GCHQ Retas Aplikasi Anti Virus

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jun 24, 2015.

Discuss GCHQ Retas Aplikasi Anti Virus in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. GCHQ Retas Aplikasi Anti Virus

    Lembaga spionase terbesar Inggris, Government Communication Headquarter (GCHQ) diyakini berhasil meretas aplikasi anti virus yg beredar di pasaran. Kabar tersebut muncul setelah The Intercept mempublikasikan dokumen Snowden yg berhasil dicuri dari NSA. GCHQ dalam dokumen Snowden melakukan sejumlah teknik rekayasa yg disebut software reverse engineering (SRE). Sebuah metode untuk melihat bagaimana cara kerja sebuah aplikasi & mengubahnya sesuai dengan kepentingan pengguna.

    Melakukan metode SRE pada sebuah aplikasi anti virus legal masih dipertanyakan. Pasalnya, apakah hal tersebut memang boleh dilakukan or justru melanggar hak cipta? Salah satu anti virus yg menjadi korban SRE oleh GCHQ adalah Kaspersky Labs. Ia merupakan produsen anti virus yg terdaftar secara legal di London, Inggris, memiliki lebih dari 270.000 klien korporasi & mempunyai pengguna setia sebanyak 4oo juta orang di dunia.

    Dalam dokumen yg dibeberkan oleh Snowden, GCHQ menulis sebuah surat permintaan penyedikan pada pemerintah Inggris untuk melakukan SRE pada sejumlah anti virus. Selain itu, NSA & GCHQ telah melakukan berbagai macam studi terhadap Kaspersky Lab. Mereka melakukan spionase siber untuk mendapatkan kelemahan, sisi vulnerability mereka & memindai berbagai definisi virus serta update virus terbaru.

    Melakukan SRE pada aplikasi anti virus memang sangat berisiko. Bagaimana tidak, aplikasi anti virus memiliki banyak keistimewaan. Karena program tersebut dapat diterima di hampir semua sistem operasi. Tentu saja melakukan metode SRE justru akan berakibat pada terbukanya celah keamanan yg memungkinkan organisasi pemerintah semacam NSA & GCHQ melakukan spionase siber pada perusahaan orpun penggunanya.

    Berdasarkan surat permintaan penyidikan yg dikeluarkan oleh GCHQ, Kaspersky Lab adalah salah target mereka. Mereka meman&g Kaspersky Lab adalah halangan bagi mereka untuk melakukan peretasan & rekayasa aplikasi piranti lunak. Kemampuan Kaspersky Lab memberikan tantangan tersendiri bagi GCHQ untuk meretas jaringan Internet. Karena itulah, GCHQ mendesak pemerintah Inggris untuk segera mengeluarkan surat perintah untuk melakukan SRE.

    Ada kemungkinan rekayasa aplikasi yg dilakukan oleh GCHQ memiliki keterkaitan dengan insiden yg menimpa Kaspersky Lab dua minggu yg lalu. Mereka mendeteksi a&ya malware yg berhasil menyusup ke dalam jaringan sistem keamanan perusahaan. Kaspersky Lab mengatakan bahwa malware tersebut sangat canggih & hampir tidak terdeteksi oleh sistem intrusi mereka.



    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenGCHQ Retas Aplikasi Anti Virus diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page