Diretas Hacker Rusia, Gedung Putih Enggan Berkomentar

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Apr 8, 2015.

Discuss Diretas Hacker Rusia, Gedung Putih Enggan Berkomentar in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,117
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Diretas Hacker Rusia, Gedung Putih Enggan Berkomentar

    Pihak Gedung Putih melalui juru bicaranya untuk bi&g komunikasi strategis, Ben Rhodes mengatakan bahwa pihak Gedung Putih mengakui bahwa Oktober lalu sistem keamanannya diretas. Mereka menolak anggapan media bahwa hacker Rusia adalah dalang di balik peretasan tersebut. Rhodes dalam jumpa persnya dengan media mengatakan bahwa sistem keamanan jaringan Gedung Putih memang telah disusupi, tetapi bukan yg sifatnya rahasia.

    Menanggapi tanggapan beberapa media yg menyatakan bahwa Rusia adalah aktor utamanya, Rhodes mengatakan, Kami mempunyai beberapa lapis sistem keamanan. Ada yg bersifat umum, rahasia & sangat rahasia. Informasi yg termasuk kriteria rahasia & sangat rahasia aman dari peretasan. Ia kemudian melanjutkan, Kami tidak akan memberikan tanggapan apapun terkait siapa pelaku di balik peretasan tersebut.

    Kejadian peretasan itu terjadi Oktober tahun lalu, kata Rhodes. Sekali lagi, kami tidak akan memberikan pernyataan apapun dari mana serangan itu berasal, tandasnya. Banyak pihak yg menduga bahwa peretasan yg dialami oleh Gedung Putih di bulan Oktober tahun lalu didalangi pihak Rusia. Berdasarkan laporan, hacker masuk ke sistem jaringan komputer Gedung Putih melalui jalur komunikasi kementerian luar negeri.

    Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa asal serangan siber tersebut masih berupa spekulasi. Oleh karenanya, mereka enggan berkomentar apapun terkait hal itu. Begitu juga juru bicara National Security Council, Mark Stroh tidak ingin menanggapi spekulasi tersebut. Stroh menyatakan, Penyusupan yg diduga dilakukan oleh Rusia itu hanya spekulasi. Belum ada kebeneran yg pasti.

    Tidak hanya Gedung Putih & National Security Council yg enggan berkomentar, organisasi FBI yg menyelidiki kasus ini hanya diam seribu bahasa. Awal mula dugaan peretasan Oktober tahun lalu ditemukan pertama kali oleh dua orang pejabat Gedung Putih. Anomali tersebut ditemukan ketika ada identifikasi penyusupan terhadap jaringan komunikasi Gedung Putih melalui akses pos elektronik kementerian luar negeri AS.

    Setelah mendapatkan akses, penyerang masuk ke jaringan komunikasi pos-el para staf Gedung Putih. Walaupun jaringan komunikasi itu tidak bersifat rahasia & digunakan sebagai alat komunikasi secara umum, di dalamnya banyak data percakapan tentang jadwal tugas kepresidenan. Menanggapi hal ini, Presiden Obama akan memberikan sanksi tegas bagi perusahaan orpun negara yg mensponsori peretasan terhadap institusi pemerintah AS.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenDiretas Hacker Rusia, Gedung Putih Enggan Berkomentar diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page