Liga Inggris Benarkah Liverpool Rusak Pertumbuhan Karir Raheem Sterling?

Discussion in 'Bola' started by Bola, Nov 21, 2015.

Discuss Benarkah Liverpool Rusak Pertumbuhan Karir Raheem Sterling? in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    "Di Liverpool, Raheem (Sterling) diminta bermain sebagai full-back, seperti Emre Can diminta sebagai bek tengah padahal ia seorang gelandang. Itu tidak akan membantunya berkembang sebagai seorang pemain. Pindah ke (Manchester) City tepat untuk Raheem, meski fans Liverpool tak mau menerima itu. Di City, ia sekarang memiliki kebebasan.”

    Pernyataan agen Sterling, Aidy Ward, lewat The Mirror itu tentu menambah panjang daftar kebencian fans Liverpool untuknya. Setelah merusak keharmonisan tim dengan memaksakan penjualan Sterling, sekarang sang agen mengkritik kebijakan yang dilakukan oleh The Reds. Bagusnya lagi, ungkapan kontroversial Ward disampaikan beberapa hari sebelum pertandingan antara Manchester City dan Liverpool – di mana Sterling bakal menjadi pusat perhatian.

    Namun, benarkah Liverpool merusak perkembangan Sterling sebagai seorang pemain? Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan ini adalah melihat statistik.

    [​IMG]

    *Perbandingan statistik Sterling dari 11 laga awal Liga Primer Inggris musim 2014/15 dan 2015/16.​

    Dalam 11 pertandingan awal yang ia lakoni bersama Liverpool di musim 2014/15, Sterling mampu mencetak tiga gol dan tiga assist bagi The Reds. Rodgers juga mengizinkan Sterling untuk bergerak bebas dan ini tercermin pada statistik positif di mana Sterling mencatatkan 30 dribel sukses dan 26 kreasi peluang bagi rekan-rekannya. Peran sang winger begitu sentral bagi Rodgers walaupun Liverpool sempat terhuyung-huyung dalam mematenkan posisi di papan atas Liga Primer Inggris.

    Di Liverpool, Sterling mendapatkan banyak peran berbeda, tetapi ia jarang tampil mengecewakan walau tidak bermain di posisi natural. Kadang Rodgers memainkannya sebagai pemain sayap, kadang sebagai bek sayap, bahkan ketika sang manajer frustrasi dengan kondisi lini depannya (Daniel Sturridge cedera dan Mario Balotelli lebih peduli pada pesonanya), Sterling dimainkan sebagai poacher. Ia mendapat tugas untuk mencetak gol dan menjadi penentu kemenangan di usia yang belum genap 20 tahun.

    Sementara itu di Man City, statistik Sterling tidak menunjukkan perkembangan berarti. Sang winger memang mencetak lebih banyak gol (4 gol – tiga di antaranya merupakan hat-trick ke gawang Bournemouth), tetapi hanya mampu mencetak satu assist. Peluang yang diciptakan pun tidak terlalu banyak, hanya mencapai 16 kreasi peluang dan hanya 14 dribel sukses. Kalau hanya melihat statistik ini, bisa dikatakan kalau Sterling versi Liverpool jauh lebih baik ketimbang versi Man City.

    Adapun di balik statistik tersebut, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Minimnya keterlibatan Sterling di City sudah pasti disebabkan oleh perbedaan kelas pemain dibandingkan dengan Liverpool. Musim lalu, Sterling menjadi pusat permainan karena Rodgers tak punya pemain lain yang bisa diandalkan untuk mencetak gol. Di Man City, Sterling harus membagi perannya karena Manuel Pellegrini memiliki banyak pemain kelas dunia dan kalau mempertimbangkan hal ini, statistik Sterling di City sudah terbilang istimewa.

    [​IMG]

    Di Man City, Sterling mendapat kesempatan untuk bermain di posisi naturalnya.​

    Untuk kreasi peluang saja, ia harus bersaing dengan pemain sekaliber David Silva, Yaya Toure, dan Kevin De Bruyne. Kalau mau mencetak gol, ia juga harus melihat posisi Sergio Aguero sebelum mengambil keputusan dan di posisi sayap, ada Jesus Navas yang walaupun sudah menginjak usia 30 tahun masih sering membuat bek pemain lawan jatuh secara menggemaskan. Pellegrini membatasi peran Sterling dan sang manajer lebih sering menurunkannya di posisi natural karena banyak pemain yang jauh lebih unggul daripada Sterling di posisi lain–ini sekaligus mengurangi beban yang perlu ia tanggung sebagai pemain muda berbakat.

    Selain keterbatasan peran dan pengurangan beban moral, Sterling sebenarnya mendapat keuntungan lain dalam konteks pertumbuhannya sebagai pemain. Bermain di tim kelas dunia (City) sudah pasti lebih menguntungkan daripada bermain di tim yang kemampuan pemainnya rata-rata (Liverpool). Dalam sesi latihan saja, ia harus menghadapi duet Vincent Kompany, Eliaquim Mangala, dan Joe Hart ketika menyerang. Sudah pasti hal ini lebih mengasah kemampuannya ketimbang menghadapi Dejan Lovren yang ngantukan atau Simon Mignolet yang suka bermain voli (baca: sering gagal menangkap bola dengan sempurna).

    Belum lagi, peluang bermain di Liga Champions – yang tidak dimiliki Liverpool – bakal membuat Sterling semakin berkembang. Pengalaman menghadapi raksasa-raksasa Eropa bakal mempertajam pedang yang dimiliki olehnya. Ia pun mulai bisa membiasakan diri dengan atmosfer Liga Champions yang termahsyur itu – suatu kemampuan yang wajib dimiliki jika ingin menjadi pemain kelas dunia. Terakhir, peluang untuk memenangkan gelar jauh lebih besar bagi Sterling dan gaji yang ia terima jauh lebih besar ketika ia bermain bagi The Citizens.

    Jadi, benarkah Liverpool merusak perkembangan Sterling? Mungkin kata "merusak” yang digunakan oleh Ward terlampau kejam, tetapi Sterling memberikan sebuah pernyataan yang kiranya mampu memberikan jawaban memuaskan.

    [​IMG]

    Sekarang, Sterling dikelilingi oleh pemain-pemain kelas dunia.​

    "Saya datang ke latihan setiap hari dan bertemu dengan pemain hebat yang bekerja sama dengan saya – seperti Vinny (Kompany), Sergio, David, dan Joe. Hanya ada satu hal yang bisa Anda lakukan (bersama pemain seperti itu) dan hal itu adalah terus berkembang,” ungkap Sterling pada The Mirror.

    "Saya bahagia berada di skuat seperti itu dan semoga saya bisa melanjutkan perkembangan saya dan memenangkan banyak trofi di masa depan bersama klub sepakbola ini,” tandas sang winger.

    Dalam laga di Etihad Stadium besok Minggu (22/11) dini hari WIB, mungkin Sterling bakal dihujani dengan ejekan fans Liverpool, tapi toh ejekan itu takkan menghalanginya bersinar bersama The Citizens, apalagi membunuhnya.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Benarkah Liverpool Rusak Pertumbuhan Karir Raheem Sterling?
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page