Liga Jerman EKSKLUSIF Carlo Ancelotti: Jose Mourinho Jadi Korban Hilangnya Motivasi Pemain Chelsea

Discussion in 'Bola' started by Bola, Dec 23, 2015.

Discuss EKSKLUSIF Carlo Ancelotti: Jose Mourinho Jadi Korban Hilangnya Motivasi Pemain Chelsea in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Carlo Ancelotti meyakini hilangnya motivasi di antara pemain Chelsea menjadi penyebab Jose Mourinho kehilangan pekerjaannya di Chelsea.

    Mourinho dipecat pekan lalu setelah gagal mengangkat performa Chelsea. Kekalahan 2-1 dari Leicester City pekan lalu menjadi laga terakhir Mourinho memimpin timnya.

    Sebelum dipecat, Mourinho mengungkapkan dirinya merasa dikhianati oleh pemainnya. Namun menurut Ancelotti, masalah Mourinho adalah menghadapi pemain yang kehilangan motivasinya menyusul kesuksesan di musim sebelumnya.

    [​IMG]
    "Menjaga motivasi pemain adalah tugas paling sulit bagi seorang manajer. Salah satunya bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan kadang tidak, akan selalu ada masalah untuk diselesaikan," ungkap Ancelotti kepada Goal secara eksklusif.

    "Ketika semua berjalan baik, ada risiko terlalu tenang. Bila sebaliknya, pastinya ada masalah dengan kepercayaan diri."

    "Pelatih harus bisa selalu menjaga keseimbangan hal semacam itu, mengangkat level kepercayaan diri, terutama ketika semua tak berjalan sesuai rencana."

    "Situasinya berbeda bagi Mourinho, faktanya tim tak memulai seperti tahun lalu, di mana mereka ingin sekali bangkit setelah menjalani musim yang buruk. Tahun ini malah sebaliknya, dia harus membayar hilangnya motivasi di antara pemain."

    Ancelotti sendiri baru dipastikan menjadi manajer Bayern Munich, menggantikan Pep Guardiola mulai musim depan. Meski memasuki wilayah yang sepenuhnya baru, dengan bahasa dan budaya yang juga baru, Ancelotti menegaskan tak akan terintimidasi dengan atmosfer yang baru ini.

    "Tak ada yang membuat saya khawatir. Saya akan menjalani pengalaman baru yang menarik dan saya sangat senang untuk bisa mengetahui negara baru," jelasnya.

    [​IMG]
    "Hal yang membuat saya banyak mendapatkan pengetahuan baru, tak diragukan lagi, adalah bisa mengetahui budaya yang berbeda, kebiasaan di berbagai negara. Saya yakin akan ada pengalaman baru di Jerman, sangat menarik. Belajar bahasa Jerman? Saya sudah memulainya. Saya bisa pastikan itu tidak mudah!"

    "Yang terpenting adalah bisa menemukan hubungan yang baik antara pemain dan pelatih, dan terus membawa keyakinan Anda, mempu meyakinkan pemain untuk menjalankan rencana Anda."

    "Memberikan hal baru kepada pemain bukan hal yang bagus. Sangat penting bisa menemukan dalam grup kepercayaan atas apa yang Anda lakukan dan untuk memastikan ide Anda bisa diterima semuanya."

    "Bayern adalah klub hebat dan target saya adalah untuk bisa tetap kompetitif di Jerman dan di Eropa," tandasnya.

    Ancelotti juga mengakui sangat tertarik bisa menangani salah satu klub terbaik di dunia, dengan pendukung yang luar biasa.

    "Saya meyakini di Jerman dalam beberapa tahun, setelah 2006, mereka sudah membuat investasi besar. Mereka membangun stadion dan mereka menjadi negara yang sangat kompetitif di level Eropa," jelas Ancelotti.

    "Saya sangat tertarik dengan atmosfer yang akan saya hadapi nanti, karena sepertinya dengan stadion yang penuh, menciptakan atmosfer di sekitar sepakbola. Hal itu yang menjadi ketertarikan utama saya."

    "Saya sungguh beruntung. Sejak awal, di Reggiana, saya selalu bisa mendapati diri saya berada di klub yang memberikan kepercayaan pada diri saya."

    "Saya memiliki karir yang beruntung. Tak diragukan lagi, kesempatan besar selalu datang di waktu yang tepat buat saya."

    "Awalnya saya di Reggiana, kemudian pindah ke Parma di Serie A, kemudian kesempatan yang sama datang di Juventus dan AC Milan. Dan di momen yang sama, ketika saya memutuskan pindah ke luar negeri, saya selalu memiliki kesempatan untuk menangani tim besar."

    Ancelotti juga menyoroti kiprah pelatih asal Italia di luar negeri, seperti Claudio Ranieri yang sukses membawa Leicester City memuncaki klasemen Liga Primer Inggris saat ini.

    "Saya pikir, setelah merasakan dan mengalami secara langsung, sekolah pelatih Italia sangat bagus, di sana mengajarkan banyak hal," terang Ancelotti lagi.

    "Yang kedua, liga Italia memberikan Anda pengalaman berbeda dibanding kompetisi lainnya. Ada variasi taktik yang bisa membuat Anda berkembang dari sudut pandang mana pun, dibanding liga lainnya."

    "Di Italia, ada banyak sistem bermain, ada satu sistem dominan dalam hubungannya dengan yang lain. Hal ini memaksa Anda untuk bisa belajar lagi dan merefleksikan diri dan mendapatkan pengalaman lebih banyak lagi."

    "Saya tak merasa karakter saya telah berubah dibandingkan saat pertama melatih. Saya masih sama. Pastinya pengalaman saya membuat saya lebih banyak memiliki pengetahuan."

    "Akan tetapi, pada akhirnya, tugasnya masih sama. Metodologinya berubah. Saya juga sudah menulis buku mengenai topik, tapi ini adalah evolusi alami dari olahraga, yang akan selalu diperbarui. Tapi dalam hal hubungan, pendekatan saya tak berubah."

    "Mungkin sekarang ada pemain yang lebih banyak untuk ditangani, jadi mungkin sedikit lebih sulit dibandingkan dengan skuat yang hanya bermaterikan 16 atau 18 pemain," tandasnya.

    liga jerman, u19, hari ini, logo, seri b, malam ini, klasemen, EKSKLUSIF Carlo Ancelotti: Jose Mourinho Jadi Korban Hilangnya Motivasi Pemain Chelsea
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page