Backdoor Pada Internet of Things (IoT)

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jan 30, 2015.

Discuss Backdoor Pada Internet of Things (IoT) in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Backdoor Pada Internet of Things (IoT)

    Bangkitnya Internet of Things (IoT) pada tahun ini dinilai para praktisi keamanan akan berdampak pada privasi para konsumen. Saat ini hampir seluruh alat yg membantu kehidupan manusia terhubung ke Internet. Pertanyaan terbesarnya adalah amankah IoT yg ada saat ini? Beberapa pihak menilai bahwa IoT yg ada pada pendingin ruangan, mobil, takaran pompa bensi hingga smartcar berpotensi memiliki backdoor. Isu tersebut semakin mewabah pasca pembelotan Edward Snowden terkait aktifitas penyadapan NSA dengan memasang backdoor pada jaringan Internet. Berdasarkan hasil analisis IDC, sekitar 28 miliar IoT akan terpasang pada tahun 2020. Berbeda dengan IDC, Gartner menjelaskan bahwa pada tahun ini IoT yg terpasang diprediksi berjumlah 4,9 miliar, naik sekitar 30 persen dari tahun 2014 & diprediksi jumlah IoT yg terpasang pada tahun 2020 adalah 25 miliar perangkat.

    Perusahaan keamanan yg bernama Tripwire telah melakukan riset yg menyatakan bahwa sejumlah responden perusahaan yg mereka survey khawatir terhadap kehadiran backdoor pada IoT mereka. Perusahaan yg mereka survey pun menyatakan bahwa sekitar 71 persen dari mereka akan mengimplementasikan IoT untuk mendukung operasi bisnis perusahaan. Di saat yg sama, hanya sepertiga CISO yg sudah mengalokasikan &a untuk memitigasi risiko akibat backdoor ini. Di saat yg sama, hanya sedikit praktisi keamanan informasi yg benar-benar percaya terhadap keamanan IoT. Bahkan mereka percaya bahwa perangkat IoT sekarang adalah media empuk untuk dijadikan alat menyerang sistem keamanan informasi perusahaan.

    Alasan logisnya adalah terlalu banyak celah vulnerability pada perangkat IoT. Craig Young, peneliti dari Tripwire mengatakan bahwa staf karyawan lebih rentan diserang melalui IoT di luar lingkungan perusahaan. Biasanya di perusahaan ada kebijakan tertentu terkait IoT, kata Craig. Simpulan ini diambil Craig ketika meneliti banyaknya jumlah karyawan yg hobi mengunduh program berbahaya dari tablet or smartphone mereka dari third party apps. Beberapa IoT terpasang pada kabel USB komputer, kata Craig. Malware or backdoor mempunyai kemampuan untuk mengeksploitasi USB yg mana komputer tersebut tersambung ke server perusahaan, lanjutnya. Kenyataannya hanya sedikit perusahaan yg mempunyai kebijakan khusus bagaimana menjaga keamanan perusahaan dari IoT yg terhubung dengan SCADA or ICS, imbuh Adam Montville, analisis SCM dari Tripwire. Survey diberikan pada 404 pakar TI & 302 CISO/CIO di Inggris Raya.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenBackdoor Pada Internet of Things (IoT) diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page