Hacking Masuk Kurikulum Universitas

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 14, 2014.

Discuss Hacking Masuk Kurikulum Universitas in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,131
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Bagi mahasiswa jurusan Cybersecurity di Universitas ETH di Kota Zurich, Swiss — hacking adalah salah satu subyek penting dalam kurikulum.
    Di universitas yang telah berumur 150 tahun itu, mahasiswa belajar untuk membobol internet dan jaringan mobile pada mata kuliah wireless electronic warfare dan modern malware, yang didesain untuk mencegah penyalahgunaan komputer. Jumlah mahasiswa yang terdaftar di program master untuk Information Security di ETH telah meningkat tiga kali lebih banyak sejak tahun 2009.
    Permintaan untuk tenaga spesialis di bidang cybersecurity terus meningkat seiring perusahaan-perusahaan sepertiDeutsche Telekom AG (DTE) dan ABB Ltd. (ABBN) mempekerjakan lebih banyak ahli ahli untuk mengatasi risiko pada jaringan dan produk mereka. Menurut penelitian dari LLP PricewaterhouseCoopers (PwC), Cybersecurity telah menjadi bisnis global senilai $60 miliar, sementara perhatian terhadap hacking semakin meningkat karena berita tentang penyadapan yang dilakukan Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) kepada khalayak umum dan ponsel Konsulat Jendral Jerman Angela Merkel.
    Laporan tentang NSA membuat kami semakin waspada, tetapi perusahaan-perusahaan juga mulai sadar bahwa kejahatan di dunia cyber akan semakin banyak, kata Juergen Kohr, kepala cybersecurity Deutsche Telekom, perusahaan telepon terbesar di Jerman. Tahun lalu perusahaan semakin kompetitif dalam merekrut pegawai yang memenuhi kualifikasi, seiring banyaknya peminat, tambahnya.
    Gulp Information Services, anak perusahaan dari Agensi Rekrutmen asal Belanda Randstad Holding NV, menyatakan bahwa tahun lalu mereka menerima 2.423 lamaran untuk IT security specialist, jumlah yang meningkat 54 persen dari tahun 2012 dan hampir tujuh kali lebih banyak dari satu dekade sebelumnya.
    Program Jahat
    18 bulan yang lalu, serangan dari virus bernama Shamoon menyerang perusahaan pengeksport minyak mentah terbesar di dunia, Saudi Arabian Oil Co. Berdasarkan laporan dari U.S. officials, virus tersebut telah merusak 55.000 server dan hard drive stasiun-kerja
    Pada tahun 2010, program jahat bernama Stuxnet, menyerang software yang dibuat oleh Siemens AG (SIE), perusahaan mesin terbesar di Eropa, yang berfungsi mengontrol proses penyiraman tanaman, jaringan tenaga dan pabrik. Stuxnet menginfeksi Simatic WinCC, program kontrol dan pengawasan yang digunakan banyak perusahaan dunia untuk mengumpulkan dan menganalisis data, jelas Siemens AG.
    Stuxnet bisa menembus kontrol, mengirim data kepada pembuatnya kemudian menghancurkan sistem.
    Jumlah perusahaan yang melaporkan kerugian sebesar $10 juta atau lebih akibat insiden cybersecurity telah meningkat 51 persen sejak 2011, berdasarkan survei yang dilakukan PwC tahun lalu kepada 9.600 exekutif dari 115 negara.
    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page