Framework Keamanan Siber Nasional

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Nov 24, 2014.

Discuss Framework Keamanan Siber Nasional in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Framework Keamanan Siber Nasional

    Bagaimana cara melindungi keamanan siber nasional? Sudah siapkah Indonesia mengamankan keamanan sibernya? Pertanyaan itulah yg selalu terngiang bagi para pemerhati keamanan Indonesia. Ada baiknya negara ini mulai belajar pada kerangka kerja keamanan siber dari negara lain. Salah satunya adalah Amerika Serikat. Barry Greene, expert keamanan siber yg merupakan mantan anggota US Airforce mengatakan bahwa Indonesia harus mulai memperhatikan keamanan sibernya.

    Barry mengatakan bahwa negara ini harus belajar dari Estonia. Pemerintah Rusia pernah membombardir sistem siber Estonia yg mengakibatkan negara itu harus merestrukturisasi sistem energi mereka. Dampaknya adalah Estonia harus mengalami blackout yg berakibat pada perekonomian mereka.

    Menurut Barry, Estonia tidak siap menghadapi serangan siber Rusia. Barry menjelaskan bahwa hal ini sejatinya tidak akan terjadi di Indonesia jika negara ini sudah memiliki kerangka kerja keamanan siber yg sudah mapan. Barry kemudian melanjutkan bahwa dalam membentuk kerangka kerja siber nasional, pemerintah Indonesia harus up date dengan berbagai macam kejahatan siber. Berdasarkan hasil riset yg dikemukakan oleh Barry, Bot net attack adalah salah satu ancaman yg harus mendapat perhatian.

    Bahkan Barry berkelakar bahwa bot net adalah AK-47 di dunia maya. Melalui serangan semacam ini, ada berbagai macam kerugian yg harus dihadapi oleh Indonesia. Hilangnya data rahasia perdagangan, pencurian data & uang untuk motif ekonomi adalah salah satunya. Barry menyarankan bahwa pemerintah Indonesia harus bekerja sama dengan Interpol orpun negara lain untuk menanggulangi ancaman siber.

    Membentuk kerangka kerja keamanan siber nasional harus melibatkan aktor-aktor negara & organisasi internasional. Barry menjelaskan alasannya adalah dunia maya adalah dunia yg tidak berbatas. Dunia maya telah mengaburkan batas-batas negara. Terlebih, kejahatan siber adalah kejahatan lintas negara yg membutuhkan kerja sama bilateral & bahkan multilateral. Di acara Indonesia Cyber Security Summit ini,

    Barry bahkan sempat menyitir bahwa Indonesia memiliki infeksi komputer sebanyak 30%. “It’s a time for the country to take action,” tegas Barry. Salah satu data yg dipaparkan oleh Barry adalah sekitar 388 miliar dolar AS hilang akibat kejahatan siber ini.

    “It’s far more &gerous than drug trafficking,” kata Barry.

    Salah satu usulan yg diberikan oleh Barry adalah negara-bangsa harus mengenal P3 Threat (Patriotic, Passion and Principal Drivers). Patriotic adalah ancaman siber yg berbau patriotik seperti melakukan defacement pada situs pemerintah. Salah satunya adalah serangan siber pada situs Israel oleh para hacktivism.

    Passion adalah serangan siber yg dilandasi oleh motif hasrat yg tinggi pada aktivitas peretasan. Principal drivers adalah motif serangan yg biasanya dilandasi oleh motif-motif ekonomi. Solusinya? “Act now. Don’t wait until massive attack happens,” simpul Barry.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenFramework Keamanan Siber Nasional diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page