Liga Indonesia Faktor Kunci Di Balik Kedigdayaan PS TNI

Discussion in 'Bola' started by Bola, Dec 1, 2015.

Discuss Faktor Kunci Di Balik Kedigdayaan PS TNI in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Tak bisa dimungkiri turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS) banyak melahirkan kejutan. Di antaranya kandasnya dua finalis turnamen Piala Presiden 2015 di babak penyisihan grup, yaitu Persib Bandung dan Sriwijaya FC.

    Begitu pula Bali United Pusam, yang bertindak sebagai tuan rumah sekaligus sebagai tim yang memiliki masa persiapan paling lama juga kandas di babak ini.

    Namun yang paling mengejutkan adalah begitu digdayanya tim PS TNI di grup C. Mereka mampu menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan. Padahal di grup itu mereka dikeroyok klub-klub berpengalaman yang katanya lebih profesional yakni Persib, Persela Lamongan, Pusamania Borneo FC (PBFC), hingga tuan rumah Surabaya United.

    Bahkan, PS TNI sempat diremehkan eks pelatih PBFC, Iwan Setiawan. Namun, semua perkataan Iwan dibalikkan oleh skuat asuhan Suharto AD itu dengan menaklukkan tim Pesut Etam, sekaligus memaksa Iwan memenuhi nazarnya untuk mundur sebagai pelatih PBFC.

    Bukan hanya PBFC. Surabaya United, Persela, dan Persib juga menjadi korban keganasan Manahati Lestusen dan kawan-kawan di atas lapangan. Praktis, hasil itu membuat mereka merajai grup C dengan 11 poin.

    Para penggawa PS TNI mampu menunjukkan permainan yang penuh determinasi, keras, cepat, dan pantang menyerah hingga peluit akhir pertandingan berbunyi.

    Patut diacungi jempol seorang Suharto yang mampu meracik dengan baik komposisi pemain yang merupakan gabungan dari PSMS Medan, serta eks penggawa timnas Indonesia U-23 dan U-19, yang berstatus prajurit TNI di tim ini. Belum lagi, adanya amunisi sipil macam Legimin Raharjo yang menambah solid tim.

    "Alhamdulillah kami bisa menyapu bersih empat laga. Kami juga tidak menyangka bisa mengalahkan mereka yang lebih berpengalaman. Tetapi memang di setiap pertandingan, kami selalu mengincar kemenangan," ujar Manahati Lestusen, kepada Goal Indonesia.

    Mantan kapten timnas U-23 itu mengakui, bahwa PS TNI sangat berbeda dengan klub-klub profesional yang pernah dibelanya seperti Persebaya Surabaya (sekarang Surabaya United) dan Barito Putera. Dia pun memberikan sedikit bocoran faktor yang membuat timnya berbeda dengan klub kebanyakan di Indonesia.

    "Kami (eks penggawa timnas) bisa beradaptasi dengan baik. Sampai sekarang perbedaan yang jelas, kami menjadi lebih disiplin. PS TNI jauh lebih disiplin. Inilah yang membedakan kami dari tim-tim lainnya," jelasnya.

    Sebagai pelatih, Suharto pun mengakui bahwa PS TNI memiliki perbedaan dengan klub sepakbola pada umumnya. Meski program latihan yang diterapkan hampir sama, dirinya mengakui kunci keberhasilan timnya saat ini adalah pembentukan karakter pemain yang dilakukan secara militer. Maka tak heran setiap kali bermain, mereka seperti tidak pernah kehilangan nafas dan sangat militan layaknya seorang prajurit di medan tempur.

    "Bermain dengan penuh semangat juang, ngotot, dan sikap tidak mau kalah. Itu yang selalu saya tekankan kepada para pemain," tegasnya.

    Selain metode latihan, hal berbeda lainnya diperlihatkan mereka seusai mencetak gol. Layaknya timnas U-19 di bawah arahan Indra Sjafri yang identik dengan selebrasi sujud syukur, Legimin Raharjo dan kawan-kawan juga mempunyai cara tersendiri. Selepas mencetak gol, seluruh pemain selalu menghadap tribun barat dan memberikan penghormatan.

    [​IMG]

    "Kalau dibilang perintah, sebenarnya bukan. Kami cuma ingin berbeda saja dengan (masyarakat) sipil. Karena kami TNI, makanya kami melakukan penghormatan layaknya seorang prajurit," ucap Manahati.

    Selain itu, suasana berbeda juga selalu tampak saat PS TNI bertanding. Sejumlah pria berambut cepak (baca: pasukan TNI) selalu ‘mengudeta’ tribun sebelah barat. Mereka ‘mempersenjatai’ diri dengan beberapa drum lengkap untuk memberikan semangat kepada rekan-rekannya sekaligus memberikan teror bagi setiap lawan-lawannya.

    Suara mereka bergemuruh ke seluruh stadion, memberikan rasa tidak nyaman kepada setiap penggawa lawan. Layaknya suporter sesungguhnya, mereka juga menari-nari dan menyanyikan lagu khas militer.

    [​IMG]

    "Kalau suara mereka (suporter PS TNI) lebih kencang dari suporter kebanyakan, jelaslah. Mereka saja waktu lari-lari, selalu bernyanyi-nyanyi. Apalagi di dalam stadion mendukung rekan-rekannya. Pasti lebih kencang," kata Letjend Edy Rahmayadi, selaku Pembina PS TNI.


    Berbeda menjadi kata kunci PS TNI dalam turnamen PJS kali ini. Dengan dukungan teknis dan non-teknis tersebut, mereka mengirim sinyal bahaya bagi setiap calon lawan yang akan dihadapi di babak delapan besar. Jika sudah begini, harus berapa klub ISL lagi yang akan kehilangan martabatnya di tangan tim ‘amatir’ ini? (gk-62)

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Faktor Kunci Di Balik Kedigdayaan PS TNI
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page