Facebook Didesak Hapus Postingan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Sep 1, 2015.

Discuss Facebook Didesak Hapus Postingan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,115
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Facebook Didesak Hapus Postingan

    Semakin maraknya postingan berbau rasis akhir-akhir ini di jejaring sosial media Facebook, mengun&g reaksi dari pemerintah Jerman. Dilansir bloomberg, Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas mendesak Facebook untuk menghapus berbagai postingan rasis anti pencari suaka, setelah beberapa serangan terhadap kamp pengungsi di Jerman dalam seminggu terakhir.

    Menurutnya, Facebook harus segera meninjau ulang praktik mereka ketika berhadapan dengan postingan. Banyak pengguna yg mengeluh kepada kementerian kehakiman karena Facebook tidak menghapus postingan xenophobia (ketidaksukaan yg tanpa alasan or ketakutan berlebihan terhadap orang dari negara lain) dengan alasan bahwa komentar tidak melanggar standar komunitas tersebut meskipun postingan tersebut telah ditandai & direview sebelumnya. “sangat dimengerti bawah foto dari bagian tubuh tertentu secara otomatis dihapus karena masalah moral, namun saygnya pernyataan rasis & xenophobia tidak segera dihapus,” ujar Heiko Maas. Dirinya menambahkan bahwa jangan sampai terjadi toleransi keliru terhadap pengguna yg ofensif memberitakan xenophobia & rasisme. Dia pun mengun&g Facebook untuk bertemu langsung pada tanggal 14 September mendatang.

    Facebook pun menanggapi statement Heiko Maas & mengatakan bahwa mereka telah menanggapi hal tersebut secara serius & menyambut baik kesempatan untuk bertemu. Facebook mengatakan bahwa di Facebook tidak ada tempat untuk rasisme, Konten tersebut jelas melanggar standar komunitas & Facebook akan mendorong pengguna untuk tidak mencoba & menggunakan platform Facebook untuk mendistribusikan kebencian.

    Jerman sendiri telah bergelut dengan masalah potensi kedatangan 800.000 orang pelarian perang & kemiskinan pada tahun 2015. Jumlah ini setara dengan 1 persen dari populasi & merupakan jumlah pengungsi terbesar yg masuk dalam hanya satu tahun sejak akhir Perang Dunia II. Menurut data sekitar 20 bangunan yg ditunjuk sebagai pusat pengungsian telah dibakar di negara itu tahun ini, termasuk dugaan pembakaran yg menghancurkan kompleks ruangan olahraga kosong yg merupakan rumah para pencari suaka sekitar 25 mil sebelah barat dari kota Berlin.

    Perdebatan telah meluas ke Facebook & situs media sosial lainnya, di mana postingan mulai dari pengguna yg menawarkan bantuan & perlindungan hingga komentar xenophobia yg mencela pengungsi sebagai parasit. Facebook, Twitter, & Google kini berada di bawah tekanan dari pemerintah di seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan perang melawan kebencian pada platform mereka. Di Israel, juru bicara Knesset Yuli Edelstein meminta & mendesak Chief Executive Officer Mark Zuckerberg menghapus komentar kebencian terhadap orang Arab & Yahudi dari Facebook. Pemerintah Prancis sendiri telah meminta Facebook, Google & Twitter untuk menghapus konten propaganda teroris pasca serangan terhadap majalah satir Charlie Hebdo Januari silam.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenFacebook Didesak Hapus Postingan diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page