Liga Inggris Dietmar Hamann: Manuel Pellegrini Bikin Yaya Toure Tak Maksimal Di Laga Besar

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 18, 2015.

Discuss Dietmar Hamann: Manuel Pellegrini Bikin Yaya Toure Tak Maksimal Di Laga Besar in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Keseimbangan sangat penting untuk tim-tim terbaik di Liga Champions. Barcelona memilikinya, tapi Manchester City tidak.

    Andres Iniesta adalah sosok yang memberikannya untuk El Barca, itulah kenapa dia amat penting. Iniesta dan Barcelona adalah pasangan yang sangat klop. Yaya Toure dan Manchester City juga bisa seperti itu, tapi seringkali Manuel Pellegrini memilih tim dan taktik yang salah.

    Permainan Barca sangat sesuai dengan Iniesta. Dia senang bermain dengan bola, berpenetrasi melewati lawan, tapi dia juga bersedia bekerja keras saat tim tak memiliki bola. Mereka biasanya mendapatkannya kembali dengan cepat.

    Dia adalah jantung tim, seperti halnya dia bersama Xavi ketika mereka menjuarai Liga Champions dua kali dalam tiga tahun dan saat Spanyol mendominasi sepakbola dunia.

    Dia sering sekali menyentuh bola dan membuat sangat banyak umpan. Dalam periode saya sebagai pemain, saya tidak pernah melihat pemain yang tampil seperti Iniesta, karena saat itu tak ada yang bermain seperti Barcelona - mereka memiliki 70-75 persen possession di kebanyakan laga. Pada periode tersebut, dari 2009, mereka membawa sepakbola ke level baru, dan Iniesta berada di jantungnya.

    Situasinya tidak sama dengan Toure dan City. Statistik menunjukkan betapa pentingnya Toure untuk tim di Liga Primer. Mereka memenangi jauh lebih banyak laga dengannya ketimbang tanpanya. Tetapi dia tidak bermain terlalu baik di Liga Champions, dan itu sama sekali tak berhubungan dengan kemampuannya - ini sepenuhnya soal seleksi tim.

    [​IMG]

    Toure kurang efektif menghadapi tim-tim top karena Pellegrini terlalu sering memilih dua penyerang tengah dan dua gelandang, dan itu tidak mengakomodir kekuatan Toure. Dia akan bagus dalam peran yang kurang ofensif melawan Burnley dan Leicester City, tapi keadaan akan jauh berbeda menghadapi Barcelona, Bayern Munich, Roma, dan Real Madrid.

    Value besarnya untuk tim adalah gol-golnya, dan kekuatan akselerasinya dengan bola dari lini tengah ke garis depan. Dia harus bermain di belakang penyerang.

    City amat membutuhkan kemampuan terbaiknya di Barcelona. Mereka tertinggal secara agregat tapi tetap memiliki kans lebih baik untuk menjuarai Liga Champions ketimbang Liga Primer, kendati kesempatan itu tipis.

    Bahkan pada leg pertama pun, ketika Toure terkena suspensi, Pellegrini memilih tim yang sangat buruk secara taktik. City terlalu terekspos. Mereka harus mengganti seleksi tim dan memainkan Toure di posisi terbaiknya, memberinya peran bebas. Mereka harus menyerang.

    Dia pemain serbabisa, dan kita tahu dia bisa bertahan – dia bermain sebagai bek tengah untuk Barcelona di final 2009. Namun, saya lebih suka melihatnya di posisi penyerang tengah ketimbang bek tengah.

    Toure dan Iniesta adalah dua pesepakbola fantastis. Melalui proses pertumbuhan masing-masing, mereka menunjukkan tidak ada jalan pasti untuk mencapai puncak.

    [​IMG]

    Iniesta bergabung ke La Masia sejak usia 12 tahun dan dia belajar dengan pemain-pemain besar. Dia selalu bisa mengukur dirinya menghadapi pemain-pemain terbaik.

    Toure merintis karier di Afrika dan berkembang sebagai pemain serta pribadi seiring perjalanannya dari Pantai Gading ke Belgia, Ukraina, Yunani, dan Prancis sebelum bermain untuk Barcelona dan City. Pastilah tidak mudah baginya, beradaptasi terhadap kultur yang berbeda, mempelajari bahasa-bahasa baru – tapi itu membuatnya sangat kuat secara mental.

    Mereka berdua akan menjadi pelatih yang sangat bagus ketika berhenti bermain, karena salah satu hal positif dari bermain di klub-klub top adalah Anda belajar dari pelatih-pelatih terbaik, Anda mengambil ide-ide setiap waktu. Pelatih adalah pekerjaan yang sangat menuntut dan Anda harus membuat pengorbanan-pengorbanan – pertanyaannya hanya apakah mereka ingin melakukannya.

    Sedangkan untuk laga nanti, apa pun bisa terjadi dalam sepakbola, dan kalau Pellegrini memilih tim yang tepat Citymemiliki secercah peluang, terutama kalau mereka bisa mencetak gol lebih dulu.

    Meskipun skor masih 0-0 setelah melewati sejam permainan mereka bisa melakukan sejumlah perubahan dan mereka tetap berpeluang. Seleksi tim adalah kuncinya. Anggap saja begini: City memiliki kans lebih baik pada leg kedua ketimbang Liverpool saat half-time di Istanbul pada 2005.

    Namun, saya mengamati leg pertama dengan sangat saksama dan saya amat terkesan dengan Barcelona. Dengan Javier Mascherano bermain cantik di belakang, Ivan Rakitic tampil bagus, Iniesta di pusat segalanya, Luis Suarez mencetak gol-gol dan Lionel Messi berada di level berbeda, mereka tampak sebagus tim Barca yang menjadi juara pada 2009 dan 2011.

    Mereka memiliki kans luar biasa untuk menjuarai Liga Champions lagi tahun ini.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Dietmar Hamann: Manuel Pellegrini Bikin Yaya Toure Tak Maksimal Di Laga Besar
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page