Liga Indonesia CATATAN WFA Expert Meeting 2015: Metodologi Latihan Taktik Sepakbola

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jun 25, 2015.

Discuss CATATAN WFA Expert Meeting 2015: Metodologi Latihan Taktik Sepakbola in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,211
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Pengantar Redaksi: Setelah tahun lalu mengikuti serta membagi pengetahuan yang didapat dari World Football Academy (WFA) Expert Meeting kepada pembaca Goal Indonesia, direktur operasional sepakbola Villa 2000 sekaligus founder www.kickoffindonesia.com, Ganesha Putera, kembali berbagi ilmu setelah mengikuti event yang sama di Barcelona, 3-7 Juni lalu.

    WFA Expert Meeting (WEM) dihadiri oleh lebih dari 50 pakar yang menyebarkan pengetahuan serta membagi pengalaman dari banyak studi kasus dan metodologi dari berbagai organisasi sepakbola dunia. Perwakilan asosiasi Jerman, Spanyol, akademi Barcelona, dan Real Madrid di antaranya hadir sebagai pemateri. WFA sendiri adalah institut kepelatihan independen yang bertujuan menjadikan sepakbola lebih baik. Guus Hiddink menjadi duta lembaga ini dan salah satu tim eksekutifnya adalah Raymond Verheijen, pakar latihan pengondisian fisik yang pernah menjadi staf pelatih timnas Belanda, Korea Selatan, dan Rusia.

    Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tujuh bagian yang diterbitkan secara khusus oleh Goal Indonesia.

    Dalam tulisan sebelumnya, telah disampaikan fakta objektif tentang hierarki sepakbola. Pada hierarki tertinggi terdapat KOMUNIKASI yang datangnya dari TAKTIK TIM. Kemudian di lapis di bawahnya terdapat KEPUTUSAN yang datangnya dari WAWASAN PERMAINAN, lalu EKSEKUSI dari TEKNIK SEPAKBOLA. Terakhir, pada lapis terendah terdapat TEMPO TINGGI 90’ yang datangnya dari FISIK SEPAKBOLA. Hierarki ini tidak sedang menempatkan satu aspek LEBIH PENTING dari aspek lainnya, melainkan susunan dan urutannya.

    Untuk itu, WEM 2015 dibuka dengan materi "Metodologi Taktik Sepakbola” yang dipandu langsung oleh Raymond Verheijen. Kemudian kupasan taktik yang lebih mendalam dilakukan oleh Marcel Lucassen, dari asosiasi sepakbola Jerman (DFB), yang bicara soal ORIENTASI dalam proses KOMUNIKASI. Juga hadir Akfe van der Wouw yang bicara soal proses KOMUNIKASI.

    Sesuai judulnya, metodologi lebih banyak bicara pada tataran "HOW” ketimbang "WHAT”. Topik tidak membicarakan konten taktikal, tetapi lebih pada proses dan sistematika metode latihan taktik itu sendiri. Kalaupun sesi menyentuh konten taktikal yang spesisfik, hal tersebut hanya digunakan sebagai contoh kasus untuk menjelaskan sistematika latihan. Sekali lagi peserta dirangsang untuk selalu memilah cara berpikir Zoom Out (Teoritis dan Filosofis) dan Zoom In (Praktis dan Aplikasi).

    Mulai Dari 11v11

    Seperti biasa, setiap model yang dibangun harus berangkat dari filosofi sepakbola yang objektif. Dalam hal ini permainan 11v11 menjadi titik awal untuk referensi metodologi latihan taktik sepakbola. Secara sederhana kupasan permainan 11v11 utamanya berangkat dari tim kita. Yakni tentang rencana bagaimana tim kita akan bermain dalam bertahan, menyerang, dan transisi. Secara lebih mendetail, variabel bagaimana lawan akan bermain juga dapat dijadikan pertimbangan latihan taktik. Akan tetapi tidak semua level sepakbola memiliki analisis lawan yang mutakhir. Di samping itu, analisis lawan hanya dapat memprediksi, tidak dapat memastikan.

    Hal lain yang harus dijadikan pertimbangan adalah prinsip kesederhanaan dan kompleksitas. Pada suatu titik tertentu, pelatih harus melakukan analisis untuk menentukan level timnya pada suatu pelaksanaan taktik tersebut. Kemudian pelatih, dengan menggunakan prinsip latihan umum seperti proporsi beban-istirahat, volume-intensitas serta beban berlebih, memainkan kesederhanaan dan kompleksitas latihan taktiknya agar terjadi pengembangan.

    Prinsip supercompensation juga berlaku di latihan taktik. Pemain (tim) pada suatu level kemampuan KOMUNIKASI tertentu harus diberi beban lebih (overload). Setelah beban lebih ini, akan terjadi penurunan level yang harus dijawab dengan suatu recovery yang baik. Pasca-recovery, level kemampuan KOMUNIKASI dari TAKTIK ini akan meningkat. Proses inilah yang harus terjadi berulang-ulang, sehingga tim mengalami peningkatan.

    Pertanyaannya bagaimana menerapkan beban lebih dan recovery pada latihan taktik tim? Jawabannya dengan penerapan proporsi latihan taktik tim sederhana-kompleks berimbang. Pada tingkat praktis mengatur kesederhanaan-kompleksitas bisa dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya adalah memperbesar dan memperkecil area latihan. Lalu dengan menghadirkan pertandingan uji coba dengan lawan lebih lemah atau lebih kuat. Terakhir, lewat utak-atik jumlah pemain. Cara terakhir inilah yang menjadi fokus sesi saat itu.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, CATATAN WFA Expert Meeting 2015: Metodologi Latihan Taktik Sepakbola
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page