Cahaya Merah Misterius di Atas Samudera Pasifik

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Aug 27, 2014.

Discuss Cahaya Merah Misterius di Atas Samudera Pasifik in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]
    Baru saja beberapa hari lalu dunia maya dihebohkan dengan cahaya hijau misterius yg terlihat di teluk Thailand dari ISS, kini seorang pilot & co-pilotnya telah melihat cahaya oranye & merah misterius di Samudera Pasifik. Seperti yg dikutip dari Alam Mengembang jadi Guru, cahaya aneh tersebut terlihat di selatan semenanjung Kamchatka Rusia saat pilot & co-pilot menerbangkan pesawat Boeing 747-8 dari Hong Kong ke Anchorage, Alaska.

    Pilot Belanda JPC van Heijst menjelaskan pada PBase bahwa setelah lima jam dari penerbangan yg direncanakan sepuluh jam, mereka melihat sebuah kilasan cahaya seperti petir, mengarah vertikal di kejauhan. Hal ini kemudian diikuti oleh cahaya merah & oranye yg mendalam 20 menit kemudian. Dan peristiwa tersebut membuat van Heijst menjadi bertanya-tanya, apa yg sebenarnya terjadi.

    “Tadi malam di atas Samudera Pasifik, di suatu tempat di sebelah selatan dari semenanjung Kamchatka Rusia, saya mengalami hal paling menakutka & paling membingungkan selama karir terbang saya”, katanya. Tidak ada badai pada rute kami or radar cuaca, jadi cahaya tersebut bukanlah petir yg berasal dari badai.



    [​IMG]
    Cahaya merah misterius yg dilihat pilot dari pesawatnya

    [​IMG]



    Cahaya ini jelas bukan cahaya dari kapal nelayan seperti yg terjadi di teluk Thailand; karena menurut van Heijst tidak ada penangkapan ikan di daerah ini.

    “Semakin didekati, cahaya itupun semakin intens, menerangi awan & langit di bawah kami dalam cahaya oranye menakutkan. Cahaya ini berada di bagian dunia di mana seharusnya tidak ada apa-apa kecuali air,” lanjutnya.

    “Satu-satunya penyebab cahaya merah yg dapat kami pikirkan saat itu, adalah ledakan gunung berapi besar persis di bawah permukaan laut, sekitar 30 menit sebelum kami terbang di posisi yg tepat.”

    Van Heijst & co-pilotnya pun bersiap-siap menghadapi abu vulkanik di tengah malam itu, tapi untungnya mereka tidak mengalami hal semacam itu.

    Sebelum penerbangan mereka mendengar melalui radio tentang gempa bumi di Islandia, Chili & San Francisco. Tapi meskipun terdapat beberapa gunung berapi di rute mereka, mereka tidak mendengar tentang a&ya aktivitas vulkanik baru – meskipun hal ini tidak selalu termasuk gunung berapi bawah laut yg tak terlihat.



    [​IMG]
    Lokasi Cahaya Misterius (titik warna merah muda) yg terlihat di sebelah selatan semenanjung Kamchatka Rusia dalam penerbangan dari Hong Kong ke Anchorage, Alaska (jalur penerbangan berwarna biru)



    Selain terheran dengan cahaya merah tersebut, Van Heijst & co-pilot nya merasa segala sesuatunya aman-aman saja, & saygnya tidak ada pesawat lain di dekatnya untuk mengkonfirmasi penampakan cahaya misterius tesebut.

    “Kami melaporkan pengamatan kami ke Air Traffic Control & investigasi untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi di wilayah laut terpencil itu sekarang dimulai,” tambahnya.

    “Sekarang saya hanya berharap bahwa jika sebuah pulau baru telah terbentuk di sana [dari letusan gunung berapi bawah laut], setidaknya pulau tersebut dapat dinamai dengan nama saya sebagai penemu resmi. “Tentu itu akan sangat keren!”

    [​IMG]
    Sekitar Samudera Pasifik adalah wilayah yg dikenal sebagai Cincin Api, di mana sejumlah besar gempa bumi & letusan gunung berapi terjadi yg mungkin menjadi asal cahaya misterius diatas. Bentuk tapal kuda adalah 40.000 km dengan 452 gunung berapi, adalah rumah bagi lebih dari 75 persen dari gunung berapi aktif & tidak aktif di planet ini.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Cahaya Merah Misterius di Atas Samudera Pasifik diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page