Campus Visit ITHB: Tip Mempersiapkan Diri Terjun ke Dunia Startup

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 1, 2015.

Discuss Campus Visit ITHB: Tip Mempersiapkan Diri Terjun ke Dunia Startup in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,758
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Kamu masih berstatus mahasiswa? Sudah menentukan akan melakukan apa setelah lulus nanti? Selain melamar kerja, kamu bisa mencoba mengembangkan startup.

    Pada helatan Campus Visit di Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung beberapa waktu lalu, dua orang pelaku startup, Hendri Salim (Director of Product Tech in Asia Indonesia) & Vikra Ijas (CMO KitaBisa) berbagi wawasan tentang dunia startup kepada mahasiswa di sana.

    Selain bercerita tentang pengalamannya, Hendri & Vikra juga membagikan beberapa tip mempersiapkan diri & memulai startup. Berikut selengkapnya:
    Mulai dengan masalah di sekitar kita
    Membuka diskusi saat itu, Hendri berbagi pengalamannya saat memulai & mempersiapkan diri di dunia startup. Menurutnya, memulai startup tidak harus dilakukan dari ide besar & brilian, melainkan dimulai dari masalah di sekitar kita.

    Hal senada juga dituturkan oleh Vikra Ijas. Ia menyarankan mahasiswa untuk memperhatikan hal-hal yg terjadi di sekitarnya, & jika ada masalah yg cukup menganggu, maka di situlah mereka bisa memikirkan solusinya. Vikra menambahkan, dengan memahami masalah yg ada, kita bisa mengetahui target pasar startup kita nantinya. Cara ini dapat memudahkan startup mencapai product/market fit, sebuah kondisi ideal bagi startup untuk sukses.
    Founder visioner & engineer
    Tidak cukup dengan ide saja, memulai startup membutuhkan tim yg setidaknya terdiri dari seorang visioner & seorang engineer. Dua tipe orang ini akan menjadi inti tim yg saling melengkapi dalam membangun startup kamu.

    Sesuai dengan keahliannya, seorang engineer nantinya akan berfokus mengembangkan produk terbaik yg memenuhi kebutuhan pengguna. Namun, mempunyai produk saja tidak cukup, startup perlu seorang visioner untuk menentukan arah bisnisnya, pemasarannya, akuisisi penggunanya, & lain sebagainya.
    Luncurkan dengan cepat, dengar respon pengguna
    Setelah mempunyai ide & telah membentuk tim, kini tiba saatnya memikirkan tentang produk. Vikra menyarankan mahasiswa untuk tidak menghabiskan waktu yg terlalu lama dalam mengembangkan produk, yg malah menghambat peluncuran produk itu sendiri.

    Menurut Vikra, startup bisa mengalokasikan satu sampai dua tahun di awal pembuatan produk untuk mencapai Minimum Viable Product (MVP). Setelahnya, startup bisa melihat respon dari pengguna terkait MVP mereka. Respon ini bisa digunakan startup untuk memperbaiki produk & layanannya di masa mendatang.
    Bertahan dengan bootstrap
    Pendanaan merupakan hal yg erat kaitannya dengan startup. Dana yg startup peroleh bisa membantu mereka membiayai pengembangan produk & biaya operasional lain. Bagaimanapun, pendanaan tidak selalu bisa didapatkan, khususnya ketika startup masih dalam tahap awal.

    Sebagai alternatif, Hendri menyarankan startup awal untuk menerapkan cara bootstrapping, / menggunakan dana sendiri. Selain memungkinkan kontrol saham yg menyeluruh, bootstrapping melatih kita untuk tetap mandiri & tidak terlalu bergantung pada bantuan eksternal.

    Sejalan dengan Hendri, Vikra menimpalidengan sebuah kutipan dari Seth Godin:

    Its almost always better to bootstrap your startup.

    Yang terakhir, hal paling penting lainnya adalah mengenalkan startup kamu ke dunia luar. Bagaimana startup kamu bisa dikenal kalau tidak dimulai dengan mengenalkannya ke orang lain?
    Langkah praktis mempersiapkan diri
    Sebagai penutup, Hendri membagikan langkah praktis bagi mahasiswa yg ingin mendirikan startup nantinya. Langkah-langkah ini juga diterapkan Hendri saat ia mempersiapkan diri masuk ke dunia startup:
    • Mengatur & membagi waktu untuk memulai proyek startup kamu dari sekarang.
    • Menceritakan ide startup kamu kepada orang lain. Mengambil saran & kemudian mengembangkan ide tersebut menjadi nyata.
    • Baca buku / referensi lainnya mengenai startup.
    • Mulai belajar mengenai programming & product management.
    • Perluas jaringan kamu. Misalnya kamu bisa datang ke acara-acara startup & berkenalan dengan para pelaku startup lainnya.

    Sekarang, kamu sudah siap untuk mulai startup kamu sendiri? Kami tunggu cerita tentang startup kamu!

    Baca juga: Campus Visit LPKIA: Pentingnya Pengalaman Kerja Paruh Waktu bagi Mahasiswa

    Bagi kamu mahasiswa yg tertarik dengan Campus Visit & ingin menjadi bagian dari komunitas ini, kami persilakan untuk bergabung ke dalam grup Facebook Tech in Asia Campus Visit. Dalam grup ini, kamu akan bertemu dengan mahasiswa lainnya yg berjiwa entrepreneur & dapat saling berbagi informasi yg menarik & berguna.

    (Diedit oleh Lina Noviandari; Sumber gambar DVIDSHUB)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page