Industri Retail Di Ujung Tanduk

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 4, 2015.

Discuss Industri Retail Di Ujung Tanduk in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,100
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Industri Retail Di Ujung Tanduk

    Keamanan informasi di industri berada di ujung tanduk. Pricewaterhouse Cooper (PwC) memaparkan sebuah data yg menyatakan bahwa keamanan informasi di industri tersebut sangat riskan. Berdasarkan data statistik yg dirilis oleh PwC, ancaman terbesar di industri retail berasal dari insider leak. Angka statistik tersebut meningkat di tahun 2014 sebanyak 34 persen yg mana tahun sebelumnya hanya berada di kisaran 29 persen. Laporan yg berjudul Cybersecurity Challenges in an Interconnected World: Key Finding from The Global Security Survey 2015 memaparkan beberapa statistik yg cukup mencengangkan. Sekitar 30 persen ancaman di industri retail berasal dari mantan pegawainya. Selain itu, ancaman terbesar dari bobolnya sistem keamanan informasi mereka justru dari pihak ketiga seperti kontraktor or partner dengan statistik di angka 47 persen. Sebaliknya, ancaman dari hacker hanya berkisar 20 persen.

    Menurut laporan PwC sendiri, industri retail mengalami ancaman terbesar dari pihak ketiga karena saat melakukan proyek kerja sama, pihak ketiga mempunyai akses terhadap informasi-informasi sensitif seperti contohnya data kartu kredit. Abdul Karim, mantan Head of Business Process Lee Cooper Indonesia, industri retail selayaknya harus aware terhadap keamanan informasi. Dalam sebuah perbincangan singkat dengan CISO Magazine pada sela-sela acara di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu, Karim menuturkan bahwa industri retail menghadapi tantangan yg sama dengan industri lain seperti tantangan analisis big data, cloud, perangkat mobile orpun malware pada point of sales.

    Tantangan semacam itu menurut Karim hanya bisa diatasi dengan mengolaborasikan TI & proses bisnis perusahaan. Agar kinerja di industri retail lebih solid, dua divisi itu harus berkolaborasi, kata Karim. Contoh yg dipaparkan Karim adalah keamanan informasi di point of sales. Senada dengan laporan PwC, kerugian yg dialami industri retail bisa terjadi di aspek manusia khususnya bagian penjualan. Point of sales adalah bagian terpenting di industri retail karena menggabungkan praktik TI & penjualan secara bersamaan, kata Karim.

    Karim menuturkan bahwa berdasarkan pengalamannya ia & timnya pernah melakukan edukasi di divisi penjualan untuk membangun kesadaran keamanan informasi. Divisi penjualan di point of sales harus memahami seberapa pentingnya kerahasiaan data-data konsumen, kata Karim. Kita pun ingatkan pada mereka bagaimana praktik yg tepat untuk menjaga keamanan informasi serta aktifitas kerja yg berbasis risiko, imbuhnya. Secara garis besar, Karim menuturkan bahwa keamanan informasi di industri retail masih di wilayah abu-abu & membutuhkan sebuah aturan yg jelas.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenIndustri Retail Di Ujung Tanduk diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page