Hacking Team diretas, 400 GB Data Terekspos

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jul 14, 2015.

Discuss Hacking Team diretas, 400 GB Data Terekspos in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Hacking Team diretas, 400 GB Data Terekspos

    Pelajaran utama dari diretasnya Hacking Team adalah tidak ada satupun di dunia ini yg benar-benar aman. Hacking Team adalah sebuah institusi yg menjadi target kecaman para aktivis kebebasan Internet dari mata-mata orpun tekanan pemerintah. Institusi tersebut terkenal dengan alat mata-mata yg dikenal dengan Da Vinci. Alat tersebut digunakan oleh NSA untuk melakukan spionase siber di seluruh dunia.

    Hacking Team adalah organisasi yg berasal dari Italia & terkenal karena menjual surveillance tools pada banyak pemerintah. Beberapa waktu lalu Hacking Team diretas & sekitar 400 GB data mereka terekspos. Termasuk di dalamnya adalah informasi sensitif berupa data klien mereka yg berasal dari pemerintah. Data yg berjumlah sekitar 400 GB itu berupa informasi klien, email pribadi & data komunikasi lainnya. Hacker telah menyimpan data tersebut di Torrent & dapat diakses oleh masyarakat.

    Sebagai tambahannya, hacker pun telah berhasil menyusupi akun Twitter Hacking Team & berhasil mendapatkan akses pada sejumlah data personal. Beberapa negara yg menjadi klien Hacking Team pun beragam. Walaupun mereka berdalih bahwa mereka tidak pernah berbisnis dengan negara penekan. Tidak hanya itu, hacker pun mempublikasikan invoice transaksi Hacking Team dengan pemerintah Mesir sebanyak 58.000 euro terkait jual beli exploit tools.

    Informasi sensitif lainnya yg terekspos ke publik adalah korespondensi Hacking Team dengan Biniam Tewolde. Dalam email tersebut, Biniam menyatakan berterima kasih pada Hacking Team karena membantunya untuk mendapatkan informasi dari target penting. Pada email itu, Biniam menyertakan pula delapan domain milik Meles Zenawi Foundation (MZF). Sebuah yayasan yg dimiliki oleh mantan PM Etiopia Meles Zenawi. Tidak ada informasi lebih lanjut apa yg dilakukan oleh Biniam.

    Hanya saja dugaan sementara, exploiting tools yg dibeli dari Hacking Team digunakan untuk menginfiltrasi sejumlah situs milik oposan pemerintah. Di dalamnya terdapat invoice transaksi antara Hacking Team & Etiopia. Beberapa negara yg menjadi klien Hacking Team adalah Malaysia, Mesir, Mongolia, Korea Selatan, Su& & banyak lagi negara lainnya. Khusus untuk Su&, Hacking Team beberapa kali menygkal bahwa mereka tidak akan berbisnis dengan negara penekan. Namun dengan terkuaknya data transaksi antara Hacking Team & Su&, mereka pun tidak akan bisa menygkal apapun lagi.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenHacking Team diretas, 400 GB Data Terekspos diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page