Critical Infrastructure Menjadi Target Teroris Siber

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jan 29, 2015.

Discuss Critical Infrastructure Menjadi Target Teroris Siber in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Critical Infrastructure Menjadi Target Teroris Siber

    Keberadaan teroris saat ini masih menjadi sesuatu yg mematikan. Pasca peristiwa 11 September, teroris menjadi isu baru dalam ancaman di abad milenia sekarang ini. Bentuk ancaman teroris telah bergeser dari yg sifatnya tradisional menjadi modern. Kelompok teroris saat ini tidak lagi melakukan pemboman terhadap infrastruktur kritis seperti air, migas & energi. Sekarang mereka cukup meretas sistem keamanan infrastruktur tersebut & melumpuhkannya. Hal ini dinilai para pengamat cukup efektif dalam menyebarkan kepanikan & memiliki dampak yg masif ketimbang menghancurkan infrastruktur tersebut.

    Eugene Kaspersky, CEO dari Kaspersky Lab mengatakan pada CNBC bahwa serangan teroris siber sangat sulit untuk diprediksi. Namun, hasil dari serangan tersebut memiliki dampak yg sangat luar biasa, lanjut Eugene. Ia mengatakan pula bahwa kondisi pemerintahan dunia saat ini dinilai masih rapuh dalam menghadapi serangan siber dari kelompok teroris itu. Baru-baru ini situs Malaysia Airlines diretas oleh teroris siber dari kelompok ISIS. Sebuah kantor berita harus merelakan sistemnya lumpuh akibat diretas oleh Syrian Electronic Army & terakhir kasus peretasan memalukan yg mencoreng nama Sony Pictures disinyalir adalah perbuatan tentara siber Korea Utara.

    Eugene dengan mantap melanjutkan bahwa untuk mencegah serangan siber berdampak luas, pemerintah harus rutin melakukan audit TI ke sektor-sektor infrastruktur kritis seperti air, migas, energi & listrik. Kita perlu ingat bahwa jika sektor kritis tersebut tidak sering dilakukan audit, dikhawatirkan akan terjadi kelumpuhan total, imbuh Eugene. Ketika tidak ada tenaga & air, seluruh infratruktur lainnya seperti perbankan & finansial akan terkena kelumpuhan juga, tandasnya. Ia melanjutkan bahwa pemerintah perlu menganggarkan &a keamanan siber lebih banyak daripada sebelumnya. Eugene memperingatkan para pemimpin dunia agar lebih peka terhadap ancaman teroris siber di masa yg akan datang. Eugene mengaku miris melihat &a yg dialokasikan untuk keamanan siber di negara dunia saat ini masih tergolong minim. Kita tidak bisa kebal terhadap serangan. Tetapi langkah pencegahan harus tetap dilakukan, katanya.

    Pemotongan &a keamanan siber masih menjadi polemik di negara Inggris & Eropa. Walaupun begitu, juru bicara dari pemerintahan Inggris mengatakan bahwa keamanan siber merupakan prioritas utamanya. Pemerintah kami telah mengalokasikan &a sebanyak 860 juta Poundsterling untuk lima tahun ke depan pada National Cyber Security Programme (NCSP) sebagai bagian dari mengamankan keamanan siber negara, imbuh juru bicara tersebut. Di saat yg sama, Eugene menekankan bahwa upaya terbaik dalam menanggulangi teroris siber ini adalah menjalin kerja sama yg apik antar negara dunia & saling membagikan best practice masing-masing. Melalui kerja sama tersebut, Eugene mengungkapkan bahwa para pemimpin dunia setidaknya mendapatkan early warning dari negara lain tentang isu teroris siber ini.

    Negara AS & Inggris telah mengembangkan cyber war games yg bertujuan untuk menguji kapabilitas agen-agen siber mereka dalam menahan serangan siber. Simulasi permainan ini telah diterapkan juga di Bank of England & Wall Street. E.J. Hilbert, Head of Kroll’s Cyber Unit Eropa, Timur Tengah & Eropa mengatakan bahwa serangan teroris siber ini telah terjadi di banyak tempat & sejumlah serangan dalam jumlah yg besar akan segera datang. Hilbert, mantan anggota FBI untuk unit kejahatan siber mengkritisi cyber war games tersebut. Simulasi itu hanya permainan. Teroris dapat menyerang dari mana saja. Jika mereka ingin mematikan sistem listrik negara tentu saja mampu. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mampu melindungi sistem listrik kita dari serangan teroris? kata Hilbert. Upaya terbesar pemerintah yg lebih rasional menurut Hilbert adalah membangun framework keamanan siber untuk melindungi infrastruktur kritis mereka.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenCritical Infrastructure Menjadi Target Teroris Siber diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page