Liga Italia CATATAN: Dikuasai Investor Tiongkok, Perjudian Besar FC Internazionale

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jun 7, 2016.

Discuss CATATAN: Dikuasai Investor Tiongkok, Perjudian Besar FC Internazionale in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Baru tiga tahun berjalan setelah berakhir era Massimo Moratti, FC Internazionale kembali mengalami revolusi di belakang layar setelah Suning Commerce Group dari Tiongkok resmi mengambil alih saham mayoritas klub dari pebisnis asal Indonesia, Erick Thohir.

    Kesepakatan tersebut juga menjadi kepastian berakhirnya campur tangan Moratti di dalam klub, setelah ia sepenuhnya melepas kepemilikan sahamnya yang sebesar 30 persen. Seperti yang diketahui, Moratti telah menjadi presiden Inter sejak 1995, dengan ayahnya (Angelo Moratti) juga pernah menjabat sebagai presiden pada 1955 hingga 1968.

    Bergulirnya era baru di bawah investor Tiongkok ini tentu menjadi sebuah langkah krusial bagi Inter ke depannya, tetapi tentu saja ini akan menjadi sebuah perjudian besar Nerazzurri, apakah hasil akhirnya membuahkan kesuksesan besar atau malah kegagalan.

    Bagaimanapun juga, fans Inter bisa merasa lebih lega daripada cemas dengan kepastian akuisisi Suning, karena pada sektor finansial dan politik, Tiongkok bisa menjadi pasangan yang sangat menguntungkan untuk klub.

    Seperti yang diketahui, sepakbola Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami perkembangan, yang terlihat jelas tentu dalam keberanian klub-klub menggelontorkan dana untuk pembelian pemain, terutama Jiangsu Suning.

    Dalam bursa transfer musim lalu, klub-klub di kasta tertinggi sepakbola Tiongkok mengucurkan dana yang sangat deras untuk mendatangkan bintang-bintang kelas atas seperti Alex Teixeira, Ramires, Jackson Martinez dan juga Fredy Guarin. Bahkan, karena itu, rekor transfer termahal di Tiongkok pecah empat kali dalam periode tersebut.

    [​IMG]

    Shanghai Dongya mengawalinya dengan merekrut Elkeson (€18 juta), diikuti Jiangsu Suning (Ramires, €28 juta), Guangzhou Evergrande (€42 juta, Jackson Martinez), dan kembali Jiangsu Suning (Alex Teixeira, €50 juta).

    Keberanian klub-klub Tiongkok melakukan pendanaan besar-besaran untuk merekrut pemain tentu tidak lepas dari peran situasi politik di negara tersebut. Presiden Xi Jingping adalah sosok kepala negara yang ternyata pecinta sepakbola, bahkan ia menargetkan timnas Tiongkok mampu menjadi juara Piala Dunia dalam rentang 15 tahun ke depan, dan juga memproyeksikan Tiongkok akan menjadi salah satu raksasa sepakbola dunia pada 2050.

    Dengan adanya 'dukungan' dari kedua sektor tersebut, fans Inter bisa berharap banyak investor baru mereka mampu mendatangkan bintang-bintang yang dibutuhkan untuk kembali lebih bersaing di musim depan, setelah sebelumnya sempat ketar-ketir karena Erick Thohir mengaku Inter akan kesulitan di bursa karena Financial Fair Play.

    "Ini bukan alasan tetapi kenyataan: Kami tentu harus membeli pemain, tetapi kami juga menyepakati Financial Fair Play dan kami harus menghargai itu," ujar Thohir bulan lalu.

    Kecemasan akan dana bisa dibilang boleh jauh berkurang, tetapi Inter juga harus berhati-hati karena investor Tiongkok tidak banyak memiliki pengalaman bersama klub Eropa.

    Sejauh ini - sebelum Suning membeli Inter dan penjualan Aston Villa ke pebisnis Tiongkok beberapa pekan silam - hanya ada enam investor Tiongkok yang memiliki saham di klub Eropa. Saham mayoritas dipegang pada dua klub 'medioker', Espanyol dan klub Ceko, Slavia Praha. Sementara, saham dua klub raksasa Manchester City dan Atletico Madrid juga dipegang oleh investor Tiongkok tetapi hanya minoritas (13 dan 20 persen).

    Jadi, bisa disebut bahwa Suning Commerce Group menjadi investor Tiongkok pertama yang mengakuisisi penuh kepemilikan salah satu klub top Eropa.

    [​IMG]

    Bagaimanapun juga, selalu ada langkah pertama sebelum melakukan hal besar. Seperti investor Timur Tengah yang kini akhirnya memiliki bisnis menggurita di dunia sepakbola dan memiliki peran penting dalam peningkatan level klub ataupun liga secara keseluruhan.

    "Timur Tengah terus memainkan peran penting dalam kisah ini, baik dalam level klub dan liga," ujar Dan Jones dari Deloitte seperti yang dilansir The National. "Kerja sama komersil dengan sponsor dari Timur Tengah adalah sebagian yang paling menguntungkan di sepakbola, dengan tiga dari lima klub berpendapatan tertinggi memiliki sponsor Timur Tengah di jersey mereka."

    Tidak bisa diabaikan juga bagaimana Manchester City dan Paris Saint-Germain menjelma menjadi raksasa yang ditakuti di Eropa setelah mendapatkan gelontoran dana dari investor Timur Tengah.

    Kini, Tiongkok telah melakukan langkah pertama untuk menyaingi dinasti Timur Tengah di dunia sepakbola dengan membeli saham mayoritas Inter. Dan Nerazzurri bisa menjadi tonggak kesuksesan investor Tiongkok di sepakbola Eropa atau hanya akan menjadi salah satu 'eksperimen awal' yang gagal, karena bagaimanapun juga, menurut tren yang berkembang, Tiongkok diyakini akan semakin tertarik pada dunia sepakbola Eropa.

    "Kepemilikan klub Eropa yang sukses sudah lama dipandang banyak orang sebagai aset trofi global, memberi pemilik profil bisnis yang lebih cemerlang dan memberi akses pada hubungan penting," tulis laporan Deloitte. "Hal itu, dipertimbangkan dengan situasi positif politik Tiongkok terhadap sepakbola, tidak diragukan lagi, akan semakin meningkatkan citra sepakbola Eropa di mata investor Tiongkok."

    Apakah Suning Commerce Group bersama Inter bisa menjadi pionir kesuksesan investor Tiongkok di sepakbola Eropa? Kita nantikan!

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, CATATAN: Dikuasai Investor Tiongkok, Perjudian Besar FC Internazionale
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page