Liga Inggris CATATAN: Statistik Positif Di Balik Perubahan Formasi Inkonvensional Liverpool

Discussion in 'Bola' started by Bola, Feb 28, 2015.

Discuss CATATAN: Statistik Positif Di Balik Perubahan Formasi Inkonvensional Liverpool in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,266
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Fan Liverpool, mari lupakan eksekusi penalti Dejan Lovren yang melambung tinggi di atas mistar. Pentas Eropa memang belum pantas disambangi oleh The Reds. Apalagi setelah kekacauan pasca Luis Suarez, laskar Anfield belum lama bangkit ke performa terbaik mereka. Ya, ini baru awal kebangkitan, tapi setidaknya mereka masih pantas berburu empat besar.

    Hal ini sekaligus jadi peringatan bagi Manchester City yang akan berkunjung ke Anfield, Minggu (1/3). Kebangkitan Liverpool tersebut tercermin jelas dalam statistik yang terakumulasi dalam kemenangan demi kemenangan. Sejak awal Desember, tepatnya setelah kalah 3-0 dari Manchester United di Old Trafford, penampilan Liverpool berubah 180 derajat!

    Dalam 15 laga, Liverpool hanya mampu mengantongi 21 poin dan terdampar di peringkat 9 klasemen sementara Liga Primer Inggris. Sejak saat itu, mereka memanjat ke peringkat enam, memetik 24 poin dari total 11 laga. Rata-rata gol per laga pun meningkat. Mereka mencetak dan kebobolan 1,27 gol per laga di 15 pertandingan awal, tapi rerata tersebut melonjak menjadi 1,73 gol per laga dan hanya kebobolan 0,91 gol.

    Brendan Rodgers yang dikritik karena terus mengubah formasi, akhirnya menikmati buah fleksibilitasnya dalam formasi 3-4-2-1 atau 3-4-3 yang inkonvensional, tidak wajar.

    Liverpool, pada dasarnya memberikan ancaman pada lawan dengan taktik yang tak biasa. Kebanyakan tim bermain dengan satu atau dua gelandang bertahan. Jika hanya menggunakan satu, ia akan langsung dikepung. Bahkan dengan dua gelandang, kadang masih ada masalah.

    Lawan-lawan Liverpool biasa menghadapi kreator tunggal dan membiarkan pemain sayap berhadapan dengan bek samping mereka. Namun kalau sang kreator diminta melebar, lawan tanpa sadar akan mengikutinya dan menutup pergerakannya dengan efektif. Sebagai dampaknya, jalur ke empat bek lawan akan terbuka dan bisa dieksploitasi oleh gelandang pelari atau penyerang tengah yang turun ke belakang, satu peran yang mulai dinikmati oleh Daniel Sturridge dan Raheem Sterling.

    [​IMG]

    Percaya atau tidak, formasi tersebut berfungsi, walau tidak menutup kemungkinan cara kerja itu akan segera ditemukan anti-tesisnya. Namun sekarang formasi tersebut jadi sorotan, statistik yang tertera membuat orang semakin bingung. Liverpool mencatatkan lebih sedikit tembakan dalam formasi 3-4-2-1 dibanding keseluruhan, tapi lebih banyak tembakan ke gawang yang tercipta – sebuah indikasi yang menunjukkan mereka lebih sering menciptakan peluang berkualitas.

    The Reds lebih sering memainkan umpan panjang dalam formasi tiga bek, tapi hanya 44,8% yang akurat, sementara formasi lainnya mencatatkan 54,1% akurasi. Hal yang sama terjadi ketika mereka melakukan umpan pendek. Dengan kata lain, mereka lebih mengutamakan kecepatan ketimbang akurasi, mencoba untuk merebut bola dengan cepat, dan menyerang lawan sebelum pertahanan kembali terbentuk rapi.

    Formasi ini sekaligus memangkas jumlah umpan silang yang diciptakan The Reds. Mereka hanya mencatatkan 3,6 crossing akurat dan 7,9 crossing per laga dengan formasi 3-4-2-1 atau 3-4-3. Dalam formasi lainnya, total 16,2 crossing dilakukan dan hanya 4,3 yang akurat – efektivitas yang sangat buruk mengingat mereka tak punya penyerang mumpuni.

    Kesimpulannya, dengan formasi 3-4-2-1 yang mengutamakan kecepatan, The Reds lebih mementingkan konstruksi serangan yang tepat, lebih mementingkan umpan datar ke depan ketimbang melambungkan bola silang ke kotak penalti. Penciptaan peluang pun semakin sering terjadi, dari total 10,7 per laga berubah menjadi 12,7 per laga dan umumnya, setelah mereka merebut bola dengan cepat di sepertiga akhir, ruang untuk proses kreatif akan semakin banyak.

    Formasi ini masih hijau di dunia sepakbola Inggris dan sejauh ini belum ada anti-tesisnya, tapi yang patut digaris bawah, Rodgers telah menciptakan skema segar nan berbahaya. Keras kepalanya di awal musim pun akhirnya berbuah manis.

    Dan sedikit pesan untuk City, sebaiknya mereka segera merapikan pertahanan mereka - yang dikacaukan oleh Barcelona - atau mereka akan jadi korban kesekian formasi inkonvensional Rodgers.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, CATATAN: Statistik Positif Di Balik Perubahan Formasi Inkonvensional Liverpool
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page