Kartu Kredit Di Masa Depan Bisa Cegah Fraud

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 30, 2015.

Discuss Kartu Kredit Di Masa Depan Bisa Cegah Fraud in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Kartu Kredit Di Masa Depan Bisa Cegah Fraud

    Fraud masih menjadi horor bagi industri perbankan. Seiring dinamisnya sistem keamanan perbankan, maka semakin canggih pula kejahatan fraud yg bisa menimpa instansi mereka. Penipuan kartu kredit merupakan kejahatan siber yg umum dilakukan oleh fraudster. Para penjahat siber cukup menyalin empat nomor CVE yg ada di belakang kartu kredit. Hal ini cukup memusingkan baik bagi para pengguna orpun perbankan sendiri. Namun, Oberthur Technologies yg berada di Perancis telah mengembangkan sebuah sistem keamanan kartu kredit untuk mencegah kejahatan fraud. Salah satunya adalah membuat CVE dinamis. Sebuah sistem keamanan yg mereka katakan bisa meminimalisir kejahatan fraud.

    Pengembangan CVE dinamis itu diklaim Oberthur Technologies sebagai salah satu terobosan baru dalam meminimalisir fraud yg terjadi di perbankan. Berdasarkan pendapat pihak pengembang, kartu ini rencananya akan diluncurkan pada awal tahun 2017. Apa keuntungan dari kartu kredit yg dikembangkan oleh Oberthur ini? Kode CVE dinamis yg dikembangkan oleh Oberthur akan secara acak mengubah kode tersebut selama 40 menit pertama. Kode CVE diatur secara acak & orang tidak perlu repot untuk menuliskan kode tersebut, tandas pihak Oberthur. Kode CVE yg dinamis seperti itu akan menyulitkan penjahat siber dalam melakukan kejahatan fraud, lanjutnya.

    Akan tetapi, kendala utama dalam pengembangan teknologi ini adalah harganya yg mahal. Oberthur mematok harga kartu kredit anti-fraud ini di kisaran 10 hingga 20 dolar per kartu. Pihak perbankan masih agak keberatan dengan inovasi yg dicetuskan oleh Oberthur ini. Selama ini perbankan menggunakan kartu magnetik yg harganya hanya 20 sen per kartu. Jika perbankan harus berinvestasi dalam teknologi ini, maka perusahaan harus berinvestasi 300 juta dolar AS untuk mengganti 30 juta kartu. Oberthur sendiri masih memikirkan strategi bisnis dari inovasi tersebut.

    Fraud masih menjadi ancaman terbesar di industri perbankan tak terkecuali Indonesia. Direktur Strategi & Pengembangan Sistem Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dwi Kurniawan memaparkan bahwa ada sekitar 17 ribu aset informasi yg dikelola oleh institusi keuangan & rentan terkena dampak risiko, khususnya fraud. Terlebih lagi, Dwi menambahkan juga bahwa semua layanan keuangan yg ada saat ini sudah terintegrasi dengan layanan teknologi informasi. Karenanya jika ada fraud, hacking, or cyber crime yg berpotensi mengancam aset informasi tersebut, risiko yg terjadi adalah hilangnya income & ketidakstabilan institusi keuangan, papar Dwi.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenKartu Kredit Di Masa Depan Bisa Cegah Fraud diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page