Badan Nasional Keamanan Siber, Perlukah?

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Dec 17, 2014.

Discuss Badan Nasional Keamanan Siber, Perlukah? in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Badan Nasional Keamanan Siber, Perlukah?

    Sekitar awal tahun 2014, sebuah lembaga survey internet dunia yg bernama WeAre Social yg berbasis di Singapura mengeluarkan hasil surveynya yg menunjukkan data-data global terkait penggunaan internet. Lebih kurang 2,5 miliar di antaranya merupakan pengguna sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram & lain-lain. Berdasarkan data WeAre Social tersebut, mayoritas penduduk dunia sudah sedemikian terhubung dengan dunia maya. Dunia digital siber saat ini menjanjikan berbagai kemudahan bagi umat manusia. Salah satunya adalah penggunaan internet banking, telekomunikasi dengan menggunakan surat elektronik & kemudahan lainnya yg tidak terbatasi oleh wilayah. WeAre Social pun menyatakan bahwa perkembangan internet & dunia siber yg semakin pesat tidak terlepas dari berkembangnya smartphone.

    Telepon pintar yg dimiliki masyarakat pada umumnya bukan hanya sekadar peralatan untuk SMS or menelpon, melainkan sebagai media untuk berinteraksi & mencari informasi. Di Indonesia sendiri, terdapat 281 juta subscriber perangkat yg melebih jumlah penduduk Indonesia sebanyak 251 juta. Ini artinya adalah satu orang penduduk Indonesia memiliki lebih dari dua perangkat gadget. Pengguna Facebook di Indonesia berkisar 25 persen dari total populasi yg mana sekitar 15 persen penduduk Indonesia masih buta internet. Saygnya perkembangan ini tidak diiringi oleh pembangunan keamanan informasi. Menurut AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar, Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, mengatakan bahwa perkembangan dunia siber di Indonesia menyimpan potensi negatif di samping sisi positifnya.

    Efek negatif ini berupa kejahatan siber yg senantias mengintai pengguna internet & penyedia jasa internet yg lalai dalam mempersiapkan keamanan siber mereka masing-masing, tandas Nuh. Ia pun melanjutkan, Ancaman kejahatan siber ini bukanlah yg akan dihadapi. Kejahatan tersebut sudah ada, tetapi semakin berkembang & jauh lebih kompleks. Berdasarkan pendapatnya, kejahatan siber sudah beberapa kali menyerang situs-situs or server milik pemerintah, lembaga keuangan, swasta orpun universitas yg mengakibatkan kerugian yg tidak sedikit. Nilai kerugian yg dialami pun bertambah besar setiap tahunnya, kata Nuh.

    Nuh mengatakan bahwa memang Indonesia saat ini belum menjadi target utama dari banyak serangan siber dunia. Tetapi seiring perkembangan ICT yg pesat, Indonesia bisa jadi menjadi sasaran utama serangan siber, papar Nuh. Serangan siber yg dipaparkan oleh Nuh bisa terdiri dari cyber terrorism, cyber narcotics & bahkan cyber warfare. Indonesia harus siap menghadapi ini, kata Nuh. Ia mengusulkan perlunya dibentuk sebuah ba& yg bertugas membi&gi keamanan siber yg dinamai Ba& Nasional Keamanan Siber. Menurutnya, Ba& Nasional Keamanan Siber ini sudah harus terbentuk di tahun 2017. Rentang waktu antara tahun 2015 hingga 2017 ini menurut Nuh disusun untuk membentuk koordinator keamanan siber, penyusunan kekuatan personil & peralatan siber, pembentukan Ba& Nasional Keamanan Siber & pemantapan kekuatan keamanan siber.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenBadan Nasional Keamanan Siber, Perlukah? diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page