Liga Italia CATATAN: Kuda Hitam Siap Ganggu Hegemoni Serie A Italia

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jan 13, 2016.

Discuss CATATAN: Kuda Hitam Siap Ganggu Hegemoni Serie A Italia in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Serie A Italia seolah kembali ke bentuk terbaik dengan persaingan sangat ketat menghiasi papan atas klasemen. Napoli menjadi campione d'inverno melalui keunggulan dua angka atas Juventus dan Internazionale, sementara Fiorentina juga masih membuntuti dengan selisih tiga poin.

    Ketatnya empat besar berimbas pada persaingan zona Eropa, AS Roma kini menghuni posisi terakhir untuk menyegel tiket Eropa (peringkat lima) dengan mengoleksi 34 poin, terpaut empat angka dari La Viola.

    Namun, faktor lain yang tidak bisa diabaikan dalam kasta tertinggi sepakbola Italia musim ini adalah mencuatnya kuda hitam kompetisi.

    Status itu bisa disematkan pada dua tim yang secara mengejutkan mampu menembus papan atas setelah kompetisi berjalan setengah musim, yaitu Sassuolo dan Empoli.

    Sassuolo menjadi tim paling mengejutkan sejauh ini, skuat asuhan Eusebio Di Francesco tersebut menghuni posisi ke-enam klasemen sementara, unggul dua angka atas AC Milan dan tertinggal tiga angka dari Fiorentina. Namun, mereka masih memiliki tabungan satu laga.

    [​IMG]

    Neroverdi sudah memberi sinyal peringatan sejak Serie A 2015/16 dimulai, Napoli - yang menjadi juara paruh musim - dipaksa bertekuk lutut di Stadio Città del Tricolore dengan skor 2-1.

    Kejutan-kejutan lain terus dipetik oleh Paolo Cannavaro dan kawan-kawan, terutama menghadapi klub penghuni lima besar Serie A saat ini.

    Sassuolo tidak pernah kehilangan angka ketika berhadapan dengan klub-klub raksasa tersebut. Seperti yang disebut sebelumnya, mereka menumbangkan Napoli, kemudian membekuk Juventus, menahan imbang AS Roma dan Fiorentina, sebelum akhirnya menjadi penentu kegagalan FC Internazionale menjadi juara musim dingin usai tiga angka dirampok di Giuseppe Meazza.

    Pelatih Eusebio telah menanamkan rasa identitas 'asli Italia' yang kuat sehingga kekompakan tim menjadi andalan paling utama di tubuh Sassuolo. Saat ini hanya ada empat pemain asing di klub, namun sang pelatih sudah pernah membantah bahwa ia anti dengan pemain luar.

    "Kebetulan yang menggembirakan," ujarnya. "Ini bukan keputusan ideologi. Saya tidak anti terhadap pemain asing, tetapi mereka harus membuat perbedaan."

    Alhasil, di tubuh tim inti, sangat kental darah Italia. Lini pertahanan dihuni kiper Andrea Consigli, bek berpengalaman seperti Cannavaro dan Federico Peluso, pemain matang seperti Federico Acerbi dan salah satu pemain asing yang bisa memberi perbedaan Sime Vrsaljko (dari Kroasia), membuat mereka menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik. Sassuolo adalah salah satu dari lima tim yang belum kemasukan lebih dari 20 gol musim ini.

    Sementara di lini depan, kontribusi yang merata dari setiap pemain membuat Sassuolo memiliki variasi yang kaya. Tidak ada yang terlalu mencuat di antara para striker, bahkan status top skor dipegang oleh Sergio Floccari (empat gol) yang baru bermain delapan pertandingan, beberapa nama tenar seperti Nicola Sansone, Antonio Floro Flores dan Domenico Berardi hanya mencetak tiga gol meski dengan jumlah pertandingan yang berjumlah dua kali lipat.

    Keseimbangan memang lebih difokuskan oleh pelatih Eusebio, oleh karena itu, sangat jarang melihat Sassuolo meraih kemenangan atau menderita kekalahan dengan selisih lebih dari satu gol musim ini. Neroverdi tercatat tidak pernah kalah lebih dari satu gol dan hanya satu kali menang dengan selisih lebih dari satu gol - melawan Sampdoria (3-1) - di antara tujuh kemenangan lain.

    Motivasi berlipat juga bisa didapatkan dari sisi non-teknis yaitu pada kandang yang sudah menjadi 'rumah' bagi mereka. Sassuolo adalah tim Italia kedua, setelah Juventus, setelah pemilik Sassuolo, Giorgio Squinzi, memutuskan untuk membeli Stadio Città Del Tricolore pada 2013 silam.

    [​IMG]

    Tepat di bawah Sassuolo, ada Empoli yang menempati posisi 15 di klasemen akhir musim lalu. Klub yang sebenarnya 'digembosi' dengan hijrahnya pelatih Maurizio Sarri ke Napoli, ternyata malah tampil inspiratif.

    Sarri yang hengkang dengan membawa dua pilar pertahanan tim, Mirko Valdifiori (gelandang bertahan) dan Elseid Hysaj (bek kanan), direspons dengan mendatangkan bek Parma, Andrea Costa - yang memberi bukti dengan menjadi bek yang paling banyak nomor dua dalam hal intersep.

    Namun, pelatih Marco Giampaolo tidak mendatangkan pengganti Valdifiori hingga bursa transfer berakhir. Ternyata pelatih penuh kontroversi itu menjawab dengan strategi yang lebih condong untuk menyerang daripada bertahan. Empoli tercatat sebagai tim yang paling banyak dilanggar, tim kedua paling banyak melakukan dribel sukses dan tim nomor enam yang paling banyak melakukan tembakan di Serie A sejauh ini.

    Hal tersebut berimbang pada semakin maksimalnya peran striker veteran Massimo Maccarone di musim ini. Pada 2014/15 pemain berusia 36 tahun itu mencetak sepuluh gol, tetapi baru setengah perjalanan musim 2015/16, eks pemain Middlesbrough itu sudah menyumbang delapan gol.

    Apiknya lini depan, tentu tidak lepas dari dukungan di tengah, Riccardo Saponara dan Piotr Zielinski menjadi andalan Empoli untuk memberi tekanan dari lini kedua, keduanya memberi kontribusi besar dalam keberhasilan tim menembus posisi ketujuh di paruh musim Serie A.

    Saponara lebih diharapkan pada umpan-umpan terukurnya. Ia tercatat telah menyumbang enam assist - terbanyak di Serie A bersama Giacomo Bonaventura, Lorenzo Insigne, Miralem Pjanic dan Riccardo Meggiorini - dan melakukan umpan kunci 2.7 per laga - terbaik di Serie A bersama Adem Ljajic.

    Pemain yang dipermanenkan dari AC Milan tersebut juga tidak sungkan untuk menjebol gawang lawan. Ia menjadi top skor kedua Empoli dengan lima gol yang dicetaknya dalam 16 pertandingan.

    Sementara, Zielinski lebih banyak dituntut untuk mendobrak pertahanan melalui aksi individunya. Ia tercatat sebagai salah satu tukang dribel terbaik di Serie A sejauh ini - 2.3 per laga - dan telah menyumbang empat assist.

    [​IMG]

    "Semua tiga gelandang kami memiliki kualitas, tetapi tanpa kerja keras dari penyerang, kami tidak akan bisa memainkan gaya bermain ini," ungkap pelatih Giampaolo. "Para striker lebih mengutamakan tim dan berkat mereka kami bisa menempatkan begitu banyak pemain kreatif sekaligus."

    Meski demikian, Empoli mengumpulkan poin dengan cara berbeda dari Sassuolo. Azzurri justru banyak kehilangan angka ketika berhadapan dengan tim-tim besar, namun ketika bertemu dengan tim-tim yang setara, Empoli tidak ingin kehilangan kesempatan dan berusaha maksimal untuk mendapatkan poin penuh.

    Maccarone dan kawan-kawan tercatat mengalami tiga kekalahan dalam 13 pertandingan terakhir (dari Roma, Juventus dan Inter), dua hasil imbang (Fiorentina dan Sampdoria) dan menyapu bersih delapan pertandingan lain - termasuk ketika menghadapi tim kuda hitam lain, Sassuolo.


    Jika, Sassuolo dan Empoli, tetap mempertahankan performa impresif mereka sepanjang tengah musim 2015/16, maka klub-klub raksasa yang mulai mengalami penurunan seperti AC Milan, Fiorentina, Lazio dan AS Roma harus meningkatkan kewaspadaan - dan juga performa - agar tiket ke Eropa tidak lepas ke tangan klub-klub kuda hitam tersebut.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, CATATAN: Kuda Hitam Siap Ganggu Hegemoni Serie A Italia
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page