Liga Indonesia FOKUS: Lima Hal Yang Harus Dibenahi Indonesia U-22

Discussion in 'Bola' started by Bola, Feb 15, 2015.

Discuss FOKUS: Lima Hal Yang Harus Dibenahi Indonesia U-22 in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Usai melakoni pemusatan latihan sejak awal tahun ini, tim nasional Indonesia U-22 mendapat kesempatan untuk melakukan partai uji coba perdana dengan mendatangkan Suriah U-23 sebagai lawan tanding.
    Pasukan Garuda Muda dijadwalkan meladeni perlawanan wakil Asia barat tersebut di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Namun skuat arahan Aji Santoso meraih hasil kurang memuaskan usai menelan kekalahan telak 3-0, Sabtu (14/2).

    Kalah tiga gol tanpa balas, jelas ada kekurangan dari performa yang ditampilkan Evan Dimas dan kawan-kawan. Jelang berlangsungnya gelaran kualifikasi Piala AFC U-23 pada Maret mendatang, Goal Indonesia mengulas setidaknya lima hal yang wajib diperbaiki timnas.

    KURANGI KESALAHAN MENDASAR​

    Barisan pertahanan menjadi titik yang paling sering diekspoitasi oleh penggawa Suriah. Absennya Hansamu Yama serta belum maksimalnya performa Manahati Lestusen, dua pemain yang diakui Aji Santoso sebagai pilar utama timnya berperan besar dalam kekalahan timnas.

    Untuk laga internasional, sebuah kesalahan kecil dapat ditolerir karena dapat menjadi penentu hasil akhir sebuah pertandingan. Dan hal itu terjadi dalam proses gol pertama lawan, di mana lini belakang lengah dalam mengantisipasi bola lambung lawan. Demikian pula gol kedua, kesalahan Ravi Murdianto yang ragu-ragu menepis bola, berakibat fatal usai dimaksimalkan Wesam Agha.

    DAYA SERANG LEMAH​

    Selain pertahanan, kinerja lini depan pasukan Garuda Muda juga dinilai belum menunjukkan potensi maksimal. Kala menghadapi Suriah, nyaris tak ada tekanan berarti dan sukar untuk menembus pertahanan lawan yang di laga ini tampil rapi dan kokoh. Terlebih, dengan keunggulan fisik memudahkan mereka untuk meredam serangan timnas.

    Anthony Putra Nugroho yang ditempatkan sebagai penyerang utama, yang didukung dengan pergerakan Hendra Bayaw dan Wawan Febrianto dari kedua sayap kanan maupun kiri masih bermain di bawah harapan. Masuknya Ilham Udin Armayn dan Ahmad Noviandani di paruh kedua permainan pun tak menghadirkan warna berbeda. Aji harus bekerja keras dalam meningkatkan performa sektor ini.

    TRANSISI PERMAINAN BELUM LANCAR​

    Transisi permainan saat dari kondisi bertahan menjadi serangan terbuka tampaknya harus menjadi sorotan penggawa muda timnas. Kurangnya fokus serta visi permainan membuat adanya gap lebar yang memisahkan kedua posisi tersebut. Jelas situasi ini sering membuat potensi ancaman ke gawang lawan terbuang percuma.

    Tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang. Timnas belum padu akan hal tersebut, Evan Dimas maupun Paulo Sitanggang yang diplot sebagai pengatur serangan seperti belum mendapat dukungan maksimal dari pergerakan rekan-rekannya.

    ANTISIPASI BOLA MATI LEMAH​

    Bak cerita lama, dalam tubuh skuat Indonesia usia dini hingga senior, antisipasi bola mati merupakan masalah utama yang kerap muncul baik dalam posisi menyerang maupun bertahan. Jika dalam kondisi menyerang, tak banyak peluang berbahaya yang tercipta termasuk di laga ini.

    Sama halnya dengan ketika bertahan, bahkan mungkin inilah salah satu titik lemah utama yang ada. Hal itu terbukti dengan terjadinya dua dari tiga gol yang dimiliki Suriah. Keduanya berawal dari situasi sepak pojok. Memang aspek ini diakui Aji menjadi salah satu kekurangan timnya. Meski masih kecolongan, setidaknya ia mengaku telah berusaha maksimal dengan menggelar latihan khusus perihal set piece.

    MINIM VARIASI SERANGAN​

    Kekalahan telak Indonesia dari Suriah di laga ini juga tak luput disebabkan oleh minimnya variasi serangan yang dilancarkan ke jantung pertahanan lawan. Skuat Garuda Muda masih tampak belum memiliki pola yang baku - kendati sebelumnya mengklaim akan memainkan umpan pendek - justru kerap melakukan bola lambung dan tusukan sporadis.

    Hal ini tampak hampir sepanjang pertandingan berlangsung, sejumlah tekanan yang dilancarkan timnas mampu dengan mudah dipatahkan barisan belakang Suriah. Seakan tak ada cadangan skema lain, pola permainan mudah dibaca lawan, bahkan diakui oleh pelatih mereka Muhammad Al Fakeer yang mengaku telah mempelajari taktik dan strategi timnas.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, FOKUS: Lima Hal Yang Harus Dibenahi Indonesia U-22
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page