Jurusan Kuliah Tidak Penting di Startup

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Nov 26, 2015.

Discuss Jurusan Kuliah Tidak Penting di Startup in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,756
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Dari waktu ke waktu saya kerap mendengar keluhan “salah jurusan.” Biasanya ini keluar dari mulut mahasiswa yg merasa terjebak dengan perkuliahan mereka.

    Penyebab terjadinya hal ini beragam. Mulai dari hanya mengikuti keinginan orang tua ataumencoba sesuatu yg mereka pikirsuka. Namun ternyata kenyataan berbeda jauh dengan harapan.

    Tapi bagi saya, salah jurusan hanya berlaku jika kamu ingin menjadi dokter namun mengambil jurusan seni musik. Beberapa profesi seperti dokter memang membutuhkan jurusan yg spesifik. Namun di luar itu jurusan tidak berperan begitu banyak.
    Jurusan bukan akhir perjalanan
    Dari survei singkat yangsaya lakukan, saya hanya menemukan kurang dari 20 persen orang yg benar-benar bekerja sesuai dengan jurusan mereka. Sisanya benar-benar acak. Bahkan adabanyak orang yg tidak menyangka mereka bakal mengerjakan apa yg mereka kerjakan sekarang.

    Apa artinya ini? Apakah jurusan sama sekali tidak penting? Jawabannya adalah tidak sepentingyang kamu bayangkan. Startup & perusahaan multinasional sebenarnya hanya menginginkan otak kamu.

    Jika kamu berhasil mendapatkan IPK 3.6 untuk bidang Fisika / Matematika, maka bagus.Selamat untuk itu. Namun jangan menyangka kamu akan dapat langsung mengaplikasikan apa yg telah kamu pelajari saat mulai bekerja nantinya.

    Bagaimana sekarang bisnis berjalan adalah hasil dari formulasi & juga penelitian berpuluh-puluh tahun. Namun banyak hal sudah terjadi dalam tahun belakangan ini seperti internet & media sosial. Dua hal ini saja langsung mengubah begitu banyak ilmu yg sudah bertahun-tahun digunakan oleh industri.
    Bagaimana perusahaan melihat lulusan
    Perusahaan & startup tidak lagi melihat lulusan dengan cara yg sama. Jika kamu mengerti Matematika, maka itu artinya kamu mengerti logika. Hal-hal seperti inilah yg dicari startup maupun perusahaaninginkan & butuhkan.

    Kebanyakan perusahaan tidak memerlukan kamu untuk menghitung integral dari sebuah ekuasi / energi yg dibutuhkan untuk mempercepat sebuah benda. Jika kamu cepat tanggap & mempunyailogika yg kuat maka pada dasarnya kamu bisa diberdayakan untuk mengerjakan berbagai hal.

    Saya pertama kali mengetahui ini dari salah satu kepala perekrutan konsultan international. Awalnya saya merasa biasa saja, namun seiring saya mulai mencari orang-orang untuk bergabung dengan Tech in Asia, saya merasa bahwa fakta ini semakin kuat.Di dunia startup ataupun teknologi masa sekarang yg lebihdibutuhkan adalahkemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan barudan kemampuan untuk belajar dengan cepat.
    Biarkan nasi menjadi bubur, atau…
    Nah sekarang apa yg dapat kamu lakukan jika kamu sudah “salah jurusan”? Saran pertama saya adalah berpindah jurusan. Ini akan membuat kamu kehilangan satu sampai duatahun untuk mengulang semuanya.Namun secara pribadi saya merasa dua tahun dalam siksaaan lebih baik ketimbang empat tahun ada di “neraka.”

    Dalam dunia yg serba kompetitif, perbedaan dua tahun tidak akan berpengaruh banyak. Ini bukan masalah senioritas belaka, ini masalah siapa yg dapat belajar dengan cepat.

    Kamu bisa saja lulus lima tahun tahun lebih awal, namun seorang mahasiwa semester empat mungkin saja lebih jago dari kamu dalam hal pemrograman. Dengan begitu terbukanya sumber pengetahuan, batasan antara seseorang yg kuliah dengan yg tidak sudah semakin tipis.Setipis kertas ijazah.
    Siapkan “senjata” meraih karier impian
    Jika kamu tidak berani mengganti jurusan / sudah kepalang tanggung maka gunakan kesempatan yg ada untuk melatih diri kamu. Kamu tidak perlu menyukai Kimia untuk mendapatkan nilai B, kamu hanya perlu tahu secara logis mengapa sebuah reaksi kimia bisa terjadi. Pelajaran Kimia yg kamu benci ini mungkin tidak akan berguna nanti secara langsung, namun proses pemikiran kamu akan terbangun & itu jauhlebih penting.

    Kamu juga sebaiknya mulai mempersiapkan diri dengan kemampuan yg dibutuhkan pekerjaan impian kamu. Sebagai contoh, saya adalah lulusan ITHB jurusan Teknik Industri yg dalam kesehariannya mempelajari Kimia, Fisika, Statistik, & Ergonomi.

    Meski begitu, saya selalu ingin menjadi seorang konsultanmanajemen & saya tahu salah satu kebutuhannya adalah kemampuan Microsoft Excel yg tinggi. Walaupun tidak dibutuhkan dalam jurusan saya waktu itu, namun saya terus melatih diri saya.

    Sampai sekarang saya belum menjadi seorang konsultanmanajemen, namun setidaknya saya pernah menjadi konsultan human capital management. Yang juga tak kalah penting adalah kemampuan menggunakan Microsoft Excel ini terus saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari sampai sekarang.

    Jadi, untuk kamu yg merasa “salah jurusan,” sudahkah siap menentukan jalan?

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto & Fadly Yanuar Iriansyah, sumber gambar CollegeDegrees360.)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page