Liga Inggris "Dilly-Ding, Dilly-Dong, Kami Lolos Ke Liga Champions!" & Kumpulan Kutipan Jenaka Claudio...

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 9, 2016.

Discuss "Dilly-Ding, Dilly-Dong, Kami Lolos Ke Liga Champions!" & Kumpulan Kutipan Jenaka Claudio... in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Suatu waktu, Claudio Ranieri pernah diejek oleh koleganya, Jose Mourinho, karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang masih buruk. Mourinho menyebut bahwa manajer Italia itu masih kelabakan mengucapkan ‘good morning’ meski sudah lima tahun berkarier di Inggris.

    Kini, Ranieri adalah idola dalam setiap jumpa pers. Ini terjadi setelah manajer 64 tahun itu sukses menggiring tim semenjana Leicester City menjadi kampiun Liga Primer Inggris 2015/16 - sesuatu yang tak pernah diduga sama sekali dan layak mendapat satu tempat dalam salah satu kisah terhebat dalam olahraga.

    Ya, para pengikut setia sepakbola Inggris, terutama fans Leicester, akan selalu menantikan kata-kata yang keluar dari mulut Ranieri yang selalu mengejutkan, penuh perumpamaan, dan tentu saja jenaka. Mulai dari sepotong pizza, Forrest Gump, Cinderella, hingga menirukan suara bel.

    Goal Indonesia merangkum 11 komentar unik Ranieri di sepanjang musim ini yang menghadirkan canda tawa, seakan-akan menaklukkan Liga Primer sama mudahnya dengan membunyikan bel. Dilly-ding, dilly-dong!

    SIMAK JUGA
    Juara! Leicester City Angkat Trofi Liga Primer Inggris
    Claudio Ranieri Ancam Para Pemain Leicester City
    Leicester City Rilis Jersey Home 2016/17

    "Saya berkata kepada para pemain, ‘Ketika kami berhasil mencatatkan clean sheet, saya akan mentraktir sepotong pizza kepada setiap pemain.’ Mereka sepertinya menunggu saya untuk menaikkan tawaran. Oke, mungkin saya akan memberikan mereka pizza dan hot dog!”

    - Inilah cara unik Ranieri memotivasi para pemainnya. Ranieri sudah barang tentu mengeluarkan ribuan poundsterling hanya untuk mentraktir pizza kepada Riyad Mahrez dkk.

    "Kepada para pemain saya berkata, ‘Ketika saat bertanding kalian mendengarkan sebuah lagu dari Kasabian, itu artinya kalian dituntut untuk menjadi prajurit.’ Ya, saya ingin mereka bermain layaknya prajurit bagi para fans. Kasabian adalah band rock fantastis dari Leicester dan gitaris mereka, Serge, adalah orang Italia.”
    - Ranieri menanggapi chant fans di King Power Stadium yang menyanyikan "Fire”, salah satu lagu Kasabian, saat Leicester menang 4-2 atas Sunderland di laga pembuka musim ini. Sisanya adalah sejarah.

    "Penting untuk tidak melihat ke belakang atau ke bawah. Laksana seorang pemanjat tebing, Anda harus terus menatap ke atas. Jika Anda melihat ke bawah, Anda akan berkata terkejut, ‘Ya Tuhan! Lihat di mana kami berada!’”

    - Seiring tekanan di puncak klasemen terus meningkat, Ranieri memahami bahwa tiada perlu bagi timnya untuk menengok para rival di belakang.

    [​IMG]

    "Terus lari, lari, dan lari, mengapa tidak? Kami seperti Forrest Gump. Leicester adalah Forrest Gump."

    - Ranieri jelas seperti sekotak coklat, karena kita tidak akan tahu apa yang akan kita dapat sebelum dia berbicara! Dalam kesempatan ini, Ranieri membicarakan stamina para pemainnya yang luar biasa.

    "Robert De Niro akan menjadi pilihan yang bagus!"

    - Respons Ranieri soal siapa aktor yang layak memerankan dirinya dalam film tentang Jamie Vardy yang akan segera diproduksi.

    "Hey, man, we are in Champions League! We are in Champions League, man! Dilly-ding, dilly-dong! Come on!"

    - Mungkin ini adalah kutipan terbaik tahun ini. Kendati bahasa Inggrisnya kurang begitu fasih, namun tetap menggambarkan betapa girangnya Ranieri setelah mengetahui bahwa Leicester menyegel satu tempat ke turnamen paling bergengsi Eropa.

    "Bisakah Anda bayangkan jika musim depan Bayern Munich, Barcelona, atau Real Madrid dan lainnya datang kemari [ke King Power Stadium]?"

    - Ranieri menerka seperti apa suasana King Power Stadium di musim depan saat para raksasa Eropa berkunjung ke stadion berkapasitas 32 ribu penonton itu dalam sebuah partai Liga Champions.

    [​IMG]

    "Saya tidak percaya pada para petaruh. Mereka [para petaruh] pada awalnya memprediksi bahwa Ranieri yang akan menjadi manajer pertama yang dipecat. Yang pertama!”

    - Ranieri mendinginkan kans juara Leicester yang pada waktu itu mulai diperhitungkan di bursa taruhan untuk menjadi kampiun Liga Primer.

    "Kami berada di posisi ini [puncak klasemen] karena tim-tim favorit terpeleset dan ini tidak akan terjadi musim depan. Musim depan, kami harus punya target realistis: finis di sepuluh besar.”

    - Sikap rendah diri Ranieri ketika mencapai puncaknya.

    "Leicester adalah Cinderella yang menang di liga terkaya di dunia, jadi semua orang mencintainya. Saya tak pernah percaya dongeng, tetapi saya tak pernah kehilangan harapan. Saya lalu menelepon [Guus] Hiddink dan berterima kasih enam atau tujuh ribu kali!"

    - Pernyataan Ranieri selepas timnya dipastikan juara setelah Chelsea sukses menahan imbang pesaing terdekat Leicester, Tottenham Hotspur, dengan skor 2-2.

    "Saya akan membunuh mereka dengan tangan kosong, saya akan mencekik mereka!"

    - Ancaman Ranieri jelang laga melawan Everton agar para pemainnya tetap memberikan yang terbaik meski mereka sudah dipastikan menjadi juara.



    Bagi pengguna news app Goal dapat menyimak cuplikan pertandingan Liga Primer Inggris, Serie A Italia, dan Ligue 1 Prancis di sini.

    [​IMG]

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, "Dilly-Ding, Dilly-Dong, Kami Lolos Ke Liga Champions!" & Kumpulan Kutipan Jenaka Claudio Ranieri
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page