Liga Spanyol Comeback Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 11, 2015.

Discuss Comeback Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Bayern Munich kemungkinan akan tergusur dari Liga Champions pada Selasa. Memiliki defisit 3-0 melawan Barcelona – yang disebut-sebut sebagai tim terbaik di dunia saat ini – belum lagi banyaknya cedera pada pemain kuncinya dan empat kekalahan beruntun, prediski yang ada sejauh ini tidak memihak untuk tim arahan Pep Guardiola.

    Meski demikian, Liga Champions, yang dulunya dinamai Piala Eropa, memiliki sejarah comeback brilian di masa lalu – mulai dari Real Madrid membuat Derby County tersungkur hingga AC Milan yang dikejutkan Deportivo La Coruna.

    Goal menilik delapan comeback dengan defisit tiga gol atau lebih yang terjadi setelah babak grup (jadi pertemuan dua leg dan final juga dihitung) di kompetisi akbar Eropa jelang semi-final pekan ini antara Bayern vs. Barca dan Real Madrid vs. Juventus…

    [​IMG]

    Liga Champions memiliki hasil-hasil luar biasa dalam sejarahnya, namun duel putaran pertama yang mempertemukan Leeds United dengan Stuttgart di turnamen pembuka (1992/93) adalah salah yang paling menarik. Stuttgart menang 3-0 atas Leeds di leg pertama di Jerman dan tampak akan melaju ke putaran kedua, namun sosok seperti Gary Speed dan Eric Cantona (tertera di gambar) turut menyumbang gol dalam kemenangan kandang 4-1. Aturan gol tandang tampaknya membuat Leeds tersingkir, namun di leg kedua, tim Jerman tersebut secara tidak sadar memasukkan pemain asing keempat yang mana waktu itu hanya diizinkan tiga di bawah aturan turnamen, yang menyebabkan kekalahan otomatis 3-0. UEFA lantas menggelar laga play-off di tempat netral, yang mana Stuttgart kalah 2-1.

    Tiga puluh lima tahun sebelumnya, Schalke menjadi tim pertama yang lolos meski kalah tiga gol di leg pertama di kompetisi akbar Eropa, waktu itu mereka menyisihkan tim Denmark, KB. Klub Jerman itu kalah 3-0 pada Agustus 1958 di leg pertama – dengan semua tiga gol datang di 46 menit pertama. Meski demikian, Schalke sukses menang 5-2 sebulan kemudian, yang mana mengamankan partai ketiga sebagaimana itu adalah aturan sebelum era gol tandang dan adu penalti. KB lantas kembali kalah, kali ini mereka tumbang 3-1 di tempat netral.

    [​IMG]

    Kemenangan Liverpool di Liga Champions 2004/05 menjadi salah satu yang paling berkesan dalam sejarah kompetisi untuk urusan babak kedua. Comeback tiga gol di Istanbul membuat AC Milan yang awalnya berada di posisi memimpin menjadi tim yang menunggu kekalahan. Sebuah gol Paolo Maldini dan dua lesakan dari Hernan Crespo membuat pasukan Carlo Ancelotti tampak akan menjadi juara, namun Rafa Benitez pasti mengatakan sesuatu yang kiranya menginspirasi di saat jeda sebagaimana kepemimpinannya berbuah hasil dan timnya mencetak tiga gol dalam rentang tujuh menit. Sembilan puluh menit berlalu, kemudian dilanjut babak tambahan waktu, dan Liverpool sukses meraih kemenangan tak terduga di drama adu penalti, dengan Andriy Shevchenko mengalami kegagalan di saat penentuan. Sejak itu, mungkin tidak lagi ada sebuah final yang sedramatis itu.

    Tim peraih enam gelar Piala Eropa Real Madrid terbiasa unggul, jadi bayangkan kejutan yang melanda fans mereka di musim 1975/76 andaikan mereka disingkirkan Derby County di putaran kedua kompetisi. Dua sepakan penalti di tengah-tengah hat-trick dari Charlie Goergie turut menyumbang kemenangan 4-1 untuk tim Inggris itu di Baseball Ground, namun keunggulan itu tidak mampu membuat mereka terhindar dari kebangkitan Los Blancos di Santiago Bernabeu. Meski hanya unggul 1-0 di babak pertama, Roberto Juan Martinez dengan cepat menggandakan golnya tepat setelah jeda dan Santillana mencetak gol ketiga beberapa saat berselang. Meski George membuat The Rams kembali memimpin dalam hal agregat, Pirri lantas menyamakan level dari tendangan penalti sebelum Santillana memberikan kemenangan berkat golnya di masa injury time, yang mana membuat mereka menang 5-1.

    [​IMG]

    Hampir 30 tahun kemudian, Real Madrid dipaksa tersingkir dari kejuaraan Eropa meski sempat unggul di leg pertama. Line-up yang berisikan bintang-bintang – termasuk Zinedine Zidane, Luis Figo dan Ronaldo – membuat mereka unggul 4-1 di Santiago Bernabeu di leg pertama babak delapan besar melawan Monaco sebagaimana duel tersebut yang menyisakan beberapa menit. Fernando Morientes kemudian mencetak gol penting lainnya untuk Monaco di ibu kota Spanyol guna memberi timnya dua gol tandang sebelum Raul membalikkan keunggulan tiga gol Madrid di leg kedua di Stade Louis II, dengan sepasang gol Ludovic Giuly dan gol krusial Morientes sukses mengeliminasi juara Liga Champions 2002 tersebut.

    Comeback sarat politik terjadi ketika tim Jerman Timur dan Jerman Barat bertemu dengan mewakilkan Dinamo Berlin dan Werder Bremen di babak akhir Piala Eropa 1988/89. Dinamo adalah tim pemenang di leg pertama, dengan menggenggam keunggulan 3-0 berkat gol-gol dari Andreas Thom dan Thomas Doll sebagaimana juga Frank Pastor. Kekalahan tersebut jutru membangkitkan amarah dari tim Jerman Barat di leg kedua. Michael Kutzop membuka pesta gol di pertengahan babak pertama, namun 45 menit terakhir terjadilah kebangkitan. Guenter Hermann dan Karl-Heinz Riedle membuat Bremen menyamakan kedudukan sebelum Manfred Burgsmuller dan Thomas Schaff melengkapi kekalahan telak Dinamo.

    [​IMG]

    Sejak Piala Eropa menjadi Liga Champions pada 1992, hanya ada satu tim yang mampu membalikkan defisit tiga gol di leg kedua babak sistem gugur kompetisi: Deportivo La Coruna. Mereka sukses menyingkirkan AC Milan meski sempat kalah 4-1 di San Siro. Dengan setidaknya skor 3-0 dibutuhkan untuk mencapai empat besar, tidak ada yang percaya bahwa sang juara bertahan akan tersingkir dari kompetisi. Betapa salahnya mereka: tiga tahun setelah laga heroik melawan Paris Saint-Germain di comeback brilian lainnya Deportivo, Walter Pandiani memulai kebangkitan timnya sebelum Juan Carlos Valeron, Albert Luque dan Fran membuat timnya membalikkan anggapan tidak mungkin untuk melihat tim underdog Spanyol itu melaju ke semi-final dengan mengalahkan Rossoneri 4-0.

    Barcelona mungkin menjadi klub yang mempertaruhkan reputasinya di hari Selasa sebagaimana mereka pergi ke Munich. 29 tahun silam mereka memiliki pengalaman pelik ketika tumbang 3-0 dari Goteborg di leg pertama semi-final. Barca waktu itu sedang mengincar trofi Piala Eropa pertamanya namun dua gol Torbjorn Nilsson dan lesakan Tommy Holmgren memaksa raksasa Spanyol itu mengincar keajaiban di Camp Nou. Picho Alonso menjadi pahlawan untuk kubu Catalunya, di mana ia mencetak hat-trick untuk memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti menyusul skor 3-0 lainnya. Roland Nilsson memiliki kesempatan untuk membawa Goteburg memimpin, namun kegagalannya menjadi highlight dari kekalahan 5-4 tim Swedia itu dari sang tuan rumah. Ironisnya, kegemilangan Barca itu akan coba ditiru Bayern di Allianz Arena nanti.

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, Comeback Terbaik Dalam Sejarah Liga Champions
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page