Bisakah Eropa Menjaga Kerahasiaan Data Mereka?

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 24, 2014.

Discuss Bisakah Eropa Menjaga Kerahasiaan Data Mereka? in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Pasca penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah AS, Perdana Menteri Jerman Angela Merkel mengusulkan untuk menyimpan semua data-data informasi masyarakat Eropa di benuanya sendiri. Berdasarkan sumber informasi, proposal ini dilandasi oleh ketidakpercayaan Merkel terhadap AS karena kasus penyadapan tersebut. Seperti yang telah diketahui publik, Snowden Effect juga turut mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara. Berdasarkan data Snowden, Jerman merupakan salah satu negara yang menjadi bagian dari mata-mata AS. Melalui proposal tersebut, Merkel meminta pihak yang terkait untuk memantau jumlah traffic internet lintas batas Atlantik.
    Proposal internet yang diusulkan oleh Merkel ini menuai banyak pro dan kontra. Mereka yang kontra kebanyakan berasal dari praktisi dan ilmuwan TI. Menjadikan Eropa sebagai data hub internet memang tidak mustahil. Tetapi, para ahli mengingatkan Merkel bahwa internet bersifat lintas batas dan kemajuan informasi memudahkan siapapun mengakses informasi yang dimaksud. Alan Mauldin, seorang konsultan TI yang bernama Teleography menyatakan bahwa kekhawatiran Merkel tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menyatakan bahwa semua data-data masyarakat Eropa memang sudah dikelola di benua mereka sendiri. Ia pun menyontohkan bahwa ketika seseorang membuka akun email Google di Eropa, maka data tersebut tidak akan terkirim ke Sillicon Valley, AS. Justru data tersebut dikelola di Eropa itu sendiri.
    Adrian Kennard, direktur dari penyedia internet Arnold and Andrew, menyatakan bahwa jaringan internet jangan sampai dipolitisasi. Kennard menjelaskan bahwa data internet yang mengikuti routes berbeda yang menuju satu tujuan pasti selalu melewati berbagai macam jaringan sebelum mencapai tujuannya. Kennard menambahkan bahwa mengubah suatu routes internet untuk tujuan politik merupakan ide yang buruk. Mengubah routes untuk tujuan perbaikan atau komersil adalah lebih ketimbang untuk tujuan politis. Kennard pun menekankan bahwa pemantauan data traffic internet yang ketat seperti proposal Merkel tersebut dapat berpotensi pada latency atau keterlambatan. Hal ini dapat berdampak buruk pada video conference yang menggunakan jalur internet.
    Profesor Mark Manulis dari Universitas Surrey yang berpengalaman dalam bidang kriptografi dan sistem keamanan informasi memiliki pendapat yang lain. Ia mengatakan bahwa internet memang bukan tempat yang aman untuk menyimpan data. Salah satu solusi yang ia berikan adalah metode enkripsi yang kuat. Melalui enkripsi yang kuat, maka data yang terlindungi akan aman dari penyadapan ataupun pembobolan sistem. Melalui enkripsi data, pemerintah tidak perlu untuk merubah jalur internet karena hal itu akan menimbulkan kekacauan. Ia lebih menekankan pada metode enkripsi data. Melalui enkripsi data, informasi yang dianggap rahasia tidak akan dibobol dan hanya bisa dibaca oleh mereka yang memang memiliki kunci untuk membukanya.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page