Liga Italia CATATAN: Treble Bukan Harapan Kosong Untuk Juventus

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 8, 2015.

Discuss CATATAN: Treble Bukan Harapan Kosong Untuk Juventus in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,317
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Bahkan saat menerima pukulan telak pun, Juventus tampak tidak terkalahkan.

    Dalam 30 laga terakhir sejak dipaksa menyerah 1-0 oleh tuan rumah Genoa pada Oktober, hanya sekali Bianconeri menelan kekalahan lagi, yakni di tangan Fiorentina pada leg pertama babak semi-final Coppa Italia di Juventus Stadium. Namun, skor defisit 2-1 itu ditebus Juve lewat cara istimewa.

    Mereka balik menghajar I Viola, tiga gol tanpa balas, saat menyambangi Artemio Franchi tadi malam. Tiket final Coppa dalam genggaman, dan bahasan soal treble winners pun kembali mengemuka di Turin.

    Minus Gianluigi Buffon, Carlos Tevez, Andrea Pirlo, dan Paul Pogba, Juve akhirnya juga turun tanpa Stephan Lichtsteiner, yang terlilit cedera dalam pemanasan, tapi itu tak menghalangi mereka memporak-porandakan salah satu tim paling berbahaya di Italia dengan display oportunistis nan super. Tim tuan rumah bahkan patut berterima kasih kepada kiper Neto untuk menjaga skor tidak lebih telak dari 3-0.

    Sangat disayangkan ada sedikit cela dalam performa Juve yang sejatinya hampir sempurna. Jelang akhir laga Alvaro Morata secara gegabah melakukan pelanggaran keras yang tak perlu pada Alessandro Diamanti sehingga dihadiahi kartu merah oleh wasit. Terlepas dari noda kecil tersebut, kedigdayaan di Florence melambungkan harapan dan kepercayaan diri Sang Kekasih Italia.

    "Untuk membalikkan keadaan, kami butuh menang dengan marjin dua gol. Kami membutuhkan performa bagus dan kepala yang tenang. Kami harus sangat sabar dan memaksimalkan peluang-peluang yang didapat," demikian tutur Allegri sebelum laga.

    Mereka melakukan lebih dari itu. Ini menjadi bukti sahih kapabilitas Juve, dan datang di waktu tepat, dengan AS Monaco bakal melawat ke Turin untuk duel pertama perempat-final Liga Champions, Selasa (14/4) depan.

    Bianconeri seharusnya mampu mengatasi perlawanan skuat Leonardo Jardim dan, dalam performa seperti ini, mereka bisa menjadi penantang sepadan untuk tim-tim yang lebih besar dan lebih kuat.

    [​IMG]

    Memang, ini bukan kali pertama Fiorentina kolaps. Baru bulan lalu laskar Vincenzo Montella digulung Lazio 4-0, hasil yang menipiskan kans mereka untuk menembus zona Liga Champions, tapi ini adalah tim Juventus yang kehilangan separuh dari first XI mereka. Juve mestinya menjadi sasaran empuk, tapi mereka justru tampil inspirasional.

    Yang paling impresif, mereka berbahaya di sepertiga akhir lapangan walau kehilangan Tevez. Bomber Argentina itu dalam form super pada mayoritas musim ini, dan sebagai pemain terproduktif tim, absensinya akibat cedera paha diprediksi bakal menghambat upaya Juve untuk mengejar defisit agregat dari Fiorentina.

    Dugaan itu salah besar. Alessandro Matri bermain sabar, Morata tampak hidup, dan Roberto Pereyra eksepsional. Vincenzo Montella pun hanya bisa pasrah menyaksikan lini pertahanannya diobrak-abrik oleh barisan penyerang Juve yang sebetulnya merupakan lapis kedua.

    Dengan pemain-pemain sekaliber Morata serta Pereyra menyokong Fernando Llorente dan Tevez dalam skuat Liga Champions Bianconeri, jelas mereka memiliki kedalaman mumpuni.

    Yang tidak kalah krusial adalah keputusan Allegri menggunakan kembali skema 4-3-1-2 untuk laga ini setelah sempat memainkan sistem tiga bek tatkala mengalahkan Genoa dan Empoli dalam dua partai teranyar Serie A. Sejak pertama beralih dari formasi favorit Antonio Conte tersebut, Juve telah memenangi empat dari lima laga Liga Champions, dengan satu sisanya adalah hasil imbang melawan Atletico Madrid untuk mengamankan kelolosan dari fase grup. Mereka juga menanjak ke level lebih tinggi di panggung domestik.

    Juventus kini berstatus finalis Coppa Italia, calon (sangat) kuat kampiun Serie A untuk keempat kali berurutan, dan perempat-finalis Liga Champions, namun berita baiknya lebih dari itu. Mereka akhirnya bermain dalam bentuk yang tepat, memiliki sikap tepat, kedalaman mumpuni, punya pemain-pemain penentu yang segera kembali dari cedera, dan bertanding dengan rasa percaya diri.

    Bahasan treble mungkin agak prematur, tapi Bianconeri memiliki alasan untuk meyakini impian tersebut, dan itu berarti kabar buruk untuk semua pesaing.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, CATATAN: Treble Bukan Harapan Kosong Untuk Juventus
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page