Eko Indradjit: Security Awareness Masyarakat Indonesia Rendah

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, May 22, 2015.

Discuss Eko Indradjit: Security Awareness Masyarakat Indonesia Rendah in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,134
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Eko Indradjit: Security Awareness Masyarakat Indonesia Rendah

    Pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Eko Indradjit mengatakan bahwa security awareness or tingkat kepedulian keamanan informasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Hal itu ia sampaikan pada awak CISO Magazine di sela-sela sebuah acara di bilangan Mega Kuningan, Jakarta.

    Dalam pan&gannya, security awareness dari pakar TI Indonesia terus meningkat & up to date. Saygnya, security awareness tersebut tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran di masyarakat umum, papar Eko. Masyarakat kita masih mudah untuk dikelabui oleh teknik social engineering, imbuhnya.

    Eko sendiri memaparkan salah satu contohnya, Biasanya jika masyarakat kita dikelabui oleh SMS palsu yg mengharuskan mereka memperbarui akun banknya, mereka mau saja menuruti apa kata penjahat, ujar Eko sambil tersenyum. Kesenjangan security awareness antara pakar & masyarakat menurut Eko tidak terlepas dari kurangnya sosialisasi tentang pentingnya keamanan informasi.

    Keamanan informasi itu biasanya disampaikan dalam bahasa dewa. Cobalah bahasanya disesuaikan dengan bahasa orang awam, kata Eko. Sesekali perlu a&ya program pembangunan kesadaran keamanan informasi yg mengajak pada masyarakat luas, ujarnya. Masyarakat pun perlu terbangun security awareness-nya. Jangan hanya pakar saja, imbuh Eko.

    Hacker itu sekarang pintar. Mereka menyerang orang-orang yg tidak tahu. Tidak mungkin mereka menyerang yg sudah aware, kata Eko. Tidak ada perangkat yg dapat menahan serangan melalui social engineering, ujarnya. Kalaupun ada, itu yg Saya sebut dengan istilah human firewall. Apa itu human firewall? Ya, itu security awareness tadi, lanjut Eko.

    Sekitar 78 persen serangan siber di Indonesia dilakukan melalui teknik social engineering, tegasnya. Teknik phising yg sudah ada pun memanfaatkan social engineering, papar Eko. Manusia adalah titik terlemah. Pendidikan adalah hal yg paling penting dalam aspek keamanan informasi, tegasnya.

    Ketika ditanya bagaimana cara membangun kesadaran keamanan informasi di tengah masyarakat Indonesia? Dari mulut ke mulut. Entah bagaimana, marketing mouth to mouth sangat ampuh di Indonesia, papar Eko. Salah satunya caranya adalah melalui surat pembaca di media massa. Ketika ada isu keamanan di surat pembaca, banyak orang memfotonya & posting via grup BBM orpun WhatsApp, katanya. Apalagi hampir semua orang Indonesia mempunyai ponsel pintar. Hal ini sangat efektif dalam pembangunan security awareness. Terutama ibu-ibu yg suka gosip pun dapat ikut membantu kesadaran keamanan informasi, ujar Eko sambil tertawa.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenEko Indradjit: Security Awareness Masyarakat Indonesia Rendah diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page