Hadir di Medan, Apresiasi Film Indonesia 2014 Semakin Tampil Beda

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jul 25, 2014.

Discuss Hadir di Medan, Apresiasi Film Indonesia 2014 Semakin Tampil Beda in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Yo N3 Mania!

    [​IMG]

    Banyak harapan datang dari para pelaku industri kreatif setelah terpilihnya presiden baru yang dalam visi misi-nya sangat menekankan industri kreatif untuk menjadi salah satu penopang ekonomi negara. Seperti kita tahu, Kemenparekraf sudah punya sebuah forum diskusi yang di dalamnya terdapat sekitar 15 sub sektor industri kreatif dari berbagai bidang, termasuk film.

    Kali ini bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebuah ajang untuk para pelaku industri film Indonesia kembali diadakan. Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014, adalah penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah dimulai pada 2012.

    [​IMG]

    AFI 2014 merupakan hasil kerjasama Kemendikbud dengan Badan Perfilman Indonesia yang tahun ini juga bekerjasama dengan Pemprov Sumatera Selatan sebagai tuan rumah tahun ini. Malam puncak AFI 2014 pada 13 September 2014 akan berlangsung di Istana Maimun, Medan, yang merupakan salah satu simbol kebudayaan di Indonesia.

    Pada konferensi pers kemarin (24/07), Ketua Apresiasi Film Indonesia, Robby Ertanto bersama dengan Bapak Kacung Marijan, Direktur Jenderal Kebudayaan dan Bapak Kemala Atmojo mewakili Badan Perfilman Indonesia, menjelaskan isi dari penyelenggaraan tahun ini, termasuk perbedaan AFI dengan Festival Film Indonesia (FFI) yang selalu menjadi pertanyaan setiap tahunnya.

    Bapak Kacung Marijan juga tidak menyangkal kalau AFI pasti memiliki kemiripan dengan FFI, karena memang objeknya sama, film. Namun, AFI memberikan klasifikasi perhargaan yang semakin jauh berbeda dengan FFI.

    [​IMG]

    Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012, AFI tidak saja menjadi alternatif pemberian apresiasi terhadap berbagai aspek dalam perfilman, tetapi juga menjadi satu-satunya ajang yang berusaha memberi perhatian khusus secara menyeluruh pada aspek-aspek produksi, promosi, distribusi, apresiasi, literasi serta edukasi film yang mengutamakan nilai budaya, kearifan lokal dan karakter bangsa, kata Bapak Kacung Marijan.

    Dalam pemilihan peserta pun AFI memiliki perbedaan dengan FFI. AFI memasukan semua film yang sudah diputar di bioskop sebagai pesertanya, hal tersebut berbeda dengan FFI yang harus mendaftar. Peserta film AFI ini adalah periode pemutaran 10 Oktober 2013-31 Juli 2014 dan film-film yang sudah diputar di bioskop, walaupun lulus sensor tapi belum tayang tidak bisa ikut, dan sistem AFI sendiri, mereka (peserta) tidak mendaftar, tidak seperti FFI, jadi sudah otomatis film yang sudah diputar menjadi peserta, lanjut Robby menjawab pertanyaan media.

    Sebelum malam puncak, AFI yang tahun ini sebenarnya memilih Raline Shah sebagai dutanya, akan melakukan serangkaian acara seperti diskusi dan workshop film di Jakarta, Bandung, Makassar dan Medan. Serta workshop apresiasi film, pameran komunitas dan sejarah bioskop, tidak ketinggalan juga pawai artis di Medan pada 12 September 2014.

    [​IMG]
    Bapak Kacung Marijan Meresmikan Apresiasi Film Indonesia 2014

    AFI 2014 menyediakan 17 kategori penghargaan dengan 9 orang juri yang ikut menentukan. Para nominasinya sendiri akan diumumkan pada 8 September 2014. Berikut daftar kategori penghargaan dan para dewan juri.

    Perhargaan utama

    Apresiasi Film Cerita Panjang BioskopApresiasi Film Cerita Panjang Non BioskopApresiasi Film PendekApresiasi Film DokumenterApresiasi Film AnimasiApresiasi Film Anak
    Perhargaan Inspiratif

    Apresiasi Adi-KaryaApresiasi Adi-Insani
    Perhargaan Khusus

    Apresiasi Sutradara PerdanaApresiasi Poster FilmApresiasi Film Independen PelajarApresiasi Film Independen MahasiswaApresiasi KomunitasApresiasi Festival FilmApresiasi Lembaga PendidikanApresiasi Media CetakApresiasi Mendia Non Cetak
    Dewan Juri

    Sheila Timothy (Produser)Lasja Fauzia (Sutradara)Alex Komang (Aktor)Hafiz RancaJale (Penggiat Komunitas Film)Totot indrato (Pengamat Film)Kemala Atmojo (Wartawan)AS Laksana (Penulis)Hilmar Farid (Akademisi)Nirwan Dewanto (Budayawan)

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Hadir di Medan, Apresiasi Film Indonesia 2014 Semakin Tampil Beda diatas dikutip dari Internet secara gamblang.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page