Editorial Dapatkah Transaksi uang nyata di game online (RMT) Indonesia berkembang?

Discussion in 'Submitted Articles, Guides & Reviews' started by Perdyzeb, Aug 4, 2015.

Discuss Dapatkah Transaksi uang nyata di game online (RMT) Indonesia berkembang? in the Submitted Articles, Guides & Reviews area at Nyit-Nyit.Net

  1. Perdyzeb TK 0 Kecil Journalist

    Messages:
    67
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    33
    [​IMG]
    Transaksi uang nyata di sebuah game online yang menyediakan trading adalah sebuah hal biasa. Wajar saja jika Real Money Trading ini ada, karena untuk menaikkan level, mendapat item langka, dll, bukan merupakan perkara yang mudah untuk dilakukan, sehingga para gamers mau mengeluarkan uang banyak agar untuk meningkatkan karakternya.


    Salah satu hal menarik yang muncul di game online adalah trading yaitu peluang bisnis dalam game online yang dapat dilakukan oleh siapa saja dengan mata uang yang biasa ada dalam game yang itu gold. Lalu apa jadinya jika gold ini diangkat ke dunia nyata dengan menggunakan pembayaran melalui uang nyata itu sendiri? Itulah yang disebut dengan RMT (Real Money Trading) yaitu dengan memperjual belikan item, bahkan gold didalam game tersebut dengan uang nyata. Tapi sayangnya di Indonesia ini dilarang, di beberapa peraturan game online indonesia yang saya baca, memperjual belikan item, akun dll di game online itu dilarang. Dengan alasan akan banyak terdapat item dupe (item duplikat) dan banyaknya terjadi kasus hacking, karena ini sudah melibatkan uang asli tentunya.
    Tapi walaupun sudah dilarang tidak sedikit pemain yang melakukan RMT di game online, khususnya Lost Saga, Perfect World, Atlatica Online, dll.

    Berdasarkan beberapa sumber yang ada, bahwa RMT di Eropa adalah sesuatu yang legal dilakukan oleh setiap pemain, bahkan ada perusahaan yang menyediakan jasa atau menjembatani Real Money Trading ini khusus para gamers, ya biar transaksinya aman gitu. Alhasil perusahaan itu mendapat keuntungan Miliaran Rupiah tiap tahunnya (ex. Player Auction).
    Kalau seandainya konsep RMT ini diaplikasikan oleh seorang gamers maka bukan tidak mungkin mereka juga akan berpenghasilan, dan inilah yang mengakibatkan gesekan antara developer dan gamers, padahal sadar tidak sadar, Cash atau voucher yang kita beli juga termasuk RMT.

    Maka dari itu, dengan populasi gamers dan game online di Indonesia tidak dapatkah RMT ini berkembang? Seperti layaknya di luar sana, bermain bukan lagi menjadi kerugian seperti yang dilihat orang umum non-gamers, tapi menjadi suatu pekerjaan. Dan bagi gamers sendiri, main itu kerja.
    Masalah item dupe atau hasil hack kembali ke diri masing masing saja.

    Semoga bermanfaat :)

    Sumber:
    Sumber Gambar:
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page