Jowoki: Gim Bukan Cuma Main-Main

Discussion in 'Berita Online' started by sholeh, Jan 16, 2020.

Discuss N3 - Jowoki: Gim Bukan Cuma Main-Main in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. sholeh TK 0 Kecil Level 1

    Messages:
    91
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    33
    Game:
    Tidak Ada
    [​IMG]

    E-sport perlahan-lahan mulai diakui keberadaannya sebagai sebuah kompetisi olahraga. Pada 2018 misalnya, untuk pertama kali e-sport diperlombakan dalam ajang Asian Games. Meskipun statusnya hanya percobaan dan tidak mempengaruhi perolehan medali, ini tetap langkah positif.

    Keberadaan e-sport pun mulai dianggap sesuatu yang potensial. Bahkan Presiden Joko Widodo pernah menyatakan harusnya Indonesia membuat pendidikan khusus e-sport. Ia mengakui, e-sport kini bisa mendatangkan penghasilan.

    “Dulu mungkin orangtua kalau anak main (gim mobile) ditegur dan pasti dimarahin, tapi justru sekarang itu mendatangkan uang. Ini namanya peluang dan inspirasi ini harus di tangkap,” ujar Jokowi (liputan6.com).

    Berkembangnya e-sport tidak terlepas dari perkembangan personal computer (PC). Pada tahun 1990-an, PC mulai berkembang dan gim-gim di PC juga sudah mulai maju karena terus didorong oleh perkembangan internet yang cukup pesat. Pada saat itulah, E-Sport mulai berkembang dan bisa besar seperti saat ini.

    Perusahaan besar seperti Nintendo dan Blockbuster mulai mensponsori kejuaraan dunia video gim yang mempertandingkan gim bergenre sports, racing, dan combat. Di Indonesia awal perkembangan e-sport tidak terlepas dari berkembangnya warung internet (warnet). Awalnya warung internet hanya menjajakan internet dengan kegunaan dasar seperti browsing. Kemudian mulai berkembang warnet yang khusus untuk bermain gim.

    Perkembangan telepon seluler (ponsel) juga berpengaruh terhadap perkembangan gim. Awalnya, gim ponsel memiliki keterbatasan dari segi grafis maupun permainan. Namun kini gim ponsel berkembang sedemikian rupa, grafis meningkat tajam. Konsep permainan juga semakin banyak variasinya. Gim seperti Arena of Valor (AoV), Mobile Legends (MLBB), hingga Player Unkown’s Battlegrounds (PUBG) mobile mulai digandrungi para pegiat gim Indonesia.

    Lalu darimana gim dapat menghasilkan uang? Gim dapat menghasilkan uang dari berbagai turnamen yang dilaksanakan di berbagai tingkat. Misalnya saja turnamen Mobile Legend South East Asia (MSC) 2018 memiliki total hadiah Rp. 1,4 miliar.

    Para pemain gim juga dapat bekerja sebagai game tester untuk mendapat penghasilan. Di United Kingdom (UK), rata-rata game tester menerima upah £8,49 per jam atau sekitar Rp. 150.000 per jam. Selain menjadi game tester pemain gim juga dapat menjadi profesional dan bergabung bersama tim e-sport. Seiring dengan perkembangan e-sport di Indonesia mulailah bermunculan tim-tim e-sport seperti Evos, Aerowolf, Bigetron, RRQ, hingga WaW, dan masih banyak lagi.

    Potensi e-sport juga dapat dilihat dari dukungan sponsor untuk turnamen. Tidak hanya mensponsori tim, sponsor tournament pun rela menggelontorkan uang dengan angka fantastis untuk hadiah turnamen.

    “Dari satu jenis gim saat ini bisa sampai 10 hingga 20 turnament dalam setahun yang hadiahnya sampai RP. 10 juta. Selain itu sponsor-sponsor mulai masuk sehingga penghasilan pegiat gim dapat mencapai puluhan juta,” ujar Adrew Tobias pegiat e-sport.

    Selain tim dan sponsor yang mulai ramai, peran kanal Youtube sangat penting dalam memberikan penghasilan untuk pemain gim. Pewdipie salah satu pemain gim yang membuat konten di Youtube tentang gim, diperkirkan penghasilannya mencapai Rp. 162 M.

    Kanal Youtube juga dapat memberikan wadah bagi penggemar gim melihat tayangan kompetisi gim. Eddy Lim, Ketua Indonesia eSports Association (IeSPA) sekaligus pendiri kanal Liga Game di Youtube mewadahi para pegiat E-Sport Indonesia dengan menayangkan tournament E-Sport di Indonesia melalui Liga Game. Karena pada saat itu E-Sport belum dapat menarik perhatian media massa Indonesia sehingga belum ditayangkan di televisi Nasional. “Liga Game dibentuk ketika internet mulai marak, sehingga saya berpikir untuk membuat forum. Awalnya hanya teman-teman, kemudian semakin banyak. Karena dulu belum ada Facebook (atau media sosial lain), di dunia maya kami kumpul di forum. Makanya, dibuat situsnya pada 2001, sekaligus meresmikan komunitas,” kata Eddy saat dihubungi (kumparanSPORT).( MRS)

    Tulisan ini diproduksi oleh: MLE Sport

    Berita ini bersumber dari Please sign in/up to view this image/link
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page