Liga Italia Dobrak Papan Atas, Apa Resep Sukses Sampdoria & Lazio?

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 16, 2015.

Discuss Dobrak Papan Atas, Apa Resep Sukses Sampdoria & Lazio? in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,266
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Selain bakal diramaikan dengan derby d'Italia, Serie A Italia giornata ke-36 juga akan diwarnai oleh duel antara duo tim kejutan, yakni Sampdoria dan Lazio, di Luigi Ferraris. Kecuali tifosi kedua tim, khalayak umum mungkin akan memandang sebelah mata bentrok ini. Tapi jangan salah, karena kali ini pertemuan kedua tim siap menghadirkan garansi kualitas tingkat tinggi.

    Bukan tanpa alasan, karena Sampdoria dan Lazio yang lebih kita kenal sebagai kekuatan masa lalu Serie A sudah bangun dari tidur panjangnya. Il Samp yang merupakan tim elit Eropa di akhir 80-an hingga awal 90-an, siap kembali ke Eropa, setelah terakhir mencapainya lima musim silam. Sementara I Biancocelesti yang dikenal sebagai pembunuh raksasa Eropa di awal 2000-an, tinggal selangkah lagi merasakan hebatnya atmosfer agung Liga Champions musim depan, untuk kali pertama sejak musim 2007/08.

    Dengan Serie A yang tinggal menyisakan tiga laga pamungkas, Sampdoria dan Lazio berada dalam posisi yang strategis untuk mewujudkan impian tersebut. Sampdoria yang berada di peringkat enam -- batas akhir zona Eropa -- klasemen sementara, memang tampak lebih riskan karena hanya unggul tak lebih dari dua poin dengan dua tim di bawahnya. Sementara posisi Lazio juga masih belum bisa dikatakan aman untuk lolos ke Liga Champions dengan menempati tiga besar. Poin mereka hanya terpaut tiga dengan tim di bawahnya, Napoli, tapi juga berpotensi besar menelikung sang saudara, AS Roma, sebagai runner-up klasemen, karena hanya berselisih sebiji poin.

    Menarik dilihat dengan sedikit mundur ke belakang, untuk mengetahui proses dan rahasia kebangkitan kedua tim, juga dampak apa yang bisa mereka tuai di musim depan, akibat performa brilian musim ini.

    [​IMG]
    Mihajlovic pimpin kebangkitan Sampdoria

    Hanya sanggup finish di peringkat ke-12 musim lalu, Sampdoria sanggup menggebrak musim ini dengan berkutatnya mereka di papan atas. Tidak konsisten meraih kemenangan memang, tapi Angelo Palombo cs begitu sulit dikalahkan, sekalipun oleh tim-tim besar termasuk sang peraih scudetto, Juventus.

    Di sepanjang putaran pertama, Sampdoria hanya pernah terkapar tiga kali. Satu rekor yang membuat mereka sukses berkutat di lima besar klasemen. Meski performanya sedikit menurun di putaran kedua, hingga giornata ke-35 ini saudara sekota Genoa itu tercatat sebagai tim dengan koleksi kekalahan paling sedikit ketiga, di bawah dua tim teratas Serie A, Juve dan Roma.

    Sosok Manolo Gabbiadini jadi nama terdepan sebagai alasan sinar terang Sampdoria di putaran pertama. Namun kepergian pencetak tujuh gol dan satu assist itu ke Napoli di bursa musim dingin, membukitkan bahwa kekuatan utama Doria adalah kolektivitas tim yang menitikberatkan sisi pertahanan.

    Hal itu ditegaskan oleh pelatih rock n roll mereka, Sinisa Mihajlovic. "Tim ini tidak hanya bergantung pada sosok tertentu saja. Kami mengandalkan kolektivitas tim dan itu adalah esensi dari sepakbola sejati. Kami tertawa dan menangis bersama-sama," tuturnya.

    Statistik pun memaparkan hal yang demkian. Meski memiliki lini depan yang kurang tajam dengan rerata menceploskan 1,28 gol per partai, Sampdoria adalah pemilik pertahanan terbaik keempat di Serie A musim ini dengan hanya kebobolan 1,08 gol per partai. Mereka tipe tim yang gemar bermain pragmatis yang sangat Italia.

    Paparan angka itu bagai anomali penerapan skema andalan Mihajlovic, yakni 4-3-3, yang notabene merupakan formasi super ofensif. Pelatih berkebangsaan Serbia itu bermain cerdas di sini, dengan mentransformasi skema menjadi 4-5-1 defensif, ketika dibutuhkan. Hebatnya perubahan itu bisa mereka lakukan dengan sangat luwes saat pertandingan tengah mencapai klimaks.

    Jika sudah begitu tak bisa dipungkiri, kalau sejatinya Mihajlovic sendiri lah yang memiliki porsi dominan terhadap kebangkitan Sampdoria. Kolektivitas sebuah tim tak akan pernah terbangun jika tak ada pelatih hebat yang jadi pemimpin. "Kami memiliki sosok pelatih luar biasa, yang bisa membuat Anda tercenang di ruang ganti," begitu sanjungan Massimo Ferrero, presiden eksentrik klub yang bermarkas di Luigi Ferraris tersebut.

    [​IMG]
    Anderson jadi bintang utama kejutan Lazio

    Sementara itu Lazio sejatinya tak dijagokan untuk bisa mendobrak papan atas Serie A musim ini. Publik sudah terlanjur kecewa dengan kebiasaan mereka yang meledak di awal musim, tapi kehabisan bensin di pertengahan hingga jelang berakhirnya musim. Tengok saja torehan Tim Elang Muda dalam dua musim terakhir, yang mampu duduk di tiga besar klasemen saat putaran pertama, tapi selalu mengakhiri kompetisi di luar zona Eropa.

    Namun dengan pelatih barunya yang brilian, Stefano Pioli, Lazio musim ini tampil dengan cara yang berkebalikan. Ya, mereka melempem di awal musim dengan sudah mengoleksi lima kekalahan di putaran pertama. Namun Gli Aquilotti mampu bangkit dengan cara yang luar biasa di putaran kedua, dengan sempat menorehkan delapan kemenangan beruntun. Secara mengejutkan posisi runner-up pun sempat mereka rasakan, meski kini berada di peringkat tiga klasemen sementara.

    Dan Felipe Anderson adalah sosok yang paling bersinar dalam rentetan hasil gemilang Lazio. Winger yang juga sahabat karib Neymar di Santos ini sanggup tampil eksepsional, dalam skema andalan 4-2-3-1. Selain kecepatan dan gocekan mautnya yang memesona, pemuda 22 tahun ini adalah pemain yang paling sering terlibat dalam proses gol Tim Biru Langit. Dari total 65 gol yang dilesakkan Lazio, Anderson berjasa pada 17 gol di antaranya dalam bentuk gol dan assist.

    Pioli juga dimewahkan dengan kematangan para penggawa senior, layaknya Antonio Candreva, Lucas Biglia, Stefano Mauri, dan Miroslav Klose. Selain itu, juga masih ada sosok gelandang masa depan timnas Italia, dalam diri Danilo Cataldi. Gaya permainannya mengingatkan kita dengan Dejan Stankovic muda, yang sama baiknya dalam bertahan dan menyerang. Keberadaan lulusan akademi klub ini juga memudahkan sang allenatore, untuk mengubah formasi andalan 4-2-1-3 menjadi menjadi 4-3-3 ketika butuh sengatan dalam menyerang.

    "Saya diuntungkan dengan kemewahan yang tersarikan dalam skuat tim ini. Lazio jadi bisa menerapkan gaya permainan sejatinya secara maksimal dan terus berada di jalur yang tepat, untuk menghadirkan keajaiban di akhir musim," sanjung Pioli pada anak buahnya.

    [​IMG]

    Konsistensi performa dari musim ke musim jadi masalah akut yang selalu melekat pada tim yang dicap sebagai kuda hitam. Meski memiliki sejarah apik, namun Sampdoria dan Lazio tetap sulit terhindar dari ancaman tersebut. Hal itu sudah dibuktikan berkali-kali lewat fluktuasi performa dari musim ke musim, oleh mereka sendiri.

    Karenanya antisipasi haruslah dilakukan. Bagi Sampdoria, tugas utama mereka adalah mempertahankan sang pelatih, Mihajlovic, yang mulai jadi incaran klub-klub lebih mentereng layaknya Napoli. Seperti dipaparkan sebelumnya, sosoknya jadi aktor utama dalam mengusung kebangkitan tim.

    Caranya? Selain urusan personal terkait kesejahteraan, Sampdoria juga harus mengakomodasi kebutuhan Mihajlovic akan peningkatan kualitas komposisi skuatnya. Kebijakan transfer musim ini tergolong apik, dengan hadirnya beberapa pemain yang jadi pilar, seperti Alferd Duncan, Alessio Romagnoli, dan Ezequiel Munoz. Kesemuanya adalah penggawa yang mengisi daerah pertahanan.

    Pada bursa musim panas esok, Il Blucherceti harus mengubah fokus pada area lini serang. Ide gila Ferrero dengan mendatangkan Mario Balotelli dari Liverpool bisa berbuah solusi. Kemungkinannya semakin nyata, karena Balo yang masih berusia 25 tahun sama sekali belum kehilangan kualitasnya, sekalipun melempem di Anfield.

    Tak jauh beda dengan antisipasi yang harus dilakukan Lazio. Posisi Pioli sebagai pelatih 100 persen dijamin musim depan, karena belum adanya kesadaran nyata dari tim lain akan kejeniusan sang allenatore. Langkah lebih ekstrem harus dilakukan dalam upaya mereka mempertahankan skuat musim ini.

    Pilar-pilar andalan seperti Anderson, Biglia, dan Cataldi mulai dilirk sejumlah tim besar. Belum lagi godaan Manchester United pada sang bek andalan, Stefan De Vrij, yang proses adaptasinya berjalan amat baik di Serie A. Kepergian mereka bisa membuat Lazio terjun bebas musim depan, dari kegemilangan di musim ini.

    Sang presiden, Claudio Lotito, tampak harus kembali mengandalkan sikap otoriternya dalam melepas pemain andalan, setidaknya pada bursa musim panas ini. Ketika mental Lazio untuk bersaing di level tertinggi mulai terbentuk, dengan dibarengi siasat transfer jitu melapis pilar, maka itulah saat yang tepat bagi Gli Aquile untuk melepas nama-nama di atas. Tambahan waktu semusim lagi, tampaknya cukup untuk memenuhi hal itu.

    Jika paparan langkah tersebut gagal dilakukan, maka jangan kaget jika kisah klasik kedua tim yang begitu dinamis bakal terulang. Satu hal yang pasti, konsistensi performa gemilang Sampdoria, Lazio, dan tim kuda hitam lainnya di Serie A tidak hanya akan berdampak baik bagi diri mereka sendiri, tapi juga peningkatan level kompetitif kompetisi.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, Dobrak Papan Atas, Apa Resep Sukses Sampdoria & Lazio?
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page