Liga Indonesia Enam Hal Menarik Dari Pekan Pertama ISL 2015

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 6, 2015.

Discuss Enam Hal Menarik Dari Pekan Pertama ISL 2015 in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Rampung sudah matchday pertama Indonesia Super League 2015, yang diakhiri dengan laga PSM Makassar menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Senin (6/4) sore. Dari sembilan laga yang digelar, Barito Putera jadi satu-satunya tim tamu yang bisa menjungkalkan tuan rumah, yakni Persela Lamongan di Stadion Surajaya dengan skor 2-0.

    Beberapa catatan penting lainnya pun menghiasi pekan pertama kompetisi tertinggi tanah air tersebut. Mulai dari absennya beberapa pemain karena perizinan, hingga meriahnya Kanjuruhan menggelar laga 'terlarang' menurut Badan Olahraga Profesional Indonesia - antara Arema Cronus kontra Persija Jakarta. Berikut catatan menarik yang dirangkum Goal Indonesia.

    PEMAIN GAEK BEREDAR DI PAPAN SKOR​

    Silakan cek ulang hasil pekan pertama ISL, dan beberapa nama akan membawa Anda seakan sedang di awal tahun 2000-an. Mulai dari hat-trick Bambang Pamungkas (34) untuk Persija Jakarta, gol dari duo eks timnas Indonesia yakni Syamsul Chaeruddin (32) dan Ponaryo Astaman (35) untuk PSM. Sampai gol penentu kemenangan Persib Bandung atas Semen Padang oleh Muhamad Ridwan (34).

    Bukan hanya mereka yang boleh dibilang belum habis. Masih ada Talaohu Abdul Musafri (33) dari Barito Putera yang menecetak gol ke gawang Persela Lamongan dan tentu Cristian El Loco Gonzales yang masih sanggup membobol gawang Persija di usia 39 tahun.
    WAKIL KALIMANTAN TIMUR BERTUMBANGAN​

    Pekan pertama ISL 2015 menghasilkan tujuh laga dengan kemenangan dan dua laga dengan hasil akhir imbang. Dari sembilan laga yang dihelat, para tim asal Kalimantan Timur harus bertumbangan.

    Pusamania Borneo FC dengan status tim promosi Divisi Utama dihantam Gresik United 2-1, kemudian Mitra Kukar menyerah satu gol tanpa balas dari Persebaya Surabaya. Dan terakhir, Eddy Simon gigit jari karena Persiba Balikpapan dibantai 4-0 oleh PSM Makassar.

    Dari seluruh laga tersebut, wakil Kaltim memang bermain tandang. Namun, tentu itu tetap bukan hal yang bagus. Sementara wakil dari Kalimantan Selatan, Barito Putera, jadi satu-satunya tim yang berhasil membawa poin penuh dari markas lawan Persela Lamongan. Laskar Antasari membungkam Stadion Surajaya yang dikenal angker untuk tim tamu dengan skor 2-0.
    DARAH MUDA YANG IMPRESIF​

    Siapa bintang di laga pembuka ISL 2015 antara Persipura Jayapura dan Persiram Raja Ampat? Tentu, dia adalah Yohanes Ferinando Pahabol. Dua gol ia lesakkan ke gawang tim Dewa Laut dengan kepalanya dan dengan tendangan menyusurnya.

    Pahabol yang biasa tampil sebagai super-sub kali ini dipercaya menjadi sebelas awal untuk menambal absennya Boaz Solossa yang cedera. Hasilnya membuat pelatih Osvaldo Lessa tersenyum lebar, pemain 23 tahun itu mungkin bakal lebih sering menjadi starter ke depannya.

    Selain Pahabol, pemain muda lain yang mengilap antara lain David Laly yang menyelamatkan Pelita Bandung Raya dari kekalahan di markas Sriwijaya FC, Agi Pratama yang masih 19 tahun dari Barito dan menjadi pemecah kebuntuan di Surajaya, Rico Simanjuntak dari Gresik yang jadi aktor penting kala menjamu Pusamania dan jebolan Indonesia U-19, Muchlis Hadi - yang mencetak gol debut untuk PSM.
    SI JALAK HARUPAT PADAM​

    Euforia akan keberhasilan Persib Bandung menjuarai ISL musim lalu masih terasa hingga laga perdana mereka musim ini. Suporter Persib yang akrab disebut Bobotoh memadati akses menuju Stadion Si Jalak Harupat untuk menonton laga Persib kontra Semen Padang.

    Imbasnya panjang dan cukup menggelikan. Tim Kabau Sirah sampai telat datang ke SJH dan memengaruhi jadwal pertandingan. Otomatis laga yang semulanya diperkirakan selesai sebelum matahari terbenam jadi mundur dan panitia pelaksana harus mempersiapkan penerangan. Mesin diesel untuk menopang lampu stadion pun bermasalah - sehingga SJH gelap gulita dua kali - saat jelang babak kedua dan menit 88'.

    Semen Padang yang berniat mengejar ketertinggalan pun akhirnya harus menerima hasil nihil dari SJH dan Nilmaizar mengaku kecewa atas insiden tersebut. Namun, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman pun mengaku kecewa dan panpel minta maaf atas kejadian tersebut.
    PERCOBAAN KEPEPET SCOTT COOPER​

    Jika belum mendengar alasan mengapa formasi Mitra Kukar kontra Persebaya nampak ganjil, mungkin Scott Cooper akan disebut sebagai pelatih pendatang baru yang gila di ISL.

    Bagaimana tidak? Diego Michiels yang seorang bek sayap harus menggantung di depan, Jajang Mulyana yang seorang striker menjadi bek tengah dan beberapa pemain seakan terlalu diberi kebebasan menjelajahi lapangan. Namun, Cooper pun membeberkan alasannya usai laga - di mana hal tersebut terjadi lantaran para pemain Naga Mekes tak bisa tampil karena masalah administrasi. Pemain tersebut pun vital, antara lain Jorge Gotor, Roy O'Donovan, Cristobal Marquez dan Gavin Kwan.

    Bukan hanya Kukar yang pemainnya mengalami nasib apes karena hal administrasi, beberapa pemain lain yang gagal debut antara lain Syamsir Alam (PBR), Eric Djemba-Djemba (Persebaya), Andrezinho (Barito), Nemanja Vucicevic dan Nenad Begovic (PSM).

    DRAMA KANJURUHAN DAN FABIANO SI 'PELUPA'​

    Stadion paling meriah di pekan pertama ISL jadi milik Kanjuruhan. Menggelar laga tuan rumah Arema kontra Persija, drama delapan gol pun terjadi. Arema yang sebenarnya mendapat larangan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk mengikuti ISL bersama Persebaya - karena aspek legalitas - tak nampak layu dan Aremania pun membanjiri stadion yang terletak di Kepanjen tersebut. Sorakan dan cemoohan juga dikumandangkan Aremania kepada BOPI di laga itu.

    Bambang Pamungkas menggila dengan hat-trick-nya, dua lewat tendangan bebas dan satu lewat titik putih. Bahkan Persija nyaris mengantongi tiga poin ketika Greg Nwokolo memperdaya Kurnia Meiga di menit 82'. Namun, Jakmania akhirnya dibuat layu oleh gol mantan kapten mereka, Fabiano Beltrame.

    Pemain yang berkostum Macan Kemayoran pada 2011-2014 itu menyumbangkan dua gol, dan salah satu golnya menyelamatkan Arema dari kekalahan. Lewat titik putih di menit 90+4, Fabiano membuat Rahmad Darmawan menerima hasil seri. Selepas laga, Fabiano yang sangat dicintai pecinta klub ibu kota pun mengaku lupa kalau Persija adalah mantan klub yang pernah ia bela sehingga dengan lepas melakukan selebrasi atas dua gol yang ia ciptakan.

    "Saya sangat senang bisa cetak gol ke gawang Persija dan, saya lupa kalau itu mantan tim saya," ungkapnya. "Soal selebrasi, ya saya happy saja dan itu terbukti dari kerja keras saya dan teman-teman yang sudah tampil baik," tandas pria Brasil itu.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Enam Hal Menarik Dari Pekan Pertama ISL 2015
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page