Big Bang Industri Otomotif dan Penjahat Siber

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Aug 4, 2015.

Discuss Big Bang Industri Otomotif dan Penjahat Siber in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Big Bang Industri Otomotif dan Penjahat Siber

    Beberapa hari yg lalu, Fiat Chrysler Automotive menarik kembali sekitar 1,4 juta unitnya dari pasaran setelah ditemukan vulnerability di mobil pintarnya yg dapat dimanfaatkan oleh penjahat siber. Dengan berkembangnya Internet of Things (IoT), industri otomotif pun ikut terjun di dalamnya dengan membangun berbagai macam produk mobil pintar. Saygnya, perkembangan IoT itu menjadi big bang or benturan besar antara industri itu sendiri dengan penjahat siber.

    Tidak hanya Chrysler yg “panik” dengan menarik kembali 1,4 juta unitnya, BMW pun merilis patch untuk menutupi sistem keamanan wireless yg berada di 2,2 juta unit mobil pintarnya. Berdasarkan pengamatan para pakar keamanan yg menemukan kerentanan pada sistem wireless Chrysler, penjahat siber dapat mengakses jaringan komputer perusahaan melalui produk mobil pintar mereka.

    Temuan yg jauh mengerikan adalah vulnerability yg terdapat pada mobil Jeep Wrangler. Pakar keamanan yg berusaha menguji keamanan mobil pintar Wrangler mengatakan bahwa mobil tersebut diretas saat se&g berjalan di tengah jalan tol. Dengan memanfaatkan kelemahan pada vulnerability itu, hacker diprediksi dapat mengakses sistem hiburan di dalam mobil dari jarak jauh. Selain itu, hacker pun akan mampu mengambil alih kemudi, gas & transmisi mobil tersebut.

    Beberapa pakar seperti Stuart Poole-Robb dari KCS Group Europe mengatakan bahwa kerentanan yg terdapat dalam mobil pintar itu tidak hanya akan dimanfaatkan oleh penjahat siber yg usil tapi juga grup teroris seperti ISIS. “Kebanyakan mobil pintar tersebut diproduksi oleh AS & negara-negara Barat. Ketika grup teroris dapat menyusup ke dalam mobil pintar & merusak sistemnya, hal itu akan berakibat pada terguncangnya perekonomian dunia,” papar Poole-Robb.

    Ia pun menjelaskan bahwa semakin wireless sebuah mobil pintar maka kendaraan tersebut akan semakin vulnerable. “Sekarang semakin banyak industri otomotif yg berlomba-lomba membangun mobil pintar tanpa menaruh perhatian lebih pada aspek keamanannya,” tegas Poole-Robb. Walaupun ia sendiri tidak memungkiri bahwa perkembangan itu tidak terlepas dari keinginan konsumen agar mobil mereka bisa bekerja secara online & memungkinkan mereka mengakses email saat berkendara.

    “Di AS sendiri, mobil pintar telah menutupi sekitar setengah juta mil. Terlebih lagi, perusahaan seperti Google sangat ambisius untuk membuat mobil pintar. Hal tersebut seakan-akan membuka kotak Pandora,” kata Poole-Robb. Ia mengatakan bahwa tak lama lagi, industri otomotif akan berbenturan dengan penjahat siber.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenBig Bang Industri Otomotif dan Penjahat Siber diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page