Fakta Unik Ransomware

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Apr 17, 2015.

Discuss Fakta Unik Ransomware in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,146
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Fakta Unik Ransomware

    Masih ingatkan Anda dengan ransomware? Sebuah malware khusus yg mempunyai fungsi untuk mengunci sejumlah data penting dalam komputer pengguna. Mereka yg terinfeksi malware ini harus membayar sejumlah tebusan pada penyerang untuk mendapatkan kode akses sebagai kunci untuk membuka data yg terkunci tersebut. Para pakar mengatakan bahwa puncak serangan terjadi tahun 2013, & diprediksi akan muncul serangan baru.

    Para pakar keamanan informasi telah menemukan sejumlah varian terbaru dari ransomware ini dengan menamainya cryptoware or cryptowall. Menurut pakar dari CMIT Solutions of Goshen, New York, cryptoware ini menginfeksi sistem komputer pengguna yg mengakses tautan pada file yg diunduh dari Internet. Ada pula kemungkinan komputer pengguna terinfeksi malware ketika mengakses situs yg paling aman sekalipun, tandasnya.

    Berdasarkan keterangan yg dihimpun dari FBI, penjahat siber yg meminta tebusan itu lazimnya menggunakan BitCoin. Rata-rata tebusan yg diminta oleh penjahat siber berkisar di antara 500 hingga 700 dolar AS. Walaupun begitu, BitCoin ini sangat sudah untuk dilacak jejaknya.

    Symantec pernah membuat laporan bahwa pada bulan Januari hingga Desember 2013, angka serangan berkisar antara 60.000 hingga 100.000 serangan. Bahkan mereka pun mengatakan bahwa tiga persen dari penggunanya terinfeksi oleh serangan ransomware. Adapun FBI menghimpun data bahwa pada tahun 2014 yg lalu, terdapat 1.646 keluhan yg mereka laporkan karena filenya terkunci oleh ransomware.

    Di satu sisi, Symantec mengatakan bahwa program antivirus tidak akan bisa menangkal serangan ransomware. Hanya perusahaan besar yg bisa membeli program antivirus khusus yg memiliki kapabilitas menangkal virus tersebut. Menyimpan data di Google Drive dinilai Symantec sangat riskan. Mereka menganjurkan untuk membuat sistem back up yg dapat menjadi ca&gan ketika file PC terinfeksi ransomware.

    Situs yg menyediakan penyimpanan secara daring menurut mereka lebih efektif ketimbang menggunakan Google Drive. Symantec mengatakan alasannya bahwa Google Drive masih terkoneksi dengan PC pengguna. Di sisi korporasi, para eksekutif dapat memulai membuat sebuah kebijakan untuk memisahkan data antar departemen. Mereka pun perlu menerapkan sebuah program edukasi khusus terkait ransomware tersebut. Salah satunya adalah edukasi untuk tidak sembarang membuka tautan dalam file, meskipun surel or file itu berasal dari pengirim yg mereka kenal.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenFakta Unik Ransomware diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page