Liga Italia Juventus Tapaki Jejak Treble Winners FC Internazionale

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 13, 2015.

Discuss Juventus Tapaki Jejak Treble Winners FC Internazionale in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Tinggal satu langkah lagi, maka Juventus akan mencapai final Liga Champions untuk kali pertama sejak 2003. Duel leg kedua babak semi-final menghadapi Real Madrid, Kamis (14/5) dini hari WIB, akan jadi takdir langkah tersebut. Dan jika berhasil menggapainya, maka impian I Bianconeri untuk meraih prestasi tertinggi klub dalam semusim, yakni treble winners, juga semakin dekat.

    Uniknya usaha Juve untuk mencapai titik tersebut bagai menapaki jejak sang rival abadi, FC Internazionale, saat meraih treble di musim 2009/10. Proses kedua tim untuk menggapai prestasi istimewa itu bahkan mendekati kemiripan 100 persen, yang seakan mengindikasikan bahwa Si Nyonya Tua berada di jalur yang benar untuk meraih treble.

    Mari kita mulai dari status kedua tim saat memulai musim ini. Juve merupakan juara bertahan Serie A dalam tiga musim terakhir, sama persis dengan Inter jika kita tak menghitung bonus scudetto di musim 2005/06. Karenanya mereka berhak mentas di final Piala Super Italia menghadapi kampiun Piala Italia. Kedua laga itu dihelat di luar Italia, yakni Uni Emirat Arab dan Tiongkok.

    Hasilnya? Keduanya sama-sama kalah. Juve kalah adu penalti melawan Napoli di UEA, sementara Inter takluk 2-1 dari Lazio di Tiongkok. Namun kekalahan itu tak membuat mereka malah loyo di Serie A, karena pada akhirnya sukses mempertahankan gelar scudetto. Sedikit berbeda, karena La Beneamata meraihnya dengan cara yang lebih dramatis di giornata pamungkas. Tapi, keidentikan lain tetap muncul, yakni dengan antagonis utama perburuan gelar yang diperankan oleh AS Roma.

    Pada kompetisi domestik lainnya, Piala Italia, keidentikan tetap terjalin. Juve dan Inter sama-sama melaju ke partai final untuk menghadapi tim asal ibu kota Italia, setelah mengalahkan Fiorentina dalam dua pertemuan di fase semi-final. Inter akhirnya jadi juara setelah mengalahkan Roma, sementara Juve belum melakoni laga final kontra Lazio, yang baru digelar pada 7 Juni esok.

    [​IMG]

    Beralih ke ajang yang lebih prestis, Liga Champions, langkah Juve dan Inter bahkan nyaris serupa di setiap jengkalnya. Meski berstatus juara bertahan, Juve dan Inter tidak serta-merta jadi unggulan, melainkan menempati pot kedua di babak undian fase grup. Pesaing utama mereka di fase tersebut adalah duo jagoan Spanyol. La Vecchia Signora dihadapkan pada Atletico Madrid, sementara I Nerazzurri dengan Barcelona. Kedua wakil La Liga Spanyol itu merupakan peserta partai puncak di musim sebelumnya, meski memiliki nasib berbeda di hasil akhir.

    Dengan hanya meraih tiga poin di putaran pertama fase grup, Juve dan Inter pada akhirnya lolos ke babak 16 besar dengan status runner-up. Di babak perdelapan final lagi-lagi terjadi keidentikan. La Vecchoa Omcidi dipertemukan dengan Borussia Dortmund, sementara Il Biscione dihadapkan pada Chelsea. Kedua lawan mereka merupakan runner-up Liga Champions dua musim sebelumnya.

    Sukses menang di dua pertemuan, Juve dan Inter lantas menghadapi kuda hitam di babak perempat-final. Jika Juve bertemu AS Monaco, maka CSKA Moskwa jadi penantang Inter. Seperti sudah diprediksi, dua Italiano itu kemudian sukses melenggang dengan mulus.

    Di babak semi-final ini, mereka menghadapi tantangan terbesar dengan berduel melawan juara bertahan turnamen. Sang lawan merupakan sepasang tim terbaik Spanyol, yakni Madrid untuk Juve dan Barca bagi Inter. Di sinilah nasib Juve ditentukan, karena hasil akhirnya belum didapat.

    Inter sudah menuntun Juve, dengan meraih kemenangan di leg pertama. Pada leg kedua, kala itu tim asuhan Jose Mourinho memang menderita kekalahan, tapi mereka tetap lolos lewat bekal keunggulan agregat. Akankah langkah itu diikuti Juve? Mengingat lawan di final juga memiliki keidentikan.

    Barcelona, sang pengoleksi empat trofi Liga Champions, sudah menanti Juve di partai puncak. Sementara kita tentu ingat bagaimana Inter sukses menghempaskan Bayern Munich 2-0 di final, yang mana saat itu sang raja Jerman juga baru empat kali jadi juara.

    Jika akhirnya Juve jadi kampiun, maka akan jadi kebetulan yang amat sangat bukan? Well, di titik itulah kita melihat indahnya nuansa rival abadi. Tidak melulu menghadirkan konflik, tapi juga romantisme menuju jalan kesuksesan.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, Juventus Tapaki Jejak Treble Winners FC Internazionale
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page