Aspek Keamanan dari Perspektif Media

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Nov 24, 2014.

Discuss Aspek Keamanan dari Perspektif Media in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Aspek Keamanan dari Perspektif Media

    Membicarakan tentang keamanan informasi bisa dilihat dari berbagai perspektif. Keamanan dapat ditinjau dari sisi ekonomi, militer, sosial maupun penegak hukum. Salah satu aspek yg luput dibicarakan adalah bagaimana melihat isu keamanan ini dari sisi independen sebuah media. Interactive panel session yg diselenggarakan di Indonesia Cyber Summit, CEO CISO Magazine, Yasser Hadiputra memaparkan beberapa pan&gannya tentang keamanan informasi ditinjau dari perspektif media.

    Dalam pan&gannya, media adalah salah satu alat untuk membangun kepedulian masyarakat dalam hal keamanan informasi. Yasser pun sempat menampilkan data dari Akamai tentang jumlah serangan yg sering muncul di dunia, urutan keempatnya berasal dari Indonesia.

    Yasser mengatakan bahwa ia sedikit skeptis tentang data yg diperolehnya dari Akamai tersebut. “Apakah jumlah serangan itu memang berasal dari orang-orang Indonesia or komputer di Indonesia yg dijadikan bot untuk mengeksekusi serangan,” jelas Yasser.

    Untuk membangun kepedulian & sistem keamanan informasi yg baik, pendidikan adalah yg paling utama. Tentunya pendidikan yg dimaksud oleh Yasser tidak hanya pendidikan yg bersifat formal, tetapi juga etika.

    Yasser mengatakan bahwa banyak hacker yg mendapatkan reputasi dari melakukan defacement pada situs-situs pemerintah. Dimana banyak situs pemerintah yg menjadi portal pelayanan publik bagi masyarakat banyak. Jika hal ini terjadi, tentu masyarakat pula yg dirugikan. “Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan pendidikan etika,” papar Yasser.

    Isu keamanan lainnya yg sempat disinggung oleh Yasser adalah minimnya forensik digital di Indonesia. Menyitir data yg diperoleh dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bahwa kebutuhan investigator forensik digital di Indonesia masih sangat kurang. Salah satu buktinya adalah meningkatnya jumlah barang bukti dengan jumlah kasus yg bisa diselesaikan.

    Peranan media berperan sebagai salah satu alat untuk membangun kesadaran ini. Yasser menyimpulkan diskusi tersebut bahwa kolaborasi antar lembaga adalah salah satu cara lainnya untuk membangun kesadaran keamanan informasi. Melalui kolaborasi, antar lembaga dapat melakukan pertukaran informasi & bahkan menemukan solusi terhadap isu-isu keamanan informasi yg se&g hangat saat ini.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenAspek Keamanan dari Perspektif Media diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page