Liga Inggris CATATAN: Jurgen Klopp Mengubah Ragu Menjadi Candu

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 15, 2016.

Discuss CATATAN: Jurgen Klopp Mengubah Ragu Menjadi Candu in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Menit ke-91, Liverpool berada di ambang batas antar hidup dan mati. Papan skor menunjukkan situasi imbang 3-3, namun agregat 4-4 dan keuntungan gol tandang dipegang oleh Borussia Dortmund. Belum lagi, laskar Thomas Tuchel menumpuk para pemainnya di kotak penalti. Situasi sangatlah tidak berpihak bagi The Reds ketika James Milner mengeksekusi tendangan bebas yang berjarak 50 meter dari gawang.

    Adapun pengganti Jordan Henderson itu tidak melambungkan bola ke kotak penalti. Ia justru menyodok bola ke arah Daniel Sturridge yang langsung melebar menyambut bola. Milner, dengan sisa stamina yang ada, berlari kencang ke kotak penalti dan Sturridge memperdaya dua pemain Dortmund untuk mengembalikan bola pada Milner.

    Apa yang terjadi sesudahnya adalah keajaiban. Anfield bergemuruh. Segenap pemain Liverpool berlari ke sudut lapangan untuk merayakan kemenangan bersama para fans. Papan skor menunjukkan bahwa Liverpool berhasil membalik kedudukan dan memimpin 4-3. Liver Bird kembali menyajikan malam fenomenal di kancah Eropa setelah 11 tahun lalu menggetarkan Ataturk.

    [​IMG]

    ***

    "Kita harus berubah dari orang yang ragu menjadi orang yang percaya. Sekarang,” ungkap Jurgen Klopp ketika melakoni jumpa pers perdananya sebagai manajer Liverpool.

    Pesan yang singkat dan sederhana itu ia sampaikan untuk para pemain dan para fans. Sang manajer tentu sadar tanggung jawab yang diembannya ketika datang ke Anfield. 25 tahun tanpa gelar Liga tentu menempatkan banyak tekanan padanya. Namun, ia juga sadar kalau ia tak bisa berjuang sendiri. Ia pun memohon segenap penghuni Liverpool untuk membantunya, dimulai dengan mengubah pola pikir.

    Permohonan itu tidak langsung memberikan dampak positif. Sebulan setelah menyampaikan pesan itu, Klopp menelan kekalahan perdana sebagai manajer The Reds. Dalam pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Crystal Palace itu, Kloppo menyaksikan sendiri fans Liverpool angkat kaki sebelum pertandingan usai. Setelahnya, ia mengaku sedih dan menyampaikannya lewat konferensi pers.

    "Masih ada dua belas menit dan saya melihat banyak orang meninggalkan stadion. Saya menengok ke belakang dan menyaksikan mereka berdiri, lalu pergi," ungkap pria kelahiran Stuttgart itu dengan nada sendu. "Saya merasa kesepian di momen ini."

    [​IMG]

    Sudah jelas tanggapan Klopp itu menjadi viral di media sosial. Dukungan untuk pria berkacamata itu merebak dan simpati mulai beredar. Atmosfer Anfield menjadi lebih hidup di pertandingan kandang selanjutnya. Ucapan demi ucapan yang dilantunkan Kloppo pelan-pelan mulai mengubah pola pikir menjadi yang diinginkan. Pertandingan Liverpool menjadi lebih dari sekadar tontonan.

    Momen-momen magis mulai diciptakan oleh Liverpool dari waktu ke waktu. Gerak-gerik emosional Kloppo di pinggir lapangan menjadi bensin bagi kobar api yang makin membakar. Anfield menjadi benteng bagi Merseyside Merah. Stadion horor berkapasitas 45.522 mulai membuat para tamu kembali gemetar. Pastinya, paduan suara Kopites yang membuat itu semua menjadi mungkin.

    "Kami punya atmosfer yang istimewa di Liga Europa, tetapi yang terbaik tentu saja leg pertama melawan Manchester United. Ini merupakan level yang harus dilompati,” ucap mantan pelatih Dortmund itu sebelum menjamu mantan klubnya di Anfield. "Saya tak suka atmosfer dalam sepakbola ketika mereka tidak memengaruhi pertandingan. Jadi, kami harus melakukan kerja kami, untuk menjadi bagian dari atmosfer ini, menunjukkan kalau kami siap, dan saya yakin orang-orang akan membantu kami.”

    ***

    Babak pertama telah usai. Anfield bergemuruh, tetapi papan skor menunjukkan sebaliknya. Liverpool tertinggal 2-0 dari Dortmund. Gol Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang, semua bermula dari serangan balik, membuat Liverpool tersudut. Mamadou Sakho dkk memasuki lorong dengan kepala tertunduk, tetapi Klopp tidak begitu.

    "Serangan balik Dortmund merupakan hal yang tidak bisa Anda cegah dan kita menyaksikannya setelah menit keempat dan kesembilan. Seringkali dalam pertandingan sepakbola, hal ini sudah dianggap selesai, tetapi tidak bagi tim Liverpool ini. Luar biasa bisa menjadi bagian darinya. Namun di paruh waktu, ada atmosfer bagus karena saya puas, bukan dengan golnya, tetapi pertandingan secara umum,” ujar Klopp.

    Dengan kepercayaan dari para fans, Liverpool memangkas defisit tiga menit setelah babak kedua dimulai. Kerja sama cantik ditampilkan oleh Emre Can dkk, sebelum sang gelandang menutup aksinya dengan operan pada Divock Origi. Gol pertama, keempat bagi Origi pekan ini, tercipta.

    [​IMG]

    Sorak sorai dan paduan suara tetap terdengar dari tribun Kopites dan sekalipun Marco Reus membuat skor menjadi 3-1, tidak ada tanda-tanda suara yang mengecil. Mereka bernyanyi, berteriak, dan mendukung para pemain.

    Philippe Coutinho mencetak gol di menit 66.

    Masih belum selesai.

    Mamadou Sakho menanduk bola ke gawang Roman Weidenfeller di menit 77.

    Skor 3-3, You’ll Never Walk Alone kembali membelah udara.

    Keajaiban terjadi. Dejan Lovren melompati Adrian Ramos dan menyambut umpan silang Milner dengan kepalanya. Bola melanting ke sudut gawang Dortmund dan selebrasi meriah dimulai oleh sang bek Kroasia, di sudut lapangan yang berdekatan dengan kursi penonton.

    SIMAK JUGA
    Dramatis, Liverpool Eliminasi Dortmund
    Origi Bocorkan Nasihat Klopp
    Klopp Ditakdirkan Untuk Liverpool​

    ***

    "Saya mengatakan pada bocah-bocah, ‘Saya tidak berada di sana [Istanbul], tetapi beberapa pemain lama Liverpool, sebagian dari mereka sekarang jadi pundit di televisi, tertinggal 3-0 di paruh waktu dan memenangkan final Liga Champions. Jadi, walau ini terlihat tak mungkin, ini mungkin. Kita harus mencobanya’. Dan mereka melakukannya,” ujar Klopp dalam jumpa pers pascalaga.

    "Kami mencetak gol dan semua orang bisa menyaksikan sesuatu terjadi di stadion. Anda bisa melihatnya, mendengarnya, menciumnya. Lalu ada situasi serangan brilian – Dortmund 3-1.”

    "Lalu itu adalah momen di sepakbola dan kehidupan ketika Anda menunjukkan karakter dan itulah yang bocah-bocah lakukan, dan itu cukup keren untuk ditonton.”

    "Untuk bangkit dalam pertandingan semacam ini, melawan tim dengan kualitas tertinggi, Anda butuh sedikit keberuntungan, tetapi semua orang yang menonton pertandingan akan mengatakan kalau itu pantas terjadi,” tandasnya.

    Kepercayaan tidak hanya tumbuh di tribun, tetapi juga di lapangan. Para pemain Liverpool menunjukkan mentalitas yang dibutuhkan di Anfield. Kemenangan atas klub besar yang tak pernah dicatatkan oleh Brendan Rodgers, langsung digelontorkan oleh manajer asal Jerman itu. Sejak dibesut Kloppo, hanya dua kekalahan terjadi dalam 14 laga melawan klub empat besar di semua kompetisi.

    [​IMG]

    Perubahan ini, seperti yang dikatakan Klopp di awal kedatangannya, bukan sihir instan, melainkan proses panjang. Dari setiap perkataan dan perbuatan, Klopp mengubah para peragu menjadi para pengiman, bahkan pecandu. Penggawa Liverpool mulai kecanduan terhadap kemenangan, sementara fans kecanduan pertunjukan megah.

    Sudahlah, fans Liverpool mana yang bakal menolak kalau dirinya tidak kecanduan untuk menonton siaran ulang laga tadi malam?

    Tapi, laiknya candu pada umumnya, baik itu ganja, morfin, atau LSD, selalu memiliki sisi gelap. Candu pasti menjauhkan penggunanya dari realitas yang, umumnya, pahit.

    Kenyataan pahit itu adalah Liverpool masih puasa gelar dan kemenangan fenomenal kontra Dortmund takkan berarti apa-apa kalau tak ada trofi sampai sepuluh tahun ke depan.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, CATATAN: Jurgen Klopp Mengubah Ragu Menjadi Candu
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page