunyai tujuan untuk mencuri informasi dari perangkat tersebut. Sisanya merupakan campuran ancaman informasi lokasi pengguna, ancaman pengiriman informasi, iklan & sebagainya, kata Charles. Dari sekian banyak jenis mobile malware yg sering muncul di telepon pintar, Charles mengklasifikasikannya menjadi enam jenis. Di antaranya adalah virus, worm, trojan, spyware, backdoor & adware. Enam program jahat itulah yg sering muncul di perangkat telepon pintar.

    Charles mengatakan bahwa hanya 55 persen perusahaan yg menyadari keamanan perangkat telepon pintar untuk digunakan dalam BYOD (bring your own device). Hari ini semakin banyak karyawan yg membawa perangkat mereka ke tempat kerja, kata Charles. Ia berpan&gan bahwa konsep tersebut dapat membawa risiko bagi kelangsungan data-data perusahaan. Setiap data perusahaan yg disimpan di perangkat pribadi menurutnya dapat tercuri oleh pihak ketiga tanpa disadari oleh penggunanya. Karenanya ia menganjurkan bagi perusahaan yg memberlakukan BYOD untuk memverifikasi perangkat karyawannya menggunakan sistem operasi & aplikasi terbaru. Kalau Anda menggunakan telepon pintar, maka Anda adalah target dari para hacker, ujar Charles.

    Mobile malware sendiri kian hari kian canggih. Tim keamanan dari AVG Labs bahkan telah mendeteksi sejumlah malware yg dapat mematikan ponsel pintar. Ketika telepon pintar pengguna mati, malware tersebut akan beroperasi untuk mencuri data-data informasi penting lain yg berakibat fatal bagi pengguna itu sendiri. Mereka merekomendasikan untuk mencopot baterei ponsel ketika telepon pintar mereka tiba-tiba mati mendadak.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAsia dan Afrika Tertinggi Dalam Penyebaran Mobile Malware diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page